
Sovia ibunya dan Rosa berjalan mengelilingi pasar tradisional yang cukup ramai,mereka membeli semua perlengkapan rumah tangga mereka,tidak lupa Sovia juga membeli bahan makanan untuk mereka dan juga bahan-bahan untuk dagangannya besok.
"Kakak,sudah berapa lama kakak mulai jualan sehingga Kaka berani membawa kami kekota ini?" Tanya Rosa penasaran.
"Baru satu bulan ini dek,tapi kakak sangat yakin jika kita pasti sukses di kota ini,kakak melihat banyak peluang disini." Ucap Sovia memberi semangat kepada adiknya.
Setelah mereka selesai belanja, mereka pulang ke kontrakan mereka,karena hari masih sore Sovia menghabiskan waktu membersihkan pekarangan rumahnya,sementara Rosa memasak untuk makan malam mereka nanti malam.
******
Hari sudah sore Maria dan suaminya kembali kerumah begitu juga dengan Adrian mereka sampai hampir bersamaan,Adrian memasukkan mobilnya ke bagasi,hari ini tidak mau menemui Raisa ke cafe yang sudah di katakan oleh Raisa bahkan Adrian mematikan ponselnya karena dia tidak mau Raisa terus menganggu nya.
Adrian turun dari mobil duluan lalu masuk kedalam rumah ,dia sangat kaget melihat rumah yang sangat berantakan,bahkan bahkan piring-piring kotor serta pakaian kotor belum juga di bersihkan dan ternyata Amira pergi dari tadi pagi hingga sore begini belum pulang bahkan ini mereka tidak makan dari tadi pagi.
"Dasar bodoh kemana perginya anak itu,tega sekali dia meninggalkan ibu di rumah sendirian bahkan dia tidak memberi ibu makan dari tadi pagi." Ucap adrian,akhirnya dia pergi membeli makanan untuk ibunya.
"Memangnya kemana Amira,kenapa rumah bisa hancur begini?" Tanya Raka,sementara itu maria tidak peduli sedikit pun dia malah masuk kedalam kamarnya lalu tidur tidak mau peduli dengan semua pekerjaan yang sudah menumpuk.
__ADS_1
Adrian menyuapi ibunya,sampai selesai makan lalu membantu ibunya membersihkan kamarnya yang sudah penuh dengan sampah.Adrian berulang kali mengumpat kepada Sovia yang pergi meninggalkan rumah begitu saja.
"Aku tidak akan memaafkan mu kalau kamu kembali kerumah ini Sovia,dasar kamu memang orang tidak berguna." Maki Adrian,rasanya dia sangat kesal dengan Sovia karena sampai saat ini Sovia belum juga mau mengangkat panggilannya.Raka dan Adrian tampak sibuk membersihkan rumah,semua piring kotor di bersihkan oleh Adrian beberapa kali dia memaki Raka abangnya yang begitu memanjakan istrinya hingga tidak mau membantu pekerjaan rumah.
"Bang jangan terlalu memanjakan istrinya tidak baik,lihatlah bagaimana bisa kakak ipar tega membiarkan kita bekerja disini sementara dia tidur enak-enakan di kamarnya." Sungut adrian,Raka hannya bisa diam karena dia tidak berani menyuruh istrinya melakukan keinginan mereka semua.
Setelah semuanya lumayan bersih,Adrian kembali ke kamar mandi,lalu membuang semua pakaian kotor yang ada di kamar mandi ke luar,dia kesal karena kebanyakan itu milik maria dan suaminya.
"Enak sekali dia,meletakkan baju kotor nya di dalam sini,dia terlalu hidup enak selama ini di bantu oleh Sovia,tapi dia tidak pernah memberikan sedikit pun rasa penghargaan kepada Sovia.Makanya Sovia nekat kabur itu semua karna wanita brengsek ini."Sungut adrian sambil melempar keranjang pakaian kotor ketempat pembuangan sampah.
Adrian mencoba memejamkan matanya,dia memandang langit-langit kamarnya,tatapan nya kosong,baru saja Sovia meninggalkan dia beberapa hari ini entah kenapa dia sudah sangat merindukan istrinya itu.Adrian mengambil ponselnya lalu kembali menghubungi nomor Sovia tapi sayang kali ini nomor itu sudah tidak aktif lagi.
"Mungkin Sovia sudah lelah hidup denganku,sejujurnya aku belum siap kehilangan dia,aku rasa tanpa Sovia pasti rumah ini bagai neraka setiap hari karena tidak akan ada wanita disini yang seperti istriku melakukan sesuatu dengan ikhlas." Batin Adrian.
*****
Keesokan paginya,Sovia sudah bersiap-siap ingin pergi berjualan,Dia memang masih berjualan di tempatnya yang lama,dia tidak peduli jika suatu saat adrian memergokinya karena dia merasa tidak perlu bersembunyi dari pria itu.
__ADS_1
Sovia dan Rosa berjalan mendorong gerobaknya menuju sekolahan,dia sangat bahagia akhirnya dia bisa berjalan mulai pagi hari itu artinya mungkin penghasilannya akan semakin lebih besar.
Mereka baru saja sampai di tempat jualan anak-anak sudah berhamburan menyambut Sovia,mereka sudah kangen ingin makan jajanan yang di jual oleh Sovia.Rosa sangat antusias membantu kakaknya rasanya dia begitu bangga bisa berdagang di tempat itu.
Sovia dan Rosa pulang saat hari sudah mulai sore seluruh jualannya hari ini ludes tak tersisa,sudah bisa dipastikan kalau hari ini Rosa dan Sovia sudah mendapat untung yang sangat banyak.
****
Sementara itu di sebuah mall seorang wanita sedang berlari kecil mengejar dua orang pasangan yang terlihat sangat mesra,yaitu Amira dan pacarnya suami orang.
"Mas,lihat itu bagus kan,aku sudah lama menyukai ini sayang." Ucap Amira dengan manja kepada pacarnya,mereka singgah kesebuah butik yang cukup mahal.
"Ambillah sayang,selagi kamu suka ayo ambil,aku akan menuruti semua keinginanmu,sekali kamu bisa membuatku puas." Jawab pria itu dengan senyum makanya dan saat itu tangannya meremas bokong milik Amira.
"Mas...Sedang apa kamu disini bersama wanita ini?
*** bersambung***
__ADS_1