Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 35 ~ Menerima hukuman ~


__ADS_3

Amira dengan bangga membeli semua barang-barang yang sangat dia inginkan,jarang sekali dia belanja sepuas ini,bahkan sepertinya tidak pernah karena ibunya sudah memberikan dia jatah bulanan.


"Terima kasih sayang makin cinta deh." Ucap Amira sambil merangkul pria itu itu memasuki toko demi toko yang ada di gedung itu.Pada saat itu seorang wanita dan bersama anaknya juga sedang belanja disana,tiba-tiba wanita paruh baya itu kaget melihat suaminya yang sedang berjalan mesra bersama seorang wanita yang masih muda dan seksi.


"Mas sedang apa kamu disini,bukankah ini jam kerja,kenapa kamu bisa berada disini." Tanya wanita paruh baya itu sambil mendekati Amira dan pacarnya.Tiba-tiba saja pria itu menepis tangan Amira lalu menjauh dari Amira.


Faisal langsung ketakutan melihat istrinya sudah berada disana,ingin sekali dia lari dari mereka tapi dia malu karena Amira menatapnya tanpa rasa takut sedikit pun kepada istrinya.


"Hei...Jala** apa yang kamu lakukan bersama suamiku,kamu selingkuhan suamiku,sudah berapa banyak uang yang di berikan suamiku kepadamu." Ucap wanita itu,dia sudah mulai emosi melihat sikap santai dari Amira.


"Berapa ya,sudah banyak sih,mau gimana lagi aku cinta sama mas Faisal,dia bisa memberikan apa pun yang kuinginkan." Jawab Amira santai,dan saat itu wanita langsung melayangkan tamparan ke wajah Amira."


"Plak....Dasar jala**,pelac**,dasar wanita tidak tau malu,kalau kamu miskin tidak usah merayu suami orang untuk membiayai semua kebutuhan mu." Jawab wanita itu.Beberapa orang sudah mulai mengerumuni Amira dan juga wanita itu.


"Mah,sudahlah malu sama orang,lihat orang-orang sudah mulai menatap kita." Ucap Faisal sambil menenangkan istrinya yang terlihat sudah emosi.

__ADS_1


"Diam kamu,dasar pria bajingan,pergi kamu dari sini,aku akan menggugat cerai kamu,kalau kamu masih disini." Ucap wanita itu kepada Faisal.Tifan ingin masalahnya semakin banyak akhirnya Faisal pergi dengan cepat meninggalkan mereka.Setalah melihat suaminya pergi wanita itu Kemabli menatap sinis kepada Amira sebenarnya dia bukan wanita yang suka main kasar apalagi sampai bar-bar begitu tapi melihat tampang Amira seketika emosinya naik.


"Aku peringatkan kepadamu,wanita jala** jangan coba-coba mendekati suamiku lagi atau kamu akan menyesal seumur hidupmu." Ucap wanita itu,setelah mengucapkan kata-katanya akhirnya dia melangkahkan kakinya ingin pergi dari tempat itu karena sudah semakin banyak orang yang menonton mereka.


"Maaf nyonya sepertinya permintaanmu tidak bisa ku kabulkan,aku sudah terlanjur cinta kepada suamimu,aku tidak masalah menjadi istri kedua yang penting setoran lancar." Ucap Amira,seketika wanita itu menghentikan langkahnya lalu menoleh Kemabli kepada Amira dan dia langsung berlari mengejar Amira dan menghajarnya habis-habisan.


"Auhh...Rambutku,lepaskan kamu dasar wanita tua,suami mu tidak selera lagi dengan tubuhmu untuk apa kamu memaksa dia untuk bersama mu."Ucap Amira di sela-sela perkelahian mereka,sementara wanita itu semakin emosi mendengar setiap kata-kata yang keluar dari mulut amira.


Keduanya saling menarik rambut,tetapi dengan mudah wanita itu menguasai tubuh Amira,apalagi karena dia di bantu anaknya yang sudah remaja,pertengkaran hebat tidak bisa dihindari mereka berdua,bahkan kini baju Amira sudah hilang separoh,semua orang yang ada di sana mengelilingi mereka berdua hingga dua orang security mengamankan mereka berdua dan membawa mereka ke ruangan security untuk di amankan.


"Maaf nyonya,kalian berdua di wajibkan membayar denda karena sudah membuat keributan di gedung ini,seharusnya kalian bisa menyelesaikan maslah kalian di luar tapi kalian malah ribut di gedung ini menganggu pengunjung lainnya." ucap seorang kepala keamanan di gedung,dia menatap sinis kepada Amira karena dia sangat membenci wanita yang mau mengambil sesuatu yang bukan miliknya.


Setelah berunding akhirnya Amira harus membayar denda kepada pemilik gedung itu sebesar lima ratus ribu rupiah,dia sangat kesal kepada menejer gedung itu,karena melakukan sesuatu yang menurutnya tidak adil.


"Sudahlah nona,silahkan bayar denda mu,ini kami lakukan supaya ada efek jera kepada wanita sepertimu,kamu melakukan sesuatu yang sangat tidak terpuji."Ucap pria itu,dengan kesal akhirnya Amira mengambil uang dari dompetnya lalu menyerahkan uang itu kepada mereka,lalu meninggalkan gedung itu dengan sangat malu.

__ADS_1


"Sial...semua barang yang dibeli oleh mas Faisal diambil wanita iblis itu,bisa-bisanya dia mengambilnya tadi." Sungut Amira,semua jatah bulanan yang diberikan oleh ibunya habis dalam sekejap,membayar denda dan juga membeli baju,Karena bajunya sudah tidak bisa dia kenakan lagi.


Amira menunggu angkot menuju rumahnya,dia sudah tidak punya banyak uang lagi,akhirnya mau tidak mau dia harus berhemat karena awal bulan masih lama padahal uangnya tinggal sedikit lagi.Pada saat dia menunggu angkot tiba-tiba dia orang pria yang sedang mengendarai sepeda motor datang dengan sangat tiba-tiba menghampirinya lalu menyambar tas yang ada di pundaknya.Amira menarik tasnya,hingga dia di seret oleh pria itu,beberapa meter ke depan lalu dia berguling dengan kencang karena pria itu tiba-tiba saja menari gas sepeda motornya.


Orang-orang yang melihat Amira tergeletak di jalan langsung menolongnya lalu membawanya kerumah sakit,kejadian itu sangat cepat hingga tidak ada yang mampu menolongnya saat itu.Seluruh tangan wajah dan kaki Amira terluka cukup parah akibat gesekan aspal.Amira menagis meraung-raung di rumah sakit,dia tidak menyangka akan mengalami hal yang menyedihkan hari ini.


Saat dia sudah berada di IGD seorang dokter datang menghampiri Amira lalu memeriksa seluruh lukanya.Amira menatap wajah tampan dokter itu dan saat itu dia melihat papan nama dokter itu ternyata dia bernama Daniel.


" Pria yang sangat tampan,aku harus bisa mendapat mu,apa yang terjadi,rasanya hidupku akan sempurna jika aku bisa menikah dengan pria setampan itu apalagi dia seorang dokter." batin Amira.


"Nona apa anda baik-baik saja? " Tanya Daniel,dia merasa aneh dengan sikap Amira yang selalu tersenyum sambil memandangnya.Amira mengangguk,ingin sekali dia meminta nomor dokter itu tapi dia malu karena dia datang bersama dua orang perawat.


"Saya baik-baik saja dokter,cuma kepalaku sedikit pusing.Dokter bisakah aku meminjam ponselmu untuk menghubungi keluargaku?" tanya Amira pura-pura,padahal dia sendiri juga punya ponsel.Daniel sedikit keberatan tapi karena Amira sudah memohon akhirnya dia mengambil nya dari kantong lalu memberikannya kepada Amira.Dengan senang Amira menerima ponsel dari tanah Daniel lalu dia langsung menekan nomornya untung dia memasang ponselnya dengan mode diam.


**** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2