Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 28 ~ Kejam sekali ~


__ADS_3

Adrian berjalan melewati lorong rumah sakit menuju ruangan istrinya di rawat.Saat dia sampai di sana dia sedikit kaget melihat dokter yang sedang memeriksa Sovia,sang dokter terlihat tersenyum ramah kepada Sovia,Adrian menghentikan langkahnya di depan pintu,


"Baiklah Sovia,kamu hari ini bisa pulang,kamu pulang naik apa?" Tanya dokter,Adrian yang mendengar ucapan dokter langsung masuk dan mendekati mereka.


"Dia pulang bersamaku,karna dia istriku."Jawab adrian,terlihat wajah tidak suka dari Adrian,tetapi dokter menanggapinya biasa saja.Setelah dokter keluar,Sovia berusaha bangun,lalu memakai sendal jepitnya,wajahnya masih terlihat pucat.


"Kamu disini dulu,aku mau mengurus administrasinya dulu,kalau tidak kamu berjalan duluan keluar,terus tunggu aku disana." Ucap adrian,lalu meninggalkan Sovia.Beberapa orang satu ruangannya merasa kasihan dengan Sovia,


"Dek,itu suami kamu, kejam ya,sepertinya dia tidak mencintaimu makanya dia tidak peduli dengan keadaan mu,kamu yang sabar saja ya dek." Ucap seorang pasien kepada Sovia,dia sudah memperhatikan Sovia dari kemarin dan perlakuan Adrian kepadanya.Sovia mengangguk lalu pamit keluar lebih dari ruangan itu.


Sovia duduk di ruang tunggu menunggu suaminya keluar dari ruang administrasi.Sovia merasa lega karna suaminya tidak meributkan pembayaran biaya selama dia di rumah sakit.Sovia tidak tau jika dia sudah memiliki BPJS yang di potong dari gaji suaminya,karna Adrian tidak pernah terbuka sama sekali tentang penghasilan dan pekerjaannya.


"Mari kita pulang,kamu bisa jalan sendiri atau aku panggil perawat untuk mengantarmu ke mobil pakai kursi roda?" Tanya Adrian,sovia menggeleng karna dia merasa itu sangat berlebihan.


Setelah mereka masuk kedalam mobil,Sovia hannya diam,sebenarnya dia sangat lapar tapi Karna dia tidak membawa uang sama sekali akhirnya dia hannya bisa diam,dan tidak berani meminta kepada suaminya.

__ADS_1


Setelah mereka sampai di rumah,semua orang menatap tidak suka kepada Sovia,rasanya mereka menganggap kalau Sovia terlalu manja dan cengeng.Sovia tidak peduli tatapan Kaka dan adik iparnya,dia langsung masuk kedalam kamar mandi karna dia ingin buang kecil.


Saat masuk kedalam kamar mandi Sovia sangat kaget melihat tumpukan piring dan pakaian kotor,seketika emosinya naik,rasanya ingin sekali dia membuang semua piring dan pakaian kotor yang ada di kamar mandi,dia merasa semua orang dirumah itu sangat keterlaluan,bahkan di saat dia sakit saja,mereka tidak peduli bahkan mereka seperti binatang yang membiarkan bekas makanannya tampa di cuci.


"Sovia apa yang kamu lakukan disana? Kamu harus istrahat supaya besok,kamu bisa kembali sehat seperti biasa."Adrian memanggilnya dari dalam kamar,Sovia mengelus dadanya dan berusaha menahan emosi dia tidak ingin semua rencananya berantakan hannya karna masakan sepele karna dia belum punya tabungan yang cukup untuk mencari kontrakan untuk ibu dan adiknya.


Sovia keluar dari dalam kamar mandi lalu masuk kedalam kamarnya,saat itu Adrian sudah menunggunya lalu menyerahkan semua tagihan rumah sakit kepadanya.


"Sovia,ini tagihan selama kamu di rumah sakit,aku tadi sudah mendahulukan uangnya,karna aku tau kamu tidak membawa uang tadi." Ucap adrian santai sementara itu Sovia sangat kaget mendengar ucapan yang dilontarkan suaminya.


"Terus mau kamu apa,aku yang membayar enak sekali kamu,nanti kamu jadi kebiasaan sakit biar aku yang bayarin,pokoknya aku tidak mau tau sekarang kamu harus membayar semuanya dua juta delapan ratus ribu,sekarang bayar." Ucap adrian,tampa pikir panjang Sovia membuka lemarinya lalu mengambil uang yang dia simpan,setelah itu dia melempar uang sebanyak tiga juta ke wajah Adrian suaminya,kali ini Sovia benar-benar kecewa kepada suaminya.


Setelah menerima uang yang diberikan oleh Sovia Adrian keluar dari rumah,membawa mobilnya yang membuat Sovia semakin sakit hati.Adrian pergi menemui Raisa dirumahnya,kebetulan kedua orang tua Raisa sedang pergi untuk beberapa hari makanya dia meminta Adrian menemaninya.


"Sayang,kamu dari mana kenapa lama sekali." Ucap Raisa sambil bergelut manja di dada bidang milik Adrian,hubungan mereka semakin hari semakin dekat bahkan mereka sudah berkali- kali menginap di hotel.

__ADS_1


"Dari mana lagi,aku tadi menjemput Sovia dari rumah sakit,tidak mungkin dia pulang sendiri,lagian dia tidak punya uang untuk membayar biaya di rumah sakit,jadi aku memakai kartu jaminan kesehatan untuknya." Ucap adrian,Raisa terlihat tidak senang dia langsung melepaskan pelukannya dan meninggalkan Adrian di ruang tamu.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Adrian lalu mengikuti Raisa ke dapur,setelah itu dia memeluk pinggang kecil milik Raisa dan membawanya kepelukan nya.


"Kamu cemburu ya sayang,maafkan aku,ya aku tidak berniat membuatmu marah dan cemburu,tenang saja hatiku sudah menjadi milikmu,lihatlah bahkan malam ini aku datang menemanimu disini." Ucap adrian menggoda Raisa agar tidak marah lagi kepadanya.


Semetara itu,Sovia masih menunggu Adrian Kemabli,dia berulang kali membuka pintu dan menatap jalan menunggu kepulangan suaminya,dia sudah menghubungi nomor adrian beberapa kali tapi sayang nomornya tidak aktif.


"Sudah kamu tidak usah menunggu,kamu tidur sana karna besok kamu harus kerja lagi kamu tidak melihat begitu banyak tumpukan piring kotor dan pakaian kotor di kamar mandi?" Ucap Amira sinis,ingin sekali Sovia memaki Amira tapi dia berusaha menahan emosi karna dia malas ribut dan malas meladeni Amira.


"Kenapa kamu menatapku,seperti itu,kamu tidak terima kata-kataku,sudah lah kamu harus ikhlas menjadi menantu yang tak di anggap makanya,kalau sudah tidak tahan lebih baik kamu pergi dari rumah ini,Lagian kehadiran mu di rumah ini tidak pernah diterima di rumah ini." Ucap Amira.Mendengar kata-kata adik iparnya yang sangat menusuk,sovia kembali masuk kedalam kamar,dia mengambil ponselnya lalu kembali menghubungi nomor suaminya tapi sayangnya terus saja di luar jangkauan.


"Kemana sih dia sampai ponselnya mati segala,semakin hari hubunganku dan suamiku semakin jauh saja,ada apa dengan mas Adrian apa dia masih ada hubungan dengan wanita yang pernah dibawanya ke rumah ini." Sovia merebahkan tubuhnya di atas ranjang,malam ini perasaanya benar-benar tidak enak sama sekali,dia merasa sangat jauh berubah.


"Apa perlu aku menyelidikinya,bodoh sekali,haruskah aku melakukan hal bodoh demikian,rasanya lelah sekali menjadi menantu miskin,tidak di hargai dan juga sering di rendahkan." ucap Sovia.Semakin dia mencoba tenang pikirannya semakin gelisah memikirkan suaminya.

__ADS_1


**** bersambung****


__ADS_2