Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 7 ~ Tidak dihargai ~


__ADS_3

Sovia tidak peduli apa pun yang dikatakan oleh keluarga suaminya kepadanya,kali ini perasaanya memang sangat tidak enak saat kehadiran wanita itu kerumahnya,dan sambungan hangat dari keluarganya untuk wanita itu.


"Sovia memang semakin kelewatan iya,semakin hari sikapnya semakin menyebalkan,aku sangat tidak menyukainya akhir-akhir ini,apa mungkin karna dia sudah hamil makanya sok berkuasa."Ujar Maria,dan di dukung oleh mertuanya,dan saat itu Sovia bisa mendengar jelas pembicaraan mereka tapi dia tidak peduli sama sekali,dia terus memandangi jalan menunggu kepulangan suaminya.


"Sovia apa yang kamu lakukan disini? Kamu menunggu Adrian suami mu,dia sedang keluar kamu tidak perlu menunggunya dia pasti akan lama."Ucap mertuanya dari dalam teriakannya cukup menggema hingga Sovia mendengar ucapan mertuanya dengan sangat jelas.


Seketika darah sovia mendidih mendengar ucapan mertuanya,dia kadang sangat heran melihat sikap ibu mertuanya,entah kenapa dia bisa sejahat itu kepada menantunya sendiri padahal dia punya anak gadis,Sovia terkadang berfikir apa orang tua itu tidak takut suatu saat anaknya punya mertua seperti dia.


"Ma...Mama apa-apaan sih,kenapa mama mengijinkan mas Adrian mengantar wanita itu pulang? Tanya Sovia yang sudah berdiri di dekat mereka,seketika semua orang yang ada disana menatapnya dengan sinis dan dibarengi senyuman merendahkan.


"Sovia!!! kamu cemburu? kamu tidak sadar diri kamu siapa? dan Raisa itu siapa,kamu tidak lihat Raisa itu Uda pegawai negri tidak pantas orang sepertimu cemburu kepadanya."Ucap Maria,dengan tatapan bengis dia sangat kesal melihat Sovia karna dia tidak menuruti keinginannya.


"Aku tidak berbicara kepadamu kak,aku bicara sama ibu,kenapa ibu memberi ijin kepada mas Adrian untuk mengantar wanita itu."Ucap Sovia kali ini dia benar-benar emosi terlihat dari tatapannya dan dadanya yang naik turun menahan emosi.


"Kenapa dengan tatapan mu itu,untuk apa mama melarangnya toh dia sendiri yang menawarkan jasanya,dan kamu tau mungkin dia sudah muak melihat mu di rumah ini,Uda tau belum ada penghasilan sok-sokan pakai hamil segala."Ucap mertuanya dengan santai,membuat Sovia semakin marah.


"Pergi kau dari sini,sana kerja,kamu nga usah belagu sekarang kamu hanya perlu sadar diri."Ucap mertuanya.Sovia kembali ke kamar dengan perasaan yang sangat sedih,dia tidak bisa mengungkapkan kesedihannya dengan kata-kata dan hannya bisa melampiaskan emosinya melalui tangisan.

__ADS_1


Sore berganti malam,dan Samapi saat ini Sovia belum melihat kehadiran suaminya di rumah membuat Sovia semakin khawatir dan ketakutan.Sovia berjalan ke arah jendela kaca yang ada di kamar itu dia mengintip keadaan luar dari kaca jendela dan disana terlihat sangat sepi.


Sovia termenung sendirian di dalam kamar,dia tidak bisa membayangkan jika ke khawatirannya terjadi menimpa hidupnya,terkadang Sovia bingung dengan keluarga suaminya, selama ini Sovia selalu berusaha menjadi menantu yang baik dengan menuruti semua keinginan mertuanya tapi semakin hari sikap mertuanya semakin menunjukkan rasa benci yang sangat berlebihan kepadanya.


Sovia benar-benar lelah dengan semua perlakuan keluarga dari suaminya tapi dia selalu bertahan karna dia tidak mungkin bisa pergi dari Adrian,dia menyadari keadaannya yang sedang hamil,bagaimana dia menjalani hari-hari jika tampa suaminya sementara dia tidak punya uang sama sekali dan orang tuanya juga sangat susah di kampung.


Tampa sadar air matanya menetes,entah kenapa keluarganya yang sangat miskin di kampung hingga mereka sering dikucilkan dari kampungnya,dulu Sovia sangat bahagia saat Adrian melamarnya seorang pria yang mapan,dan orang kota dia mengira saat Adrian menikahinya maka derajat orang tuanya akan terangkat juga kenyataannya harapannya terlalu tinggi dan semuanya tidak sesuai dengan mimpinya.


Hal inikah yang membuat dia masih bertahan kepada Adrian karna dia sangat takut jika dia pulang maka semua orang kampung akan menghinanya habis-habisan.


"Apa yang kamu lakukan dikamar ini,kenapa kamu tidak menyiapkan makanan untuk semua orang?" Tanya Adrian,mungkin karna dia terlalu asik dalam pikirannya hingga dia tidak menyadari suaminya yang sudah masuk kedalam kamar.


"Aku mengantar pulang Raisa!! Kenapa pertanyaan mu sangat aneh,apa aku tidak bisa mengantarnya pulang? Apa perlu aku harus ijin kepadamu? "Tanya Adrian,terlihat jelas di wajahnya jika dia tidak menyukai Sovia yang mencurigainya.


"Ohh begitu ya mas,kamu mengantarnya pulang dengan suka rela,kamu tau tidak mas aku sangat sakit hati,sangat kecewa kepadamu mas,aku ini istrimu mas orang yang sudah kamu nikahi,tapi kenapa aku selama menikah denganmu sekali pun kamu tidak pernah mengijinkan aku untuk menaiki mobilmu." Ucap Sovia,dia sudah sangat gemetaran menahan amarah dan juga rasa cemburu yang sangat tinggi.


"Kamu gila ya,kenapa semenjak kamu hamil,rasanya masalah kecil saja kamu besar-besarkan aku sangat frustasi melihat sikapmu yang berlebihan itu,tidak bisa kah kamu bersikap biasa-biasa saja."Adrian langsung keluar dari kamarnya dan membanting pintu dengan sangat kasar.

__ADS_1


"Mas...Aku belum selesai bicara ."Sovia menjerit ,tapi Adrian mengabaikannya panggilannya dan dia keluar membawa mobilnya membuat Sovia tidak bisa berkata-kata.


"Lihatlah adrian sudah keluar lagi,makanya jadi istri itu harus bisa membahagiakan suami dan harus tau diri,sudah tidak punya pekerjaan tapi tuntutan banyak,harusnya kamu bersyukur punya suami punya pekerjaan mapan dan gaji tinggi."Ucap mertuanya menyudutkannya.Sovia menatap mertuanya dan Kaka iparnya yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya.


"Ma,apa guanya mas Adrian gajinya tinggi jika aku sebagai istrinya tidak pernah menikmatinya sekali pun? "Jawab Sovia dengan nada menekan,wajah mertuanya langsung berubah,sepertinya dia kena mental mendengar ucapannya.


"Sudah maria,kita keluar,bicara sama orang bodoh memang agak susah."Ucap mertuanya mungkin dia malu mendengar ucapan menusuk menantunya.


Sovia berusaha terlihat tenang dia pasrah dengan sikap suaminya dia takut terjadi sesuatu kepada bayinya jika dia terus tertekan.Saat sedang berjalan menuju dapur tiba-tiba ibu mertuanya jatuh ke lantai dan langsung pingsan.


"Brakkkk....." Semua orang yang berada di ruangan itu sangat kaget melihatnya jatuh kelantai dan pingsan.


"Mama....Mama...mama,kenapa apa yang terjadi dengan mu ma."Ucap Raka berlari ke arah ibunya dan mengambil air lalu membasuh wajah ibu tapi dia belum sadar juga.


"Mas mama kenapa,mari kita bawa dia ke rumah sakit."Ucap maria,Raka langsung menggendong ibunya dan memasukkannya kedalam mobil lalu melarikannya kerumah sakit.


Sovia yang melihat itu tidak tersentuh sedikit pun,bahkan rasanya dia sangat tidak peduli karna sudah terlalu banyak rasa sakit hati yang diberikan wanita itu kepadanya..

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2