Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 47 ~ Pernikahan ~


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu oleh keluarga Adrian akhirnya sampai juga,dimana hari ini adalah hari pernikahannya,walaupun semua orang terlihat sangat bahagia,sangat berbeda dengan Adrian yang tidak ada semangat sedikit pun di hari pernikahannya.


Bahkan Adrian keluar rumah dari pagi-pagi sekali tidak ada yang tau satu orang pun kepergian Adrian dari rumahnya.Adrian pergi ke tempat jualan mantan istrinya disana dia duduk merenungi bahkan menyesali semua yang terjadi dengan hidupnya.


"Hari ini aku menikah,aku tidak tau dimana letak kebahagiaanku,mungkin yang bahagia disini adalah ibu dan keluargaku." Ucap Adrian.Sementara itu seluruh keluarganya di buat panik oleh Adrian Karen dia menghilang dari kamarnya.


"Kemana dia pergi,kenapa kalian semua tidak ada yang tau,dasar bodoh.....kalian semua bodoh ,aku tidak akan mengampuni dia jika hari ini aku gagal besanan dengan orang kaya itu." Ucap ibunya berkali-kali.Pada saat semua orang sedang panik tiba-tiba saja Amira merasa tubuhnya tidak enak kepalanya pusing dan dia merasa jijik mencium segala wewangian dari parfum yang di pakai abangnya.


"Amira kamu kenapa,kamu baik-baik saja kan?" Tanya Raka,saat Amira hampir terjatuh karena tidak kuat lagi menahan bobot tubuhnya.


"Aku tidak tau kak,ti_tiba-tiba tubuhku sangat lelah kepalaku pusing aku_" Tubuh amira langsung terjatuh ke atas lantai dia pingsang seketika.Ibu dan Kaka iparnya begitu panik saat melihat Amira yang sudah tidak sadarkan diri,


"Amira,ada apa dengan keluarga ini,kenapa anakku,bawa dia ke rumah sakit aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada anakku." Ucap mamanya,dan pada saat mereka hendak mengangkat tubuh Amira,adrian juga sampai di rumah.


"Dari mana saja kamu sialan ini semua karena kamu,kita adikmu sampai pingsan begini." Ucap mamanya,setelah mengucapkan kata-katanya mereka meninggalkan Adrian dan segera membawa Amira kerumah sakit.Setelah sampai di rumah sakit Amira langsung segera di tolong dan saat itu Daniel yang menanganinya dia memeriksa tubun Amira dengan seksama.Dia sedikit aneh dengan keadaan Amira dia meras Amira tidak sakit dia curiga sedang hamil.


Daniel keluar dari ruang periksa,dia menemui keluarganya dan saat itu dia juga melihat Adrian berdiri bersama mereka,bahkan Adrian menatap tidak suka kepadanya.


"Bagaimana dokter keadaan anak saya,cepat beritahu karena anakku juga akan melaksanakan akad nikah hari ini,apa aku bisa membawa Amira pulang?" Tanya ibunya dengan sangat khawatir.

__ADS_1


"Dia tidak papa,tapi sepertinya anak ibu sedang hamil muda,tapi untuk memastikan lebih lanjut kalian bisa memeriksakan dia ke dokter spesialis kandungan.


Ibunya sangat kaget mendengar ucapan Daniel,bahkan dia hampir terjatuh saking kagetnya dengan kabar itu,dia langsung berlari meninggalkan mereka semua menuju ruang periksa tempat Amira istrahat.


Mamanya langsung masuk kedalam kamar dan menyeret Amira dari ruangan itu,amira sangat kaget di perlakukan kasar oleh ibunya,sementara dia masih merasakan pusing yang luar biasa di kepalanya.


"Ada apa sih ma,kepalaku sangat pusing aku tidak kuat ma, "Ucap Amira,mamanya tidak peduli dia tetapi di bawa paksa kedalam mobil abangnya lalu,mereka meninggalkan rumah sakit.Hari ini ibunya cukup pusing dengan kedua anaknya Amira hamil di luar nikah dan Adrian hampir saja kabur dari pernikahannya.


"Adrian kamu kemana?" Ibunya berteriak saat melihat Adrian pergi mengejar dokter Daniel,Adrian mengabaikan panggilan ibunya dia terus berlari mengejar Daniel yang sudah mencapai ruangannya.


"Hei...Kamu,tunggu sebentar!" ucap Adrian,Daniel menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah suara yang memanggilnya,Daniel sudah tau kalau Adrian adalah mantan suami Sovia makanya dia tidak terlalu respek dengan pria itu.


"Aku ingatkan kamu,jangan pernah menganggu istriku,bagaimana bisa seorang dokter yang pendidikan tinggi seleranya istri orang?"Ucap Adrian dengan menekan kata istri orang,dia sangat tidak rela jika istrinya sampai jatuh hati kepada dokter yang berparas tampan itu.


"Hahahaha...Aku merasa lucu dengan ucapan mu,bukan kah kamu sudah mau menikah,nanti kamu hannya tinggal menunggu undangan dari kami,kamu jangan terlalu serakah dengan menginginkan dua wanita sekaligus,apa kamu mampu membiayai,apa gaji mu yang sedikit itu mampu membiayai dua wanita sekaligus." Ucap Daniel.Adrian mengepal kedua tangannya,lalu pergi meninggalkan rumah sakit karena dia takut mamanya kembali marah kepadanya.


*****


Adrian melaksanakan pernikahan dan resepsinya dengan begitu tidak semangat dia masih membayangkan ucapan Daniel sepanjang pesta bahkan beberapa kali dia gagal mengucapkan ijab kabulnya yang membuat wajah ibunya merah menahan kesal dan emosi.

__ADS_1


Sepanjang resepsi,wajah semua keluarga adrian tidak ada yang bahagia,mereka seperti memendam emosi,bahkan Raisa merasa ada yang aneh dengan keluarga suaminya,hingga acara pesta selesai,mereka masih terlihat diam dan tidak ada bahagia sedikit pun,bahkan Raisa tidak melihat Amira di pesta itu.


"Mama kemana Amira,kok dia tidak ikut bersama kalian?" Tanya Raisa,dia sudah yakin pasti keluarganya sedang ada masalah.


"Raisa Amira sedang sakit,kita harus segera pulang,karena tidak ada yang menjaga Amira di rumah sudah seminggu ini orang yang biasa bekerja di rumah mengundurkan diri." Ucap mamanya,Raisa mengerutkan keningnya.Karena hari sudah mulai sore dan semua undangan sudah pulang keluarga Adrian pamit pulang membawa Raisa kerumah mereka.


Mereka akhirnya sampai di rumah Adrian dengan suasana sangat mencekam,Raisa melihat pasti ada sesuatu yang mereka tutupi.


"Amira....Sini kamu,jangan bermanja-manja disitu." Ibunya berteriak dari ruang tamu,Amira langsung keluar dari kamarnya lalu berjalan mendekati mereka,


"Ada apa Bu,kenapa sejak kita pulang dari rumah sakit ibu terus marah kepadaku,apa salahku." Tanya Amira,walaupun wajahnya masih sangat pucat dia berusaha untuk terlihat sehat.


"Diam mulutmu dasar anak bodoh,bisa-bisanya kamu hamil di luar nikah? siapa ayah dari janin itu katakan." Amira sangat kaget,dia bagikan mendengar petir di siang bolong mendengar ucapan ibunya.


"S_siapa yang hamil mama,aku tidak mungkin, tidak mungkin aku aku hamil ma,kalian pasti bohong kan,kalian pasti mengerjai aku kan mah."


"Plak...." Mamanya melayangkan tamparan ke wajah Amira karena dia sangat emosi,bisa-bisa nya dia mengira keluarganya bohong.


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2