Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 59 ~ Di lamar seorang dokter ~


__ADS_3

Akhirnya Adrian memutuskan kembali ke rumahnya setelah ibunya beberapa kali datang ke tempat kerjanya,dia sudah malu karena ibunya terus mengomelinya di tempat kerjanya.Dan hari ini mereka sedang sibuk untuk mempersiapkan acara pernikahan Amira dan calon suaminya yang akan di gelar dua hari lagi di rumah mereka.


"Adrian kenapa istrimu tidak pernah pulang lagi kesini,mama ingin nanti kita semua terlihat kompak disini!" Ucap Lilis,Adrian mengabaikan ucapan ibunya,dia merasa heran dengan sikap ibunya yang tidak ada perubahan sedikit pun.Dia tidak sadar dengan kejadian yang menimpa anak-anaknya,rumah tangganya sendiri berantakan sementara anaknya hamil di luar nikah dan harus membayar mahal orang untuk menikahi Amira.


Panjang umur saat itu tiba-tiba saja Raisa sudah muncul di sana,dia membawa beberapa bungkusan,sepertinya dia sedang habis belanja,Lilis menatap menantunya dengan Lilis karena dia jarang sekali terlihat akhir-akhir ini.


"Ternyata ingat pulang juga kamu,di saat semua orang sedang sibuk di rumah ini kamu malah enak-enakan diluar sana,belanja,jalan-jalan dasar menantu sialan menyesal aku menyuruh Adrian menikahinya,ternyata sovia jauh lebih baik dari kamu."Ucap Lilis dengan wajah emosi.Dan seperti biasa Raisa hannya bisa mengabaikan wanita itu,dan dia terus menerobos masuk kedalam rumahnya.


****


Sementara itu Sovia tidak berjualan hari ini karena Daniel melarangnya,hari ini Daniel datang kerumah Sovia membawa kedua orang tuanya untuk melamar Sovia.Jujur saja Sovia sangat kaget dia sama sekali tidak menyangka kalau Daniel secepat itu melamarnya,rasanya semuanya seperti mimpi saat ibunya Daniel melamarnya hari itu juga.


Walaupun Sovia sangat kaget,dia tetap berusaha untuk bersikap tenang walaupun hatinya terus berdebar,dia menyuguhkan teh untuk ketiga tamunya.


"Sudah Sovia kamu duduk dulu,biarkan Rosa yang melayani tamu kita." Ucap ibunya dia juga sama kagetnya dengan Sovia.


"Begini jeng,kedatangan kami kesini untuk melamar anak kamu Sovia untuk menjadi istrimu anakku Daniel,sudah banyak Daniel bercerita tentang Sovia kepadaku,dan aku sangat tau kalau Daniel sangat menyukai sikap sovia yang sopan dan sederhana,bagaimana jeng apa kamu menerima lamaran ku?" Tanya mamanya Daniel,sovia sangat gugup dia bingung,


"Kalau aku sih semua nya terserah Sovia,tapi sebelumya apa jeng sudah tau kalau Sovia sudah pernah gagal dalam pernikahan nya?"

__ADS_1


"Sudah aku sudah tau itu,dan aku tidak masalah untuk itu yang terpenting anakku bahagia,dengan pilihan hatinya." Ucap mamanya Daniel,dengan sangat bijak,Rosa yang mendengar ucapan wanita itu hannya bisa berdecak kagum.


"Inilah orang-orang yang berpendidikan hawanya begitu adem,aku berharap ibunya Dimas,memiliki sikap seperti ibunya Daniel." Ucap Rosa yang sedang berada di dapur.


"Bagaimana Sovia apa kamu menerima lamaran keluarga Daniel,jangan terlalu banyak berfikir,tidak semua pria sama seperti mantan suami mu," Ucap ibunya,akhirnya Sovia mengangguk setuju Daniel langsung tersenyum girang menerima lamaran wanita yang sudah lama dicintainya.


Setelah mengobrol sekian lama akhirnya keluarga Daniel pamit untuk pulang,Sovia duduk di ruang tamu,dia masih tidak percaya kalau hari ini Daniel resmi melamarnya.


*****


Keesokan harinya Daniel menjemput Sovia,dia tidak tau Daniel mau membawanya kemana intinya dia ikut saja,ibunya sudah melarang dia untuk berjualan lagi untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan.Daniel membawanya ke sebuah gedung yang sangat mewah,dia tidak tau itu tempat apaan.


Pada saat mereka masuk kedalam ternyata toko itu khusus untuk menjual perhiasan-perhiasan mewah,Sovia berdecak kagum melihat semua yang ada di hadapannya.


Mereka mengelilingi seluruh toko mencari yang mewah karena ini sekali dalam seumur hidup Daniel meminta cincin yang mewah kepada pegawai toko.Ternyata saat itu ada sebuah toko yang menyediakan cincin yang begitu mewah dengan harga yang cukup mahal,sovia hampir pingsan mendengar harga cincin itu hampir mencapai delapan puluh juta untuk satu pasang.


"Mas,apa ini tidak berlebihan?"


"Tidak sayang,kamu pantas memakai ini karena kamu wanita yang berharga untukku,mulai hari ini kamu adalah tanggung jawabku,kamu akan menjadi wanita yang paling bahagia semoga kita bahagia sampai kakek nenek."

__ADS_1


"Amin."


Setelah Daniel membayar cincin yang baru saja di belinya,mereka kembali mengelilingi toko perhiasan lagi,Sovia bingung entah mau membeli apa lagi Daniel,padahal kakinya sudah mulai pegal apalagi kakinya,yang lecet karena gesekan sepatu yang di pakainya.


"Kamu kenapa terlihat pincang," Daniel terlihat jongkok untuk memeriksa kakinya,


"Sovia kakimu sudah lecet,bagaimana ini,padahal aku masih ingin membeli perhiasan lain untukmu,tokonya sudah dekat lebih baik kamu duduk disini saja aku takut nanti kakimu infeksi kalau terlalu di paksakan." Ucap Daniel.Sovia lalu mengangguk,dan dia di bantu oleh Daniel untuk duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari mereka.


Daniel pergi menuju toko perhiasan yang dia tuju,disana dia mengambil pesanannya,dua minggu yang lalu,setelah selesai membayar dia langsung menemui Sovia dan langsung memasang i leher dan tangan Sovia.


Sovia terlihat sangat cantik dan elegan memakai perhiasan itu,dia memang pantas memakai itu.Dan pada saat mereka akan pergi kembali pulang,tampa sengaja mereka berpapasan dengan mantan mertua serta Adrian mungkin mereka juga ingin membeli cincin untuk pernikahan Amira dan calon suaminya.


Lilis sangat kaget saat melihat Sovia sedang berjalan sambil bergandengan tangan dengan Daniel,apa lagi pada saat itu matanya langsung tertuju dengan perhiasan yang di kenakan oleh sovia.Sementara itu Adrian terlihat sangat cemburu,apalagi melihat tangan Daniel yang menggandeng erat tangan Sovia.


"Dasar janda gatal,palingan juga sebentar lagi dia akan di buang juga." Lilis tampak bicara sendiri,Daniel ingin menghentikan langkahnya dan memberikan pelajaran kepada wanita itu,tapi Sovia melarangnya,dan memberinya kode untuk tidak meladeni wanita itu.


Wajah lilis terlihat tidak senang,berulang kali dia terlihat mengomel,dan pada saat mereka sampai di sebuah toko perhiasan khusus untuk menjual cincin pernikahan dia bertanya kepada pegawai toko itu.


"Mbak,tadi pasangan itu ngapain kesini?" Tanya Lilis kepo sambil menunjuk ke arah Daniel dan sovia.

__ADS_1


"Ooohhh,mereka tadi membeli cincin pernikahan,pria itu hebat nyonya karena dia membeli cincin seharga delapan puluh juta." Ucap pelayan itu membuat Adrian dan mamanya kaget.


*** bersambung***


__ADS_2