Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 24 ~ Tidak Sudi ~


__ADS_3

Adrian sangat berat menceritakan masalahnya kepada Sovia,dia takut Sovia akan curiga kepadanya,yang menimbulkan keributan tapi dia juga tidak mungkin membiarkan orang dealer datang kerumah untuk menagih angsuran mobilnya,mau tarok Dimana nanti wajahnya ini jika sampai keluarganya tau angsuran mobilnya macet.


"Mas,kamu pulang saja kalau tidak ada yang perlu,kedatangan mu kesini membuatku tidak nyaman." Ucap Sovia,adrian langsung menatapnya,


"Sovia bisakah kamu meminjamkan uang mu kepadaku,sebanyak tiga juta rupiah,aku sangat membutuhkan uang itu untuk membayar cicilan mobil,gaji ku bulan ini dikurangi potongan kantor." Ucap adrian,dari wajahnya memang terlihat Adrian sangat banyak beban pikiran.Sovia cukup kaget mendengar ucapan suaminya,katanya gaji banyak,katanya mereka orang-orang hebat,orang-orang bergengsi masak dia minjam uang sama orang yang kerjanya cuma serabutan.Memang Sovia hannya istri di atas ranjang saja,bahkan gaji suaminya saja dia tidak tau jumlahnya padahal mereka sudah lumayan lama menikah bahkan Sovia sudah hamil anak dari pria itu.


"Loh,bukannya gaji mu,sudah banyak mas,bukannya kamu banyak uang,bukannya kamu malu punya istri yang jualan seperti aku,kok sekarang kamu malah mau minjam uang kepadaku?"Jujur saja Sovia memang sangat kaget mendengar permintaan suaminya,dia tidak nyangka walaupun suaminya punya pekerjaan bagus tapi hal keuangan dia bisa pusing juga.Adrian menatap aneh kepada istrinya seperti nya dia sangat tidak suka mendengar ucapan istrinya.


"Sekarang bilang aja,ada atau nga uangnya tidak usah banyak omong,aku tidak suka."Ucap Adrian sinis,Sovia menggeleng dia memutuskan tidak mau meminjamkan uang kepada suaminya karna dia takut uangnya tidak dikembalikan dan satu lagi dia takut suaminya semakin tidak tau diri.


"Aku tidak punya uang sebanyak itu mas."Jawab Sovia,mendengar jawaban yang di kontrakan istrinya wajah Adrian langsung berubah,dia terlihat sangat marah.


"Terus apa gunanya kamu jualan disini kalau tidak bisa mengurangi beban suami? kamu itu istri macam apa sih,aku tau kamu punya uang,cuma kamu pelit sama suamimu membeli ponsel saja kamu mampu itu artinya kamu punya uang."Jawab Adrian semakin kesal.Sovia terdiam bukannya dia tidak mau bantu suaminya tapi dia takut keluarganya akan membebankan banyak kebutuhan kepadanya.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban istrinya yang tidak dia harapkan akhirnya dia pergi meninggalkan Sovia yang sudah mulai sibuk dengan pekerjaannya,Adrian sudah sangat kesal Karna melihat istrinya,padahal jatuh tempo angsurannya tinggal lima hari lagi.


Adrian berangkat ke kantornya,kepalanya benar-benar pusing,dia tidak tau harus kemana lagi meminta tolong,dan saat itu tiba-tiba dia teringat dengan Raisa yang selalu siap membantunya kapan pun.


"Sepertinya aku harus meminta bantuan kepada Raisa itu jauh lebih baik,untuk apa aku menahan gengsi dari pada nanti mobilku di tarik dealer itu jauh lebih memalukan." Batin Adrian.Dia mulai mengirim pesan kepada Raisa,tinggal Raisa satu-satunya harapannya bulan ini.


****


Kenapa mas mengajakku ketemuan hari ini,kamu kangen aku ya mas." Raisa bercanda.Mereka sepulang bekerja bertemu disebuah cafe,dan saat ini Adrian sangat berharap wanita itu mau meminjamkan uang kepadanya.


"Ada apa sih mas,kok aku sedikit takut,kamu mau minta kita tidak usah berhubungan lagi ya mas?" tanya Raisa,dia memandangi wajah Adrian dengan penuh tanda tanya.


"Bukan Raisa,aku hanya ingin minta tolong kepadamu bisakah kamu meminjamkan uang lima juta rupiah kepadaku,aku sangat membutuhkannya karna semua gaji ku bulan ini habis diminta ibuku untuk biaya perobatannya,kamu kan tau sendiri jika ibuku sedang sakit belum lagi istriku yang menyebalkan itu meminta uang kepadaku."Ucapan Adrian berbohong,dia memasang wajah menyedihkan supaya Raisa percaya dengan setiap kebohongannya.

__ADS_1


"Oohh...Pinjam uang to mas,ada kok mas,aku punya uang.Makanya mas kalau istri tidak bisa di andalkan untuk apa dipertahankan,lebih baik ceraikan saja dan cari wanita yang punya masa depan cerah,supaya beban mu bisa terbantu sedikit." Ucap Raisa.Seketika Adrian menyentuh kedua tangan Raisa lalu menetap wajah Raisa dengan senyum bahagia.


"Raisa terima kasih banyak ya,kamu memang wanita yang sangat baik,aku sangat berterima kasih kepadamu." Ucap adrian wajahnya langsung berubah bahagia karna akhirnya bebannya bulan ini bisa di tutupinya.


"Aku langsung kirim ke rekeningnya ya mas." Ucap Raisa,dan Adrian langsung mengangguk bahagia.Berhubungan dengan bagikan mendapat berlian indah.Bagaimana bisa Raisa selalu memberinya apa pun yang dia inginkan sepertinya dia ingin memikirkan ucapan Amira dan Kaka iparnya untuk menikah siri dengan Raisa,dia perlu memikirkan kesulitan hidup lagi saat dia bisa bersanding dengannya.


"Sudah mas,aku sudah mengirim ke rekening mu ya." ucap Raisa.Adrian mengangguk lalu dia menarikan tangan Raisa lalu meninggalkan cafe itu.


"Kita mau kemana mas?" Tanya Raisa,karna tiba-tiba Adrian menariknya dan masuk ke mobil lalu membawanya entah kemana.


"Ada deh,kamu tenang saja,nanti juga kamu akan tau." jawab Adrian.Lalu membawa mobilnya menuju sebuah motel kecil,Raisa sangat kaget bercampur bahagia.


" Mas kamu membawa ku kencan ya?" Tanya Raisa dengan wajah malu-malu,sudah lama dia menginginkan ini dari Adrian,tapi selama ini sepertinya Adrian tidak peka terhadap keinginannya.

__ADS_1


*** Bersambung****


__ADS_2