Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 54 ~ Pelajaran ~


__ADS_3

Raisa sudah menyusun rencana banyak untuk mengambil keuntungan dari keluarga suaminya,dia sengaja mencari pria tampan untuk menjadi suami Amira untuk sementara.Dia begitu kesal kepada suaminya yang tidak memberikan dia jatah bulanan sementara selama ini dia sudah menghabiskan banyak uang untuk membantu suaminya di masa-masa sulitnya.


"Steven,katakan juga kepada pria itu,kamu mau menikah Amira jika setiap bulan mereka membiayai uang belanja kalian,emangnya kamu mau bekerja keras untuk wanita itu,dan kalau bisa kalian pisah rumah jangan sekali-kali kamu mau serumah dengan mertuamu." Ucap Raisa tiba-tiba.Steven sedikit kurang setuju dengan usulan Raisa,menurutnya lebih baik semua berjalan sesuai rencana mereka.


"Apa kita nga berlebihan Raisa,aku kurang setuju dengan permintaan mu itu,aku malu sebagai pria,nanti kalau kami sudah nikah lebih baik Amira tinggal di rumah orang tuanya,lagian aku belum kenal dengan wanita itu." Jawab Steven menolak permintaan Raisa.


"Kamu bodoh sekali,jarang-jarang ada kesempatan seperti ini,sudah kamu turuti saja apa yang aku suruh,kamu tinggal menuruti saja." Ucap Raisa.Setelah mereka sepakat akhirnya Raisa kembali pulang karena hari sudah mulai malam.


Semua orang,sedang makan malam,Raisa kembali masuk kedalam rumah tanpa peduli kepada orang-orang yang menatap sinis kepadanya.


"Raisa dari mana saja kamu,baru pulang jam segini kamu semakin tidak ada etikanya sedikit pun,dasar kamu sangat keterlaluan." Mama Lilis langsung membentak Raisa tapi sayang Raisa mengabaikan ucapannya yang membuat adrian tersinggung dan marah.Adrian menyelesaikan makan malamnya lalu masuk kedalam kamar menyusul istrinya yang sudah masuk sejak tadi dia pulang entah dari mana.


"Raisa kamu keterlaluan sekali memperlakukan ibuku tidak sopan begitu,dimana sopan santun mu,katanya kamu orang berpendidikan tapi sedikit pun kamu tidak punya etika,aku sangat menyesal karena mau menikah dengan mu." Ucap adrian berang,dia tidak terima saat Raisa memperlakukan ibunya tidak sopan.


"Hahaha.....Kamu menyesal,aku lebih menyesal mas,kalau kamu menyesal ceraikan aku sekarang juga karena aku tidak butuh pria sepertimu,pria yang tidak bertanggung jawab"Ucap Raisa tampa beban membuat Adrian kaget.Apa kata orang nanti umur pernikahannya masih hitungan minggu tapi sudah mulai berantakan seperti itu.

__ADS_1


Adrian terdiam mendengar ucapan Raisa,dia tidak tau harus menjawab apa yang jelas dia belum siap untuk cerai karena pernikahannya yang masih hitungan minggu.


"Kenapa diam,ayo ceraikan aku,lebih baik kamu nikahi saja ibumu mungkin itu lebih pantas untukmu,seharusnya kamu belajar dari kesalahan masa lalu mu,kamu tau ibumu wanita serakah tapi entah apa yang membuatmu bertahan di rumah ini,malah mama minta uang belanja dariku,ibu macam apa itu,kalau memang tidak sanggup untuk membiayai anak setidaknya tidak usah menahan anaknya untuk tinggal bersamanya,kamu tau orang yang sudah menikah itu lebih baik tinggal di rumah sendiri itu jauh lebih nyaman." Ucap Raisa merendahkan nada suaranya karena tidak ingin mamanya mendengar keributan mereka.


Adrian duduk di atas ranjang dia merenungi semua ucapan Raisa,memang benar yang di katakan oleh Raisa pernikahan pertama gagal juga karena ibunya,dan kali ini Raisa juga sudah mulai tidak tahan itu karena ibunya yang sangat sombong dan cenderung memanfaatkan seluruh anak-anaknya padahal dia punya gaji pensiunan almarhum ayahnya.


"Pikirkan apa yang aku katakan mas,jika kamu ingin rumah tangga kita baik-baik saja,dan kita ingin memiliki keturunan kita harus pindah dan mencari jati diri kita sebagai seorang suami istri." Ucap Raisa sebelum dia menutup tubuhnya dengan selimut.Sebenarnya Adrian adalah pria yang baik tapi karena dia sangat penurut kepada ibunya akhirnya dia terus menerus seperti itu.


*****


"Bagaimana kakak,uangnya sudah terkumpul kah,memangnya kaka pengen rumah seperti apa sih?" Tanya Rosa adiknya sementara ibunya hannya bisa duduk sambil membantu Sovia merapikan uangnya.


"Sepertinya masih kurang banyak,ini masih ada delapan juta,padahal Dp rumah butuh lima belas juta dek,lebih baik kita kumpul lagi kita semakin semangat untuk jualan." Jawab sovia.Dia kembali menyimpan uangnya Karena takut ada melihatnya.


Ibunya menatap kedua putrinya, ada rasa bangga dihatinya memiliki dua putri yang begitu hebat,dia tidak pernah menyangka kegagalan sovia membina rumah tangga akan membawanya menjadi orang sukses seperti sekarang ini,walaupun belum terlalu sukses setidaknya sudah bisa mengumpul uang yang begitu banyak.Dia belum pernah memegang uang segitu banyak karena selama ini mereka hidup di garis kemiskinan.

__ADS_1


"Sovia gimana kalau aku dan Rosa pulang untuk menjual gubuk kita itu,lumayan kan untuk menambah uang untuk DP rumah itu." Ucap mamanya Sovia menatap ibunya,dia tau ibunya terpaksa melakukan itu karena dia mengeluh kekurangan uang.


"Sudahlah mah,kita juga butuh rumah itu jika suatu saat kita kembali ke kampung halaman kita, terus kita nginap di mana kalau bukan di rumah kita."Jawab Sovia menolak tawaran ibunya,dia sangat tau jika ibunya sangat mencintai rumah peninggalan suaminya.


"Ya sudah lah nak,kalau kamu menolak,mama hannya ingin anak-anak mama bahagia,mama merasa heran kepada mantan suami mu yang membuang mu sementara kamu adalah wanita yang sangat baik." Jawab ibunya.Sovia hannya tersenyum kecut membayangkan masa lalunya yang begitu pahit.


Pada saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba mobil yang sangat di kenali oleh sovia berhenti di depan halamannya,sudah berulang kali Sovia menolak ajakan Daniel untuk keluar rumah tapi sepertinya pria itu tidak merasa putus asa.


"Sovia,beranjak dari tempat duduknya menemui Daniel yang sudah beberapa kali mengetuk pintu rumahnya,Sovia dan Rosa saling menatap dan Rosa memberi kode kepada sovia untuk membuka pintu.


"Assalamualaikum,apa kehadiranku mengganggumu?"


"Walaikumsalam,tidak mas silahkan duduk aku akan membuat teh untukmu ya mas sebentar ya." Ucap Sovia lalu beranjak meninggalkan Daniel yang sudah duduk di kursi depan.


Entah kenapa sovia tidak tertarik kepada Daniel dan dia akan berusaha menjaga hatinya untuk tidak tertarik dengan pria itu,karena dia sudah merasa lelah hidup dengan pria mapan tapi sikapnya jahat,Sovia trauma dengan pernikahan.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2