Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 33 ~ Berantem ~


__ADS_3

Sepanjang malam Adrian berulang kali menghubungi istrinya,tapi Sovia sama sekali tidak meresponnya.Adrian berulang kali mengumpat karna Sovia tidak mau mengangkat panggilannya,bahkan dia menghubungi nomor mertuanya tapi mereka semua sepertinya senagaja tidak mengangkat ponselnya.


Sampai pagi harinya Adrian menghubungi Sovia,tapi tetap tidak ada jawaban.Adrian sangat ketakutan sejujurnya dia sama sekali belum siap harus berpisah dari istrinya.


"Bagaimana bang,dimana katanya Sovia,belagu banget dia jadi wanita,sok-sokan dia kabur dari rumah ini,apa dia pikir dia sudah hebat." Ujar Amira,baru pagi wanita itu sudah datang menghampirinya kedalam kamar dan berkacak pinggang membuat Adrian emosi.


"Kamu bisa diam tidak,keluar dari kamarku,semakin hari etika mu semakin tidak terkendali ,bagaimana bisa kamu berani masuk ke kamar Abang mu sendiri.Dasar anak kurang ajar keluar kamu." Adrian membentak Amira,hingga Amira malu,dia keluar dari kamar abangnya perasan yang sangat malu.


Amira berjalan menuju kamar mandi,tumpukan piring dan pakaian sudah menantinya belum lagi semua peralatan dapur kotor,kepalanya sangat pusing melihat sekelilingnya.


Raka dan Maria duduk di kursi makan,Maria membuka tudung saji,dia cukup kaget karna makanan tidak ada sama sekali,seketika Maria emosi padahal dia sudah lumayan lapar karena sudah biasa dia sarapan pagi.


"Amira,...Amira," Maria menjerit memanggil adik iparnya, mendengar suara kakaknya yang sangat melengking Amira langsung berjalan menghampiri ke Kakak iparnya.


"Ada apa sih kak,suaramu sangat membuatku kesal pagi ini," Ucap Amira dengan wajah ditekuk dia benar-benar tidak suka melihat tatapan Kakak iparnya kepadanya.


"Kenapa kamu tidak masak? Kamu kan tau kakak sama abang mu harus sarapan sebelum berangkat kerja kenapa kamu malah tidak masak." Ucap Maria dengan nada sedikit mengeras membuat Amira kesal dan emosi.

__ADS_1


"Kenapa tidak Kaka saja yang masak,kenapa harus aku,emang kakak pikir setelah Sovia minggat aku jadi babu di rumah ini gitu,maksud Kaka," Amira tidak mau kalah dia langsung membentak Maria dengan kasar hingga menimbulkan emosi bagi kedua wanita itu hingga pertengkaran hebat tidak bisa dihindari kedua wanita itu.


"Sudah....Sudah...Kamu sebagai adik harus mengalah Amira,kamu kan tau kakakmu itu kerja harusnya kamu dong yang memasak."Ucap Raka membela istrinya,Maria langsung tersenyum puas karena ternyata suaminya lebih membelanya dari pada adiknya yang sangat membuatnya kesal.


"Tidak bisa begitu dong kak,kalian kan ada gaji carilah pembantu di rumah ini,apa pun yang terjadi aku tidak mau mengerjakan semua pekerjaan rumah."Jawab Amira, dia tidak terima dengan ucapan abangnya ,dia hendak meninggalkan meja makan dan saat itu Adrian juga keluar dari kamar dengan wajah kusut.


"Kenapa kalian ribut,apa kalian baru sadar jika sovia itu sangat berarti di rumah ini,selama ini kalian selalu mencari masalah dengannya,sekarang baru tau rasa kan,apalagi kamu Amira,aku yakin suatu saat kamu akan merasakan akibat dari semua perbuatan mu kepadanya."Ucap Adrian,seketika amira semakin kesal dengan semua orang yang ada di rumahnya.


"Sudahlah bang,jangan membuatku semakin emosi istrimu kemana,suruh dia pulang segera,tidak kah abang kasihan nanti kepada ibu,siapa yang mengurus ibu disini sendirian." Ucap Amira,akhirnya dia meninggalkan mereka semua di meja makan,jadilah mereka berangkat kerja tampa sarapan pagi ini.


*****


"Bagaimana bisa Sovia pergi tampa ijin dariku,seharusnya kalau dia merindukan ibunya dia bisa ijin bukan pergi begitu saja bahkan membawa semua baju-baju nya." Ucap Adrian.Selama satu hari ini sangat terlihat Adrian tidak punya semangat sedikit pun,wajahnya terlihat lesu bahkan pekerjaan nya tidak ada yang beres.


"Adrian ada pacarmu itu,dia datang membawa makanan,enak banget hidupmu punya selingkuhan dan juga istri yang sangat mempercayai mu." Ucap Anton sahabatnya,Adrian beranjak dari tempat duduknya lalu keluar dari kantor dan menemui Raisa yang sudah berdiri di samping mobilnya yang terparkir.


"Sayang,kenapa kamu tidak menjawab ponselmu dari tadi malam,kamu membuatku khawatir,ini aku bawa makanan,nanti sore kita ketemu di cafe yang biasa ya mas." Ucap Raisa lalu mencium wajah adrian lalu kembali masuk kedalam mobilnya tampa mendengar ucapan apa pun dari adrian.

__ADS_1


Adrian sangat kesal mendapat perlakuan yang sangat memalukan dari Raisa,bahkan beberapa orang tertawa kepadanya karena ulah murahan yang dibuat oleh Raisa di depan umum.


"Mungkin pacar mu sudah tidak sabar menunggumu, sampai pulang kerja hingga dia melakukan hal yang tidak senonoh di hadapan umum,bagaimana kalau yang merekam kejadian barusa lalu menyebarkan ke sosial media kamu bisa viral." Ucap rekan kerjanya seorang wanita yang sudah lama jatuh cinta kepadanya tapi Adrian tidak membalasnya karna dia tidak mencintai wanita itu.


"Bilang saja kalau kamu pengen,tidak usah mengelas seperti itu." Jawab Adrian lalu kembali masuk ke dalam kantornya.Wanita itu merasa heran dengan sikap adrian karena tidak biasanya dia bersikap tidak sopan seperti itu.


*****


Sovia baru saja sampai di terminal kota ini,dia membawa ibu dan adiknya menaiki sebuah mobil taksi online,dia sengaja memesan taksi agar ibunya merasa nyaman,mulai hari ini dia sudah berjanji akan memberikan kebahagian kepada ibunya.Rumah tangganya bisa saja gagal tapi dia tidak ingin gagal menjadi anak yang berbakti kepada orang tuanya.


"Kakak,masih lama tidak kita sampai di kontrakan mu?" Tanya Rosa,dia sudah sangat kelelahan,selama hidupnya ini pertama kalinya dia menginjakkan kakinya kota besar,bahkan dia sangat mengagumi semua gedung-gedung pencakar langit.


"Masih lumayan,kenapa kamu sudah capek ya dek." Tanya Sovia,sepanjang perjalanan dari kampungnya Rosa beberapa kali muntah karena dia sangat mabuk.


Akhirnya mereka sampai di halaman rumah kontarakan Sovia,Rosa keluar dari mobil dengan perasan yang sangat bahagia,akhirnya dia bisa menginjakkan kaki di kota besar,akhirnya cita-citanya dari kecil untuk tinggal di kota tercapai juga.


Sovia membuka pintu rumah,lalu mereka masuk,tapi karena tikar atau tempat duduk apa pun masih kosong akhirnya Sovia mengajak mereka ke pasar untuk membeli perlengkapan dapur mereka.

__ADS_1


"Kakak,enak banget ya tinggal di kota,suasana ramai,orang-orang pada umunya tidak peduli dengan orang lain,bukan seperti di kampung semua semua sok tau dengan kehidupan orang lain." Ucap Rosa.Sovia hannya tersenyum menanggapi ucapan adiknya,suatu saat adiknya akan tau kehidupan orang kota yang sesungguhnya.


*** bersambung***


__ADS_2