
Adrian dan Raisa memasuki kamar yang sudah di sewa oleh mereka,dan saat mereka masuk kedalam Adrian dengan penuh gairah memeluk Tubun Raisa,beruntung Raisa tadi sudah mengganti pakaian setidaknya tidak ada orang curiga dengan mereka berdua.
"Sayang,pelan-pelan dong."Ucap Raisa manja,membuat Adrian semakin bergairah.Dia melupakan istrinya yang sedang berjuang diluar sana.Adrian langsung mengangkat tubuh Raisa dan membawanya keranjang lalu dengan penuh gairah dia memainkan tubuh Raisa,apalagi dia sudah lama tidak menyentuh istrinya Sovia.
Setelah puas mengarungi samudra luas,Adrian dan Raisa terlihat kelelahan,ada rasa kecewa di hati Adrian saat mengetahui kalau Raisa tidak perawan lagi.Kini dia mengerti kalau dia mendekatinya karna dia ingin memanfaatkan Adrian untuk mendapatkan kebutuhan batinnya.Terlihat sekali Raisa sudah lama tidak disentuh oleh pria,dia terlihat sangat menikmati semua sentuhan yang diberikan oleh Adrian.
"Bagaimana kamu sangat puas hati ini?" Tanya Adrian,Raisa mengangguk,dia tampak malu,dan melihat itu Adrian semakin gemas lalu Kemabli menyentuh daerah sensitif milik Raisa.
"Mas,kamu tidak kecewa saat mengetahui aku sudah tidak suci? padahal aku belum pernah menikah." Tanya Raisa saat Adrian kembali menyentuhnya.
"Tidak sayang,itu sudah hal biasa di era jaman sekarang,kamu tidak perlu memikirkan itu,yang penting sekarang kita nikmati permainan ini." Jawab Adrian,Raisa sangat bahagia karna Adrian tidak seperti yang dia pikirkan.
Setelah hari sudah mulai gelap,Adrian mengajak Raisa pulang,dia tidak ingin Sovia mencarinya nanti apalagi sampai curiga dengannya.
"Mas,kita tidur disini saja rasanya aku masih ingin dekat-dekat denganmu,aku masih kangen denganmu." ucap Raisa sambil bergelut manja ditubuh Adrian.Adrian membalikkan tubuhnya lalu menoleh ke arah Raisa yang masih betah ingin memeluk tubuhnya.
"Tidak sayang,besok kita akan kerja,kalau besok tidak sibuk mari kita Kemabli masuk ke kamar ini."Ucap Adrian lalu mendaratkan ciuman di bibir Raisa,dan untuk sesaat mereka sangat menikmatinya.Setelah itu Adrian membawa Raisa keluar dan mengantarnya sampai ke depan rumahnya.
__ADS_1
Adrian kembali kerumah saat makan sudah sangat malam,Sovia yang sudah menunggunya diluar dari tadi akhirnya merasa lega setelah melihat mobil suaminya sudah pulang kerumahnya.
"Mas kamu kenapa pulang sampai malam begini? tanya Sovia,dia meminta tas yang dibawakan oleh Adrian tapi sayangnya Adrian mengabaikan pertanyaannya dan terus masuk kedalam kamar.Sovia terdiam melihat suaminya yang mengabaikannya,dia sudah yakin kalau suaminya marah kepadanya,sebenarnya dia tidak tega membiarkan suaminya dalam kesulitan tapi mau gimana lagi dia takut suaminya akan ketagihan dan uang simpanan yang sudah dia tabung akan berkurang karan dia sudah berniat membawa ibu dan adiknya kekota ini.
****
Sudah dua Minggu setelah suaminya meminta uang kepadanya,dan dia tidak mengabulkannya,terlihat jelas Adrian sangat marah kepada Sovia karna selama ini pula adrian terus pulang malam dan tidak pernah sama sekali mau berbicara kepada Sovia.Sovia merasa sangat banyak perubahan terhadap suaminya,bahkan dia tidak mau dilayani oleh suaminya.
Malam ini Sovia berusaha menggoda suaminya di atas ranjang,dia ingin lebih dulu menggoda suaminya,tapi saat dia memeluk tubuh suaminya,dengan halus Adrian langsung melepaskan tangannya dari tubun suaminya.
"Aku lelah jangan ganggu aku." Jawab adrian lalu pergi meninggalkan Sovia yang masih keheranan.Tidak biasanya suaminya mau menolak permintaanya bahkan sebesar apa pun dulu Keributan mereka Adrian tidak pernah menolak saat Sovia meminta jatah batin darinya.
*****
Amira keluar dari kamar hotel,bersama seorang pria yang sudah lumayan berumur,sepertinya itu suami orang.Amira sudah menjalin hubungan dengan Faisal,pria yang sudah memiliki istri dan tiga orang anak,mereka sudah beberapa kali keluar masuk hotel,bahkan sering sekali Amira bolos kuliah demi bisa menginap di hotel bersama pria idamannya.
"Sayang jadikan hari ini kamu membelikan aku tas mewah yang kemarin kita lihat di butik." Tanya Amira kepada Faisal saat mereka sudah keluar dari hotel dan masuk mobil.
__ADS_1
"Jadi dong sayang,apa sih yang tidak untuk wanita sehebat kamu di ranjang,kamu tau istriku tidak sehebat kamu,aku sangat kagum denganmu,baru kamu wanita yang mampu mengimbangi permainanku." Jawab Faisal,sambil mengelus paha mulus milik Amira.
Amira tersenyum puas.Dia cukup bangga karna bisa melayani Faisal,Karna pria itu sangat ringan tangan memberikan apa pun yang dia inginkan.Tidak heran belakangan ini Amira sudah memiliki beberapa barang bagus,brand make up yang mahal serta perawatan ke salon Setio Minggu hingga kulitnya semakin mulus dan kinclong.
Saat dia sedang berjalan dengan kekasihnya di mall,tiba-tiba Amira melihat Kaka iparnya juga di sana sedang belanja bersama suaminya,mungkin karna ini tanggal muda kedua suami istri itu menghabiskan gaji di mall.
Karna tidak ingin dilihat oleh kakaknya,amira menyuruh Faisal menunggunya di sebuah cafe di tengah mall itu,dia takut abangnya melihatnya berpacaran dengan pria dewasa yang sudah punya istri.
"Kakak....Apa yang kalian lakukan disini kakak?" Tanya Amira,dia menghampiri kedua kakaknya lalu menautkan tangannya di tangan Maria.Mereka dari awal memang sangat dekat karna Maria sangat pandai mengambil hati keluarga Amira.
"Kami sedang berburu barang diskonan,kamu sendiri ngapain disini kamu punya uang ?" Tanya Maria,dia melihat sekeliling dan tidak ada yang mengikuti Amira.
"Nga usah dilihatin Kak,aku sendirian,Kaka mau belanja baju lagi?" tanya Amira karna dia melihat sudah banyak barang belanjaan milik mereka.Saat mereka sedang asik belanja mata Amira melihat dua orang yang sepertinya dia sangat kenal.
" Kakak,coba lihat bukankah itu bang Adrian kakak Raisa,sepertinya mereka sudah pacaran ya kak,lihatlah mereka sangat dekat begitu,dan bang Adrian sepertinya sudah mulai cinta dengan Kaka Raisa.Baguslah,biar tau rasa itu si Sovia sialan." Ucap Amira.Maria dan Amira saling menatap,lalu tersenyum bersama karna mereka melihat Adrian yang merangkul Raisa.
"Bagaimana ya perasan si Sovia saat melihat bang Adrian sudah jatuh cinta kepada wanita lain,aku ingin lihat bagaimana reaksi wanita sialan itu,pantas saja sudah dua Minggu ini bang Adrian sepertinya acuh dengan Sovia ternyata ini jawabannya." ucap Amira.
__ADS_1
Walaupun Amira dan Maria saling menggosip Amira sesekali Amira menatap ke arah pacar gelapnya dia takut pria itu pergi meninggalkannya karna terlalu lama menunggu.
*** bersambung****