
Sovia cukup kaget mendengar ucapan suaminya,bahkan dia tidak pernah menyangka kalau dia dinikahi pria menyedihkan seperti itu,bagaimana bisa suaminya yang begitu bangga mengatakan kalau dia pria mapan,tapi dengan begitu teganya meminta uang untuk bayaran ponsel yang dia pinjam dengan waktu yang sangat singkat.
"Mas kamu tidak salah meminta uang kepada istrimu,bukan kah kamu bilang pekerjaanku ini cukup memalukan terus kenapa kamu harus minta uang kepada ku." Ucap Sovia belum hilang rasa kagetnya saat itu juga.
"Tidak apa yang salah? aku hannya meminta uang sewa ponselku yang kamu pakai,bukankah tadi aku memakai pulsaku untuk menghubungi ibumu,jadi aku harus minta uang kepadamu agar aku bisa membeli pulsa lagi.Lagian kamu sudah penghasilan sudah waktunya kamu memberikannya." Ucap adrian,tampa rasa malu sedikit pun kepada Sovia.
"Baiklah mas besok aku akan memberikannya kepadamu,aku tidak menyangka ya mas kamu ternyata pria yang sangat menyedihkan,kamu bilang kamu malu punya istri jualan jajanan anak kecil tapi kamu tega mengharapkan uang dariku,bahkan kamu tau aku bekerja,supaya aku bisa mengumpul uang untuk biaya persalinan ku nanti."Ucap Sovia,semakin hari dia merasa suaminya semakin jahat dan semakin menunjukan sikap aslinya.Padahal waktu mereka baru menikah adrian sangat baik dan perhatian walaupun sikap pelit nya sudah terlihat di awal pernikahan mereka,tapi Sovia tidak pernah menyangka jika Adrian akan separah ini.
Sovia tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi untuk melakukan usahanya bahkan dia sudah meminta Amira untuk gantian mengurusi ibunya yang sedang sakit,beruntung ibunya sudah lumayan sehat bahkan sudah mulai bisa berbicara walaupun masih belum jelas dan berjalan sudah bisa di bantu tongkat.
"Amira hari ini kamu kan tidak kuliah,tolong hari ini kamu menjaga ibu di rumah,karna aku akan mau jualan dari pagi."Ucap Sovia terang-terangan mulai hari ini dia tidak peduli lagi dengan ucapan mereka semua yang terpenting baginya,dia pokus mencari uang dan mengumpulkan uang agar secepatnya dia bisa membawa orang tuanya kekota.
"Alah...belagu banget,pengemis,kamu pikir pekerjaanmu itu sudah bagus banget ya,dasar sampah,mending kamu nga usah pulang sekalian,alasan saja kamu biar nga membereskan rumah."Sungut Amira.Sovia tidak peduli dengan semua hinaan adik iparnya dia langsung keluar dari rumah lalu mengambil semua perlengkapannya lalu berangkat jualan ke depan sekolahan.
Adrian tersenyum puas,karna akhirnya dia bisa menerima bayaran dari istri bodohnya itu,sebenarnya dia tidak niat untuk meminta uang kepada Sovia tapi Karna belakangan ini Sovia terus melawan kepadanya akhirnya dia meminta uangnya saja.
__ADS_1
"Siapa suruh kamu melawan samaku,lagian baru juga uang segitunya,dia tidak tau bagaimana Rais memperlakukan aku,bahkan jika aku meminta tubuhnya aku sangat yakin dia akan memberikannya,tapi sampai saat ini aku tidak mau mengotori tubuhku karan aku menghargainya."Ucap Adrian,dia terus menyetir mobilnya menuju kantornya.
*****
Amira sangat kesal,benar-benar kesal hari ini, karna Sovia pergi dari rumah dan meninggalkan semua rumah berantakan,Bahkan semua piring dari kemarin belum tercuci dan piring-piring bersih sudah habis dari tempatnya.
"Dasar menantu kurang ajar,lihatlah aku akan menghancurkan semua barang-barang mu,karna kamu sudah mengabaikan semau pekerjaan rumah hannya karna pekerjaan sampah itu."Sungut Amira.Ibunya keluar dari kamar,dia berjalan pelan-pelan menuju kamar mandi dan dia sangat kaget saat melihat tumpukan piring kotor dan juga seluruh pakaian kotor.
Dengan terpaksa Amira mencuci sebagian piring agar dia dan ibunya bisa makan,itu adalah pekerjaan yang sudah tidak pernah dia lakukan setelah Adrian dan Sovia menikah.
Sangat terlihat jelas kemarahan di wajah Lilis,dia tidak terima saat Sovia memperlakukan Amira anaknya seperti itu.
"Mama tau apa yang dilakukan menantu mu itu diluar sana?Dia jualan jajanan anak-anak ma,dia pikir dia sudah hebat melakukan itu,aku sangat yakin ma orang-orang sini pasti sudah banyak yang ngomongin kita,ngatain kita tidak memberinya makan hingga dia jualan di jalan sana,dasar menjijikan sekali." Ucap Amira Kemabli.Dia terus mengoceh di hadapan ibunya yang membuat ibunya semakin kesal kepada menantunya.
*****
__ADS_1
Hari ini Sovia sangat bahagia karna keuntungannya hari ini pasti sangat besar karna semua jualannya habis dan tidak tersisa sedikit pun.Hari ini dia menjual lebih banyak karna dia sudah jualan dari tadi pagi.
Sovia membereskan semua barang-barangnya lalu membawanya pulang kerumah mertuanya untuk di simpan di gudang.Dari kejauhan Sovia sudah melihat amira berdiri di pintu,tatapannya sangat sinis,dia sepertinya sangat marah,tapi Sovia mengabaikan adik iparnya.
Saat Sovia sudah memasuki halaman dan hendak berjalan ke gudang untuk menyimpan semua barang-barangnya tiba-tiba Amira mendekatinya lalu
" Branggggghh......Dasar menantu tidak tau diri,kamu masih berani pulang kerumah ini,apa maksudmu meninggalkan semua pekerjaan tadi pagi,semua piring dan pakaian berantakan di rumah kamu pikir di rumah ini ada pembantu." Amira memekik,dia tidak bisa menahan emosinya lagi hingga dia menendang semua barang-barang milik Sovia.
Sovia cukup kaget melihat semua barang-barang miliknya sudah berserakan di tanah,ingin sekali dia menghajar adik iparnya tapi dia masih menahan emosinya Karan dia sadar jika dia masih menumpang di rumah itu.
"Sekali lagi kamu keluar dari rumah dan meninggalkan rumah kotor seperti itu aku akan membuang semua barang-barang mu." Ucap Amira,lalu meninggalkan Sovia yang masih memunguti barang-barangnya.
Sovia memungut semua barang-barangnya yang sebagian sudah rusak,tampa terasa air matanya menetes melihat sebagian barang nya sudah rusak.
*** bersambung ***
__ADS_1