
Daniel terus membantu Sovia,dia mengabaikan ucapan sovia yang melarangnya untuk membantunya,bagaimana mungkin dia tega membiarkan sovia bekerja sendiri,Sovia hannya bisa menggeleng saat melihat pakaian yang dikenakan oleh Daniel sudah kena cipratan saus.
"Mas lihat itu bajumu,sudah kotor akibat cipratan saos,aku tidak mau ya mas nanti kamu bilang karena salahku," ucap Sovia,dia mencibir ke arah Daniel karna pria itu begitu terampil untuk membantunya.Jika saja Daniel berpakaian biasa mungkin tidak akan ada orang yang mengira jika Daniel adalah seorang dokter.
Hari sudah lumayan siang dan anak-anak sudah mulai pulang sekolah yang artinya Sovia jga sudah bisa berkemas untuk pulang kerumahnya jika jualannya sudah habis.
*****
Rosa sudah mulai sembuh setelah dia minum obat yang dibelikan oleh Sovia dari apotik tadi pagi,setelah dia merasa baikan dan dia sudah makan siang,akhirnya dia memilih untuk menyusul kakaknya,yang masih berjualan dia takut jika kakaknya kewalahan jika tidak ada yang menemaninya.Rosa menaiki angkutan umum untuk menyusul kakaknya,pada saat dia akan sampai tiba-tiba angkutan umum yang dia tumpangi mogok hingga mengharuskan mereka keluar dari dalam mobil dan mencari angkutan lain.
Rosa sangat kesal,akhirnya dia memutuskan untuk berjalan karena tempat jualan kakaknya juga sudah tidak jauh darinya.Rosa terus berjalan hingga pada saat dia akan menyebrangi jalan tiba-tiba sebuah mobil hampir saja menyerempet dirinya,dia sangat kaget hingga dia terjatuh ke aspal.
Beruntung pemilik mobil itu seorang pria yang bertanggung jawab hingga dia menepikan mobilnya lalu keluar dari mobilnya.
"Kamu nga papa dek,maaf ya tadi aku buru-buru jadi aku kurang pokus melihat jalanan." Ucap pria itu,dia langsung membantu Rosa berdiri,dan membawanya ke sebuah warung pinggir jalan dan memberinya sebotol minuman dingin.
Rosa cukup kagum melihat sikap sopan pria itu,bagiamana tidak dia tidak ada tergores sedikit pun tapi di bawa ke warung dan minta maaf dengan sopan,dan saat itu Rosa mengangguk.
"Nga papa mas,aku hannya kaget saja,bahkan aku tidak ada masalah sedikit pun." Jawab Rosa.
__ADS_1
"Kenalkan nama aku dimas,nama kamu siapa,mana tau kita bertemu kapan-kapan entah dimana." Ucap Dimas sambil menyodorkan tangannya ke arah Rosa.
"Nama aku Rosa mas,aku tadi naik angkutan mau menyusul Kakaku yang sedang jualan disekitar sini." Jawab Rosa malu-malu.
"Ohhh gitu yahh,baik lah kalau begitu,kalau tidak ada masalah aku pergi dulu ya,ini kartu namaku,kamu bisa menghubungiku jika kamu ada sakit atau apa pun itu." Ucap Dimas lalu menyodorkan kartu namanya dan segera pergi meninggalkan Rosa yang masih duduk di tempat nya.
"Ternyata dia seorang jaksa,keren sekali pria itu,masih muda tapi sudah sukses,sudahlah mungkin betul kata kakak Sovia kita tidak boleh berharap kepada pria yang sangat jauh berbeda dengan kita."Ucap Rosa lalu beranjak dari tempat duduknya dan pergi menyusul kakaknya,dia mengantongi kartu nama pemberian Dimas.
****
Amira kembali menemui Daniel di rumah sakit,kali ini dia bersyukur karena dia tidak perlu waktu lama menunggu Daniel keluar dari rumah sakit.
"Sepertinya emang wanita itu sangat membutuhkan kepuasan batin dariku,baiklah aku tidak menolak permintaanmu,karena sesungguhnya tidak ada kucing yang menolak ikan,begitu juga dengan pria tidak akan ada pria yang menolak jika seorang wanita selalu menyodorkan tubuhnya kepada pria."Batin Daniel,dia langsung mendekati Amira yang tidak jauh dari mobilnya lalu dia masuk dan membuka pintu juga untuk Amira.
"Masuk,aku akan memuaskan mu hari ini,sepertinya kamu sangat menginginkan itu dariku." Ucap Daniel.Amira sangat bingung dengan ucapan Daniel tetapi dia tetap memilih menaiki mobil pria itu.Daniel menyetir mobilnya dan membawa Amira menuju sebuah hotel,sesampainya di dalam kamar,Tampa menunggu lebih lama lagi dia langsung mendorong tubuh Amira hingga terpental jatuh ke atas ranjang dan saat itu dia mencengkram dengan kasar wajah amira,
"Kamu sangat menginginkan permainan dariku,aku akan memuaskan kamu hari ini juga.Kamu masih perawan?" Tanya Daniel,Amira hannya bisa diam dia sedikit kaget pertanyaan dan perlakuan Daniel kepadanya.
Daniel benar-benar memberi kepuasan kepada amira hari ini,dia begitu puas bahkan dia menginginkan permainan Daniel terus karena selama ini pacarnya yang suami orang tidak bisa memberikan kepuasan kepadanya seperti yang diberikan oleh Daniel.
__ADS_1
Daniel langsung bangkit dari atas ranjang,setelah itu dia mengenakan pakaiannya dan menatap sinis kepadanya.
"Ternyata kamu sudah tidak suci,bagaimana bisa seorang gadis tidak perawan lagi padahal dia belum menikah?' tanya Daniel,amira menatapnya dengan kesal padahal tadi pria itu sangat menikmati tubuhnya tapi setelah puas dia malah menuntut yang sudah tidak dimilikinya.
"Apaan sih mas,siapa sih sekarang ini yang peduli perawan atau tidak yang penting tadi aku melihat mas sangat menikmatinya,bukan kah itu yang terpenting?" Ucap Amira Tampa rasa malu sedikit pun sementara Daniel sudah cukup muak melihat wanita yang ada di hadapannya.
****
Adrian dan Raisa kembali ke rumah Adrian setelah mereka memesan pakaian untuk acara pernikahannya nanti di sebuah butik.Setelah mereka keluar dari butik tidak lupa Raisa membawa Adrian ke sebuah mall dan belanja banyak pakaian untuknya dan juga Adrian.
"Belanja apaan kamu Raisa,kamu tidak lupa kan membeli baju untukku." Tanya calon mertuanya yang begitu serakah,sementara itu Adrian langsung masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu lalu dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Sovia,akhirnya aku harus menikah,itu semua karena kesalahanmu,kamu pergi meninggalkan aku begitu saja,dan satu lagi aku akan memberi pelajaran kepada dokter sialan itu karena sudah berani menganggu mu,bagaimana bisa dia seorang dokter tapi menyukai istri orang." Batin Adrian wajahnya penuh kemarahan,dia belum bisa menerima jika ada yang jatuh hati kepada seorang Sovia.
Adrian kehilangan arah,saat ini semua tentang pernikahannya pun dia tidak mau mengurus Karena baginya itu hannya sebuah permainan,dan dia sangat yakin jika pernikahannya yang kedua tidak akan bertahan lama karena sedikit pun dia tidak ada perasaan kepada Raisa.
Pada saat Adrian sedang asik menghayal tiba-tiba Raisa mengetuk pintu kamarnya lalu,Adrian sangat malah keluar dari kamar akhirnya dia pura-pura tidur,supaya Raisa tidak menganggunya lagi.
*** bersambung****
__ADS_1