Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 56~ Pikirkan dengan baik ~


__ADS_3

Sovia terdiam mendengar semua ucapan Daniel,benar yang dia katakan tidak semua pria sama seperti Adrian yang menyakitinya sedemikian rupa,tapi untuk saat ini hatinya benar-benar tertutup untuk seorang pria,dia belum bisa meluapkan semua trauma yang di sebabkan oleh Adrian mantan suaminya.


"Maaf ya mas,aku belum bisa memberikan jawaban secepatnya,mungkin butuh waktu lama untuk mengobati hatiku yang masih trauma."Ucap sovia,Daniel menggeleng,apa pun keputusan sovia dia akan terima dan dia akan menunggu selama apa pun itu.Setelah mereka selesai menikmati segelas kopi, dan malam juga sudah semakin larut,Akhirnya Daniel mengantar Sovia pulang kerumahnya karena dia tidak ingin orang tuanya mencarinya.


Karena sudah larut malam Daniel langsung pulang setelah dia pamit kepada ibunya Sovia,ibunya yang sedang menonton menunggu Sovia pulang.


"Kakak,apa kakak bawa makanan,aku pengen banget ngemil malam ini sekalian main ponsel." Ucap Rosa yang tiba-tiba dia sudah keluar dari kamarnya.


Sovia menyodorkan bungkusnya cemilan yang tadi di beli Daniel dari minimarket,karena mereka belum sempat makan saat adrian membuat keributan di taman.


"Kamu tadi dari mana Sovia? "Tanya mamanya yang sedang asik menonton sinetron kesukaannya,Rosa juga bergabung bersama mereka sambil menikmati cemilan.


"Nongkrong ma sama mas Daniel." Jawab Sovia dia enggan menceritakan kepada ibunya kalau Daniel tadi mengatakan cinta kepadanya,salah satu alasan Sovia menolak Daniel adalah karena dia seorang janda,dia begitu minder dengan dirinya sendiri daniel yang seorang dokter,entah kenapa bisa jatuh cinta dengan seorang janda.


"Kakak,hubungan kakak sama Daniel itu apa sih?" Tanya Rosa penasaran,Sovia masih terdiam,dia bingung harus menjawab bagaimana.


"Sovia, tidak baik seorang wanita yang sudah pernah menikah sering pergi keluar dengan pria lain,kamu harus menjaga sedikit harga dirimu,agar orang lain menghargai mu juga." Ucap mamanya.


"Mah,sebenarnya tadi mas Daniel mengungkapkan perasaanya kepadaku,tapi aku takut dan juga minder,aku takut jika dia hannya ingin mempermainkan aku,"


"Kenapa kakak tidak meminta untuk membawa kakak bertemu orang tuanya kalau emang dia serius sama kakak,aku yakin dia tidak akan keberatan melakukan itu." Ucap Rosa memberikan masukan kepada Sovia yang terlihat bingung.

__ADS_1


"Tidak perlu seperti itu,kuncinya jaga diri mu baik-baik dan jangan pernah terbuai dengan rayuan seorang pria,tapi sepertinya dia seorang pria baik-baik." Ucap ibunya,Sovia hannya mengangguk kecil lalu dia pergi masuk lebih dulu ke dalam kamarnya.


"Ma,aku juga punya pria yang sangat perhatian kepadaku,dia seorang jaksa,dia tampan dan juga baik,dia sudah terus minta untuk datang ke rumah ini tapi aku tidak memberinya ijin." Ucap Rosa,tiba-tiba sovia kembali keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka,


"Kalian masih berhubungan Rosa?" Tanya Sovia,Rosa mengangguk,mamanya terdiam menatap satu-satu kedua anaknya,dia takut anak-anaknya menikah dengan orang-orang hebat karena mereka hannya orang kecil yang tidak punya apa-apa.


"Mama nga tau,kalian pikirkan sendiri mana yang terbaik untuk kalian,dari mana kamu bisa kenal dengan pria seperti itu? Padahal kamu jarang sekali keluar?"tanya mamanya sambil menatap Rosa.


"Aku bertemu dengannya secara tidak sengaja,dia hampir saja menabrak ku,ternyata dia pria yang sangat sopan,dia berkali-kali minta maaf dan ingin membawaku ke dokter padahal aku tidak papa waktu itu." Jawab Rosa,dari matanya dia terlihat jatuh cinta kepada pria itu.


"Sudahlah, mama juga ingin kalian mendapat pria yang mapan, yang baik,dan yang bertanggung jawab,aku tidak ingin seperti kakakmu yang sudah gagal,bisa saja mereka mencintai kalian tapi apa mungkin orang tuanya melepaskan anaknya kepada orang miskin seperti kita."Mama Ratna memberi nasihat kedua putrinya untuk tidak mencintai pria karena jabatannya dan hartanya.


****


Keesokan harinya,yang bertepatan dengan hari Minggu,Sovia dan keluarganya pergi belanja kebutuhan dapur,sudah biasa mereka memenuhi isi kulkas setiap hari minggu,dan untuk lauk mereka hannya membeli dari penjual keliling.


"Kak,hari ini kita harus makan bakso di pasar,aku sudah pengen sekali makan bakso,rasanya lidahku sudah tidak tahan lagi." Ucap Rosa,membuat Sovia tersenyum karena tingkah adiknya yang sangat lucu.


"Sudahlah,kayak orang yang nga pernah makan apa-apa saja kamu."Jawab Sovia yang di sambut oleh tawa ibunya.Pada saat mereka sedang berjalan menuju warung bakso tiba-tiba mereka berpapasan dengan mama Lilis dan juga Maria,mungkin mereka juga sedang belanja,bukan mama Lilis namanya kalau tidak menghina Sovia dan juga keluarganya,padahal dia sedang mengalami musibah anaknya yang hamil di luar nikah.


"Wah,sepertinya orang-orang miskin ini,sedang mengemis di tempat ini,kenapa kalian nga pulang ke kampung saja,ini toh mamamu yang miskin itu Sovia,aduh kasihan punya anak tapi nga laku-laku!" Ucap Lilis dengan senyum menghina.

__ADS_1


"Ini mantan mertuamu Sovia?"


"Iya ma."


"Anda orang kota tapi etika pun anda tak punya,apa anda bangga menjadi seorang ibu yang menganggu rumah tangga anak sampai bercerai." ucap Ratna dengan wajah penuh emosi tapi dia mencoba untuk menahannya.


"Sudahlah ma,ngapain juga mengurusi keluarga ini,terkadang manusia itu pintar menilai orang lain tapi bodoh menilai diri sendiri seperti wanita ini,pulang sana urusi anakmu yang hamil di luar nikah itu." Ucap Rosa tampa memikirkan sedikit perasan Lilis.


"Sudah ma kita pulang saja,lihat semua orang sudah mulai mencibir kepada kita."Ucap Maria lalu menarik tangan mertuanya dan membawa pergi dari tempat itu.


"Huuu....." Semua orang bersorak kepada mereka,membuat Lilis dan maria begitu malu."


Sementara itu Sovia dan orang tuanya menjauh dari tempat itu dan membatalkan belanja hari ini,rasanya dia begitu kesal karena kejadian barusan,sovia sangat menyesali pertemuan mereka dengan mantan mertuanya.


Setelah sampai di rumahnya Lilis terus emosi dan memaki sovia dan keluarganya,dia tidak berhenti mengoceh membuat adrian emosi juga.


"Ada apa sih ma,tidak mungkin Sovia berani melawan mama kalau bukan mama yang cari masalah,lagian mama untuk apa mencari masalah dengan keluarga mereka,mama tau sovia sebentar lagi akan menikah dia di Lamar seorang dokter dan adiknya berpacaran dengan seorang jaksa,kurang apa lagi ma,sementara lihat diri mama,anak mama saja hamil di luar nikah."


"Plak..."


" bersambung***

__ADS_1


__ADS_2