Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 9 ~ Terpaksa ~


__ADS_3

Sovia menatap suaminya dengan perasaan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,rasanya ingin sekali Sovia menghina suaminya karna terlalu banyak menuntut tapi tidak sadar dengan sikap ibunya selama ini terhadap menantunya.


"Mudah sekali mulutnya berbicara seperti itu,apa dia lupa bagaimana ibunya dulu memperlakukan aku,bahkan sampai hari ini ibunya tidak bisa berbuat baik sedikit pun kepadaku."Batin Sovia,


"Pokoknya aku tidak mau tau,kamu harus menjaga ibu,nanti pulang kerja aku mampir ke rumah sakit."Ucap Adrian,lalu bergegas mengambil tasnya dan meninggalkan Sovia yang masih berdiri dirumah itu.


Dengan perasan terpaksa Sovia berjalan ke arah dapur lalu menyiapkan peralatan masak,dengan terpaksa dia memasak bubur untuk ibu mertuanya,walaupun hatinya sangat sakit kepada wanita itu dia tetap melakukannya,Karna biar bagaimana pun wanita itu tetaplah ibu mertuanya yang melahirkan suaminya.


Maria keluar dari kamar mandi,hari ini entah kenapa wanita menyebalkan itu belum juga berangkat kerja biasanya dia yang paling cepat berangkat tapi Sovia mengabaikan wanita itu karna baginya itu bukan urusan penting.


"Sovia,buatkan aku teh,masukkan di termos ya hari ini kami mengadakan kegiatan Pramuka,jadi aku butuh minum."Ucap Maria dari depan.Sovia menghentikan kegiatannya yang sedang memotong-motong daging ayam lalu membanting pisau dapur lalu berjalan menemui maria yang masih menyusun barangnya.


"Kamu pikir aku ini pelayan mu,enak sekali kamu menyuruh aku,kalau kamu mau silahkan buat sendiri,jangan karna selama ini aku diam kamu semakin merajalela."Ucap sovia,lalu dia menendang pas bunga yang ada di samping saking emosinya.Maria yang sedang membereskan semua perlengkapannya menghentikan aktifitasnya dia cukup tercengang melihat keberanian Sovia melawannya kali ini.


"Apa yang salah,aku kan cuma minta tolong kamu tidak perlu se marah itu kepadaku,lagian harusnya kamu itu pintar-pintar mengambil hatimu,agar nanti kamu melahirkan aku bisa membantumu membeli perlengkapan bayi mu,kamu pikir suami mu Adrian mau membiayai mu jangan mimpi kamu."Ucap Maria tidak kalah emosi,dia sangat tersinggung saat Sovia membanting pas bunga dengan kasar.


Sovia tidak peduli dengan ucapan Maria,dia berjalan menuju dapur lalu melanjutkan masakannya,rasanya dia semakin sadar kalau dia hannya diam keluarga suaminya akan semakin merendahkan dia sendiri.


Maria dengan kesal membuat teh lalu memasukkan ke termos dan membawanya keluar dari dapur wajahnya masam melihat Sovia yang masih sibuk.

__ADS_1


"Bodo amat dengan Kaka ipar durhaka sepertimu,aku membantumu terus tapi sedikit pun kamu tidak pernah menjaga perasaanku."Ucap sovia,setelah itu dia berangkat menuju rumah sakit.


Sovia mencari ruangan tempat ibu mertuanya dirawat,kalau bukan karna suaminya yang minta kepadanya,rasanya dia sangat tidak sudi merawat wanita itu.Sovia memasuki ruangan tempat ibunya di rawat,langkah Sovia terhenti di pintu ruangan saat dia melihat keadaan ibunya yang sedang struk,dia nga nyangka mertuanya bisa kena penyakit struk.


"Ma,aku datang bagaimana keadaan mu?" Tanya Sovia basa-basi,wanita itu hannya dia,melihat ibunya yang tidak bisa merespon Sovia membantunya untuk duduk lalu menyuapinya makan bubur.Melihat ibu sakit parah seperti itu tiba-tiba timbul juga rasa iba dihatinya,teringat dengan ibunya dikampung yang sering sakit-sakitan.


Walaupun mertuanya terlalu jahat selama ini kepadanya,Sovia tetap merawat wanita itu dengan baik,dia yakin suatu saat mertuanya akan sadar siapa menantu yang sebenarnya tulus mencintainya.Bahkan di saat dia sakit keras seperti ini satu pun anaknya tidak ada yang peduli,Amira adik iparnya saja tidak datang menjenguknya padahal kemarin suaminya Adrian sudah mengabarinya tapi sampai saat ini wanita itu belum muncul.


Saat mertuanya istrahat,Sovia juga istrahat dia tidak ingin karna merawat mertuanya dia ikutan sakit.Bosan menunggu mertuanya yang belum bangun akhirnya Sovia pergi ke super market dekat rumah sakit,dia membeli beberapa roti tidak lupa dia membeli teh untuk mertuanya.


"Sovia....Sovia," Sovia mencari suara yang memanggil namanya ternyata ibu RT mereka sudah datang mendekatinya.


"Beli beberapa roti untuk mertuaku yang sedang di rawat di rumah sakit ini bu."Jawab Dela,mengakhiri belanjanya,


"Sakit apa mertuamu,padahal ibu mau minta tolong kian kepadamu,"Ucap ibu RT ,Sovia sedikit kaget mendengar ucapan wanita itu,padahal hubungan mereka tidak sedekat itu,karna Sovia jarang mau bergabung dengan orang-orang dilingkungan mereka.


"Minta tolong apa Bu,aku akan membantu ibu jika memang aku bisa."Jawab Sovia masih terlihat kaget.


"Ibu pengen kamu membantuku di rumah makan milik ibu di pasar nanti aku bayar kamu satu juta Lima ratus setiap bulannya lumayan kan untuk kamu uangnya,dari pada kamu di rumah nga kerja nga dapat uang."Ucap ibu RT,Sovia sangat senang mendengar ucapan wanita itu,rasanya dia seperti mendengar berita yang sangat membuatnya bahagia.

__ADS_1


"Bu,aku sangat senang ibu mempercayakan aku,tapi Bu nanti aku kabari ibu kalau aku sudah bisa ya."Jawab Sovia,setelah itu mereka berpisah karna sovia harus masuk keruangan mertuanya karna dia takut mertuanya sudah bangun.


Saat sovia masuk kedalam ruangan mertuanya, dia melihat mertuanya sudah membuka mata tapi masih tiduran mungkin karna tidak ada yang membantunya untuk duduk.


"Ini aku bawa teh dan roti,aku akan membatu ibu untuk duduk."Ucap Sovia lalu mengangkat tubuh mertuanya dengan pelan-pelan.


Dengan sabar Sovia menyuapi ibunya,sampai mertuanya menghabiskan beberapa roti,setelah itu dia membantu wanita itu kembali rebahan,beruntung ibu mertuanya tidak gemuk jadi dengan mudah dia bisa membantunya.


Sovia sangat tergiur dengan tawaran ketua RT barusan,mengingat sebentar lagi dia membutuhkan banyak uang untuk biaya melahirkan dan membeli perlengkapan untuk calon bayinya.Mengingat suaminya yang sangat pelit,dia takut jika suaminya tidak memenuhi semua kebutuhan bayinya,kalau untuk dirinya dia tidak mempermasalahkannya lagi tapi tidak untuk calon bayinya.


Saat sedang dengan pikirannya tiba-tiba ruangannya terbuka teryata Amira adik iparnya datang untuk menjenguk ibunya,Sovia menghela napas lega karna ada yang datang untuk menggantikannya.


"Amira,untung kamu datang,kita bisa gantian menjaga ibu di rumah sakit ini,aku mau pulang karna ingin istrahat sebentar di rumah."Ucap sovia lalu mulai menyusun semua barang-barangnya untuk di bawa pulang.


"Kaka nanti malam kesini kan,aku tidak bisa menjaga ibu disini kalau malam karan aku ada acara nanti."Ucap Amira,Sovia menggeleng


"Aku tidak bisa biar nanti kak Maria dan kak Raka yang kesini."Ucap sovia lalu keluar meninggalkan rumah sakit.


*** bersambung****

__ADS_1


__ADS_2