
Rosa terdiam mendengar ucapan kakaknya,padahal dia sangat yakin jika Daniel menyukai kakaknya Sovia,terlihat jelas saat Daniel berkunjung kerumah mereka Rosa memperhatikan tatapan Daniel kepada kakaknya Sovia.
"Apa salahnya kakak,yang penting bukan kakak yang mengejarnya,dia yang sangat jatuh cinta kepada kakak,tidak ada salahnya kan." Ucap Rosa ,Sovia mengabaikan ucapan adiknya dan dia mulai membereskan membereskan dagangannya.
"Bisa saja Daniel menyukaiku,tetapi apa mungkin ibunya mau menerimaku,keluarganya mau menerima orang miskin seperti kita,aku sudah gagal sekali dan aku tidak ingin gagal lagi,kamu kan tau adrian juga punya pekerjaan yang bagus,keluarganya juga lumayan,tapi lihat bisa tidak dia bertanggung jawab kepadaku? dia malah selingkuh dengan wanita lain,bahkan aku kehilangan janinku,karena adiknya menganiaya aku yang tidak berdaya ini." Ucap Sovia,seketika dia teringat dengan perbuatan adik iparnya.Dia mengepal jari tangannya ingin sekali dia balas dendam saat ini,tapi dia belum bisa melakukan itu sekarang karena dia ingin pokus mencari uang dan mengumpulkan uang untuk Membayar DP rumah nantinya.Dia sudah berpikir untuk memiliki rumah sendiri di kota besar ini karena dia tidak punya keinginan untuk kembali ke desa.
"Sudahlah kakak,maafkan aku,suatu saat aku akan membantumu,untuk membalas dendam kepala wanita iblis itu." Ucap Rosa menyemangati kakaknya.
*****
Hari sudah mulai sore,Daniel sudah selesai dinas hari ini,dia datang kerumah sakit hannya sebentar karena ada panggilan mendadak,dia kesal seharusnya dia ingin menemui Sovia,tapi karena panggilan mendadak akhirnya, Kemabli kerumah sakit.Saat dia keluar dari dalam gedung rumah sakit,dari kejauhan amira sudah melambaikan tangan kepadanya,seketika perasaanya kesal,entah kenapa wanita itu selalu datang mengganggunya.
"Hai mas,kenapa lama sekali keluar bahkan aku sampai bosan menunggumu." Ucap Amira dia langsung mengapit lengan Daniel dan memaksanya berjalan bersama.Daniel menepis tangan Amira lalu menoleh ke arahnya,sepertinya dia harus memberi pelajaran kepada Amira wanita yang begitu mengganggunya.
"Kenapa kamu selalu mengikuti ku,kamu tidak punya pekerjaan lain,jika kamu membutuhkan pria untuk memuaskan nafsumu,di luar sana masih banyak pria yang bisa kamu bayar." Ucap Daniel dengan wajah sinis.Amira cukup kaget mendengar ucapan Daniel tapi dia sudah mempersiapkan segala resiko,sakit karena daniel bukan pria sembarangan.
__ADS_1
"Mas,kamu tidak bisa berbicara kasar seperti itu,aku menyukaimu,tentu saja aku harus terus mengejar mu,agar kamu terbiasa kepadaku." Jawab Amira.Dia belajar untuk menebalkan telinga mendengar ucapan kasar dari pria yang dia cintai.
Daniel tidak bisa berkata-kata dia hanya sadar jika Amira adalah wanita murahan,sama seperti wanita yang mengejarnya selama ini.Daniel yang sudah lelah,bingung harus bagaimana,dia menarik napas berat,
"Kamu mau kemana,aku ingin pulang aku sangat kelelahan." Ucap Daniel dengan suara parau,tadinya dia ingin menemui Sovia, melihat Amira yang lebih duluan datang terpaksa hari ini dia membatalkan untuk bertemu Sovia,dia takut jika dia menemui Sovia,maka Amira akan menimbulkan masalah untuknya.
"Amira,apa kamu ingin aku memuaskan nafsumu,aku sudah tau jika wanita sedang mengejar-ngejar diriku,mereka sebenarnya hannya ingin meminta kepuasan batin dariku." Ucap Daniel.Dan aku yakin kamu juga sangat membutuhkan kepuasan batin dariku makanya kamu sampai rela menungguku setiap saat." Ucap Daniel.Amira selalu dibuat kaget dengan ucapan Daniel bahkan saat ini dia cukup tercengang mendengarkan ucapan Daniel.
"Ayo,kita menginap di hotel mana aku akan memuaskan mu segera,jangan merasa aneh dengan ucapan ku,beginilah aku aslinya, bagaimana kamu masih ingin menganggu ku," Daniel sebenarnya tidak separah itu biasa berbicara kepada wanita tapi karena dia melihat Amira tidak punya harga diri sama sekali dengan terpaksa dia menghina harga diri Amira melalui kata-katanya.
"Mas,jangan seperti itulah,jujur aku sangat mencintaimu,dari awal aku sudah katakan kalau aku sangat mencintaimu,bukan karena ada alasan yang lain." Ucap Amira,dia berusaha terlihat tenang agar Daniel percaya dengan kebohongannya.
"Hah...Aku selalu mendengar jawaban yang sama dari wanita yang punya tujuan yang sama,kamu pikir aku percaya,sayangnya aku punya wanita yang sangat aku cintai,dia wanita yang sederhana,tidak banyak tingkah bahkan cenderung menghindar,kamu tau wanita seperti itu yang kuinginkan bukan wanita sepertimu." Ucap Daniel,Amira terdiam mendengar ucapan Daniel rasanya kata-katanya jauh lebih sakit dari pada ditusuk jarum,tapi mau gimana lagi dia sudah terlanjur cinta dan tertarik dengan pria sepertinya.
"Sudahlah mas,sepertinya kamu salah menilai aku,kita belum menjalaninya,jadi dia antara kita belum saling mengetahui,bahkan kamu saja belum pernah membawaku kemana pun dari mana kamu tau tentang aku kalau kita saja,belum pernah menjalaninya.Sudahlah lebih baik kita pergi saja mas." Ucap Amira.
__ADS_1
Daniel sudah kehabisan kata-kata,ternyata menghadapi Amira tidak segampang yang dia bayangkan,bagaimana bisa dia sudah menyindir Amira dengan ucapan paling rendah tetapi dia tetap tidak mengerti.
"Amira maaf aku masih ada urusan,kamu silahkan pulang jika memang kamu tidak ada pekerjaan." Ucap Daniel,dia bergegas masuk kedalam mobilnya lalu menguncinya dia takut Amira masuk kedalam mobilnya membuat dirinya dalam kesulitan.
"Sial,sepertinya aku harus menebalkan muka dan banyak stok sabar,Daniel pria yang sulit di dekati,mungkin karena terlalu banyak wanita yang menyukainya." Ucap Amira,dia pergi meninggalkan tempat itu dengan menaiki taksi online.
*****
Adrian baru saja,pulang dari kantornya,sudah tiga kali seminggu ini dia di panggil menghadap atasannya karena dia tidak konsentrasi dalam pekerjaannya,dia juga sudah melakukan beberapa kali kesalahan menambah banyak surat peringatan kepadanya.
"Ini semua karena Sovia,dia telah membuatku kehilangan semangat,seharusnya sebelum dia meninggalkan aku dia harus lebih dulu memberi peringatan kepadaku agar aku mempersiapkan diri,bukan malah pergi begitu saja." Ucap Adrian,dia beberapa kali memukul stang mobilnya,bahkan dia nyaris menyenggol mobil orang.
" Tin.....tin...tin...."Seseorang memperingatkan Adrian dari belakang Karen sepertinya Adrian tetapi melakukan kesalahan,Adrian tidak peduli dengan makian orang,dia terus melajukan mobilnya dan pergi dengan kecepatan tinggi.
Adrian menepikan mobilnya,padahal mobilnya Sudan hampir sampai rumahnya tapi entah kenapa dia begitu malas untuk kembali kerumahnya,membayangkan ibunya yang terlalu ikut campur masalah rumah tangganya sudah membuatnya muak dan benci.
__ADS_1
**** bersambung****