Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 57~ Ibu egois ~


__ADS_3

Adrian memegangi wajahnya yang panas, akibat tamparan ibunya,dia begitu kesal melihat ibunya yang selalu merendahkan keluarga mantan istrinya.Sementara dia sangat menyesali pernikahannya yang gagal bersama Sovia,sampai hari ini dia belum bisa terima jika pernikahan nya dengan Sovia sudah gagal.Adrian begitu membenci ibunya yang selalu bersikap sombong padahal dia sudah mulai menerima balasan akibat dari sikap sombongnya itu.


"Baiklah ma,mama berani main kasar kepadaku,mulai hari ini aku pergi dari rumah ini,aku sudah tidak tahan dengan sikap yang begitu arongan dan sombong." Ucap Adrian.Dia meninggalkan ibunya di ruang tamu,wajahnya terlihat menyesal setelah melayangkan tamparan di wajah anaknya.


Pada saat itu Raisa masuk ke dalam rumah,dia membawa beberapa bungkus makanan mungkin itu untuk sarapannya,Lilis semakin kesal melihat sikap Raisa yang seenaknya di rumahnya.Pada saat Raisa masuk kedalam kamarnya dia melihat Adrian yang memasukkan semua pakaiannya kedalam koper,dia mengerutkan keningnya,dia berfikir kalau suaminya bakal dinas keluar kota.


"Mas,kamu mau kemana,kamu dinas di luar kota kok kamu nga bilang sama aku." Tanya Raisa yang masih berdiri di depan pintu.Adrian mengangkat kopernya dan mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan Raisa kepadanya.


"Mas kamu mau kemana?" Raisa mengejar Adrian yang sudah mencapai pintu,sementara itu Lilis sudah tidak bisa berkata-kata kepalanya sudah mulai panas dan mungkin tensinya juga sudah naik.


Adrian berlalu dari rumah itu,Raisa masuk kedalam rumah dia memandangi ibu mertuanya dengan wajah yang begitu benci.


"Ma,mau kemana mas Adrian,kenapa mama tidak melarangnya pergi?" Lilis menatap sinis kepada menantu PNS nya itu,ada penyesalan yang begitu mendalam di hatinya saat memaksa adrian menikahi wanita yang ada di hadapannya.


"Ini semua gara-gara kamu wanita sialan,kamu membawa petakan di rumah ini,anakku belum pernah sekalipun mau melawanku,tapi sejak kalian menikah anakku menjadi melawan bahkan dia sudah meninggalkan rumah ini,kamu wanita pembawa sial,lebih kamu kembali kepada ibumu." Ucap Lilis,Raisa tidak terima dengan ucapan mertuanya dia malah menatap balik mertuanya yang tidak sadar juga dengan semua sikap buruknya itu.

__ADS_1


"Apa kamu bilang,gara-gara aku,ibu,seharunya kamu sudah bisa sadar atas sikapmu yang begitu sombong,apa sih yang kita sombong kan hidup ini bu,kita mati tidak akan membawa harta sepeser pun,yang kita bawa cuma amal ibadah kita saja,kenapa sudah begitu banyak masalah yang menghampiri keluarga ini ibu tetap tidak sadar,sadarlah Bu,jangan salahkan orang lain atas kegagalan mu menjadi ibu bagi anak-anakmu,untuk apa kamu merendahkan menantu mu dari dulu bukankah itu anakmu juga,PNS pun aku Bu,tidak akan ada untungnya untukmu kecuali kamu bangga kepada orang-orang,jadi sekarang pikirkan lah Bu,semoga ibu segera sadar." Ucap Raisa lalu meninggalkan mertuanya di sopa bersama Maria dan Raka.


"Sudahlah Bu,kamu pikirkan kesehatanmu,nanti kalau kamu sakit tidak akan ada yang mau mengurus mu." Ucap Maria sambil membawa teh satu gelas lalu memberikan kepada ibu mertuanya.


Adrian benar-benar pergi meninggalkan rumahnya,dia tidak punya tujuan sama sekali dia hannya pergi keliling kota sambil terus memikirkan masalah hidupnya.


Adrian menghentikan mobilnya di sebuah warung pinggir jalan lalu dia istrahat di sana menenangkan pikiran,hidup nya benar-benar hancur sejak Sovia meninggalkan dia dua bulan yang lalu,begitu sakit perasaanya,seandainya waktu masih bisa di ulang dia akan memperbaiki semua kesalahannya dan hidup lebih.


****


"Hai....Kita bertemu lagi,kamu tuh ya,susah sekali hanya ingin bertemu denganmu."Ucap Dimas setelah dia keluar dari mobilnya dan Rosa sudah berdiri di hadapannya.


"Ada apa sih mas,sampai mengancam segala,mamaku itu orangnya cerewet makanya aku nga mau membawamu ke rumah," Sungut Rosa,dia memang yang bersalah sudah beberapa kali Dimas mengajaknya untuk keluar rumah atau tidak dia datang menemuinya kerumhnya tetapi Rosa menolak terus dengan alsan mamanya tidak memberikan ijin kepadanya.


"Ya sudah kita pergi saja,jalan-jalan atau nongkrong,kamu belum pernah kan nongkorong di pinggir jalan,kalah sore begini sini biar aku yang mengajakmu." Ucap Dimas.Rosa menaiki mobil mewah milik Dimas ada rasa bangga sedikit dihatinya saat dia bisa menaiki mobil semewah itu.

__ADS_1


Dimas membawanya ke sebuah cafe,disana Dimas memesan cemilan dan minuman untuk mereka berdua,


"Rosa,kamu sudah umur berapa kamu tidak kuliah ya?" Tanya Dimas,dia ingin menghilangkan kecanggungan di antara mereka,Rosa terus saja diam membuatnya sedikit kikuk.


"Tidak mas,jangankan kuliah SMA saja aku tidak lulus itu karena ibuku sangat miskin dan tidak bisa menyekolahkan aku,pada waktu itu Kakaku menikah dengan pria kota sehingga aku harus merelakan diriku putus sekolah,untuk membantu ibu." Jawab Rosa,dia tidak mau berbohong tentang hidupnya.Jika memang mencintainya dengan tulus semiskin apa pun dia dan keluarganya dia tidak akan meninggalkannya.


"Hmm,nga papa,wanita tidak punya sekolah juga tidak masalah,toh ujung-ujungnya dia akan tinggal di rumah dan mengurus anak dan suami." Jawab Dimas bijak.


"Tapi mas,pendidikan seorang istri itu juga perlu,suatu saat dia akan mendidik anak-anaknya,bagaimana dia mendidik anak-anaknya kalau dia tidak punya sekolah yang tinggi." Ucap Rosa,dia sengaja menguji dan melihat sikap Dimas.


Dimas menghela napas berat,dia menatap Rosa,dia sudah jatuh cinta kepada Rosa saat pandang keduan dimana dengan beraninya Rosa melawan ibu mertua kalanya,disitu dia sangat mengagumi wanita itu.


"Rosa,jangan mengujiku seakan-akan aku melihat seorang wanita itu dari harta dan pendidikannya,jujur saja aku katakan aku sudah jatuh cinta kepadamu,sejak pertemuan kedua kita,dan jika kamu mau aku ingin menyuruh kedua orang tuaku melamarmu aku ingin menjadikan mu sebagai istri.Aku tidak ingin kita pacaran katena aku ingin menghindari sesuatu yang tidak di inginkan." Ucap Dimas.Seketika tubun Rosa keringat dingin,rasanya dia sangat kaget mendengar ucapan Dimas.


"Mas,keluargaku masih mengontrak,aku takut orang tuamu tidak menyukaiku,tidak mungkin orang tuamu mengijinkan anaknya yang sukses menikahi orang miskin sepertiku." jawab Rosa,dia masih belum percaya dengan ucapan Dimas barusan.

__ADS_1


*** bersambung***


__ADS_2