
Sovia mengikuti langkah Raisa dan juga pria asing itu,dia merasa aneh kenapa Raisa bisa begitu mesra dengan pria lain,entah kenapa dia menjadi kasihan dengan mantan suaminya,mungkin dia tidak akan cerai dengan suaminya kalau saja mertuanya tidak terlalu banyak ikut campur di rumah tangga mereka.
Sovia melihat Raisa dan pria itu memasuki mobilnya,sovia tidak bisa berkata-kata mungkin sudah takdir suaminya harus seperti itu.
"Kamu sedang melihat siapa sayang?" Tanya Daniel yang sudah berdiri dibelakangnya,Sovia menoleh ke arah suara itu,
"Tidak siapa-siapa kok mas,aku hannya Melihat istri mantan suamiku bersama pria lain,rasanya aneh saja karena mereka terlihat begitu mesra." jawab Sovia.Daniel hannya tersenyum dia membuka baju dokternya lalu menarik tangan Sovia untuk meninggalkan rumah sakit.
"Sudah sayang lebih baik kita pergi menghadiri undangan rekan kerjaku,sekalian aku ingin mengenalkan kamu kepada semua teman-temanku." Ucap Daniel,lalu mereka masuk kedalam mobil dan segera berangkat menuju rumah temannya.
Sementara itu Raisa datang ke rumah mertuanya di sana Adrian sudah menunggunya karena sebelumnya Raisa sudah memberi kabar kepada Adrian kalau dia ingin menyampaikan sesuatu.
"Mama mau kemana? Tumben kok rapi sekali,apa ada acara?" Tanya Raisa,dia melihat Amira ibu mertuanya dan juga kedua Kaka iparnya sudah berpakaian rapi.
"Kami mau ke rumah Sovia,aku ingin minta maaf untuk semua kesalahan yang kulakukan kepadanya di masa lalu,yah mungkin Tuhan sudah memberikan teguran kepada ku." Ucap Lilis,terlihat jelas raut penyesalan di wajahnya.
" oohh.. Begitu ya...Mas aku juga minta maaf kepada semua keluarga ini dan juga kepada mas Adrian,sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini,Karena sebenarnya aku sudah hamil anak pria lain,sekali lagi aku minta maaf." Ucap Raisa,dia mengeluarkan sebuah kertas lalu memberikannya kepada Adrian.Adrian meraih kertas itu dan membacanya setelah itu dia menandatangani surat cerai yang di berikan oleh Raisa kepadanya.
__ADS_1
Semau orang tampak kaget,mendengar ucapan Raisa mereka tidak menyangka wanita yang terlihat begitu baik di hadapan mereka selama ini memiliki sikap yang begitu buruk.Lilis menghela napas panjang,kali ini hidupnya benar-benar hancur bahkan,sekarang untuk marah pun dia sudah tidak punya kekuatan.
"Mama,aku minta maaf karena sudah mempermainkan pernikahan ini,mama aku juga akan mengembalikan uang yang mama berikan kepada suami Amira,karena sebenarnya pria itu adakah kekasih ku,aku sengaja untuk menyuruhnya menikahi Amira untuk mendapat uang itu." Ucap Raisa dan seketika Amira menagis,
"Hu.....hu....hu....Kamu tega melakukan ini kepadaku,kamu jahat....Pergi dari rumah ini,aku tidak ingin melihat mu disini lagi."Ucap Amira,Lilis segera memeluk anaknya,dia merasa bersalah untuk semua perbuatannya selama ini karena ulahnya semua anaknya kena karmanya.
Setelah Raisa keluar dari rumah itu,semua orang terlihat diam,dalam pikiran masing-masing mereka sudah menerima akibat dari kesombongan yang mereka pelihara di hari mereka selama ini,Lilis terlihat menagis sesenggukan,rasanya dia sudah tidak punya wajah untuk menemui Sovia dan keluarganya.
"Sudahlah ma,setiap orang itu pasti pernah melakukan kesalahan Maria juga merasa berdosa selama ini Maria begitu sombong ke pada Sovia,aku sangat menyesali semua sikapku kepadanya." Ucap Maria,Lilis terdiam mendengar nasihat menantunya.
"Dia bukan wanita seperti itu,bahkan sampai hari ini aku belum terima saat ada pria lain yang ingin menikahinya,aku masih mencintainya,besok aku akan pergi meninggalkan kota ini,aku ingin melupakan semua kenangan buruk yang ada di kota ini." Ucap Adrian.Setelah mengucapkan kata-katanya Adrian meninggalkan semua keluarganya di dalam rumahnya dia enggan untuk ikut ke rumah Sovia.
*****
Sementara itu Daniel dan sovia baru saja kembali ke rumah sovia setelah mereka menghadiri undangan rekan kerja Daniel.Pada saat mereka sampai di halaman rumah,Sovia melihat sebuah mobil mewah terparkir di sana,Sovia mengerutkan kening,karena dia tidak tau siapa yang datang ke rumahnya.
Sovia segera masuk ke dalam rumah,dia ingin melihat siapa tamu ibunya hari ini,pada saat dia sampai di dalam rumah dia sudah melihat Rosa dan pacarnya duduk di sopa,
__ADS_1
"Kakak sudah pulang,kenalkan kakak,ini pacar aku dia datang kesini menemui ibu." Dimas langsung menyodorkan tangannya lalu menyalami Sovia,dan saat itu Daniel juga masuk ke dalam rumah mereka dan mereka akhirnya mengobrol bersama di dalam rumah.
Mereka berbicara panjang lebar,Rosa tampak sangat bahagia Sovia jelas melihat kebahagian di wajah adiknya,dia hannya berharap pria itu serius kepada Rosa,tetapi melihat Dimas yang begitu sopan dan sederhana Sovia yakin jika Dimas adalah pria baik-baik.
Pada saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba sebuah mobil memasuki halaman mereka Sovia sedikit kaget karena dia sudah mengenali mobil itu.
"Siapa itu Kakak?
"Tidak tau,sepertinya dia mantan mertua kakak." Jawab sovia benar saja,pada saat itu semua keluarga mantan suaminya sudah datang memasuki rumahnya dan saat itu Amira langsung berlari mendekati Sovia lalu bersujud minta maaf kepada Sovia.
"Kaka....Maafkan aku,untuk semua kesalahan ku di masa lalu aku minta maaf kak,aku tau aku bukan orang yang layak di maafkan lagi tapi untuk saat ini aku meminta maaf kepadamu." Ucap Amira sambil terus menagis.Sovia sangat kaget di perlakukan seperti itu dan dia segera meraih pundak Amira lalu membawanya ke atas sopa dan semua keluarga nya duduk dan minta maaf kepada Sovia dan juga keluarganya.
Ternyata hari ini semua berakhir dengan baik,ibu mertua dan Kaka ipar dan adik iparnya meminta maaf dengan tulus kepada Sovia.Pada saat itu Sovia ingin menanyakan keberadaan mantan suaminya tapi dia merasa enggan karena Daniel ada disana.
Ibunya Sovia sangat bersyukur untuk ke bahagian yang dia dapatkan hari ini,ternyata kesabarannya dan juga anak-anak nya membuahkan hasil yang baik,kini mantan keluarga anaknya datang dan meminta maaf kepada mereka.
**Tamat.**
__ADS_1