Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 42 ~ Menyesal ~


__ADS_3

Adrian sangat kaget melihat perubahan ibunya,memang sudah dua minggu ini dia tidak berbicara dengan ibunya,karena semenjak kepergian istrinya,dia sangat kecewa dengan semua orang yang ada di rumahnya.Dan hal itu yang membuat dia tidak tau kalau ibunya sudah sembuh seperti sedia kala tinggal kakinya yang masih pincang sebelah.Selama beberapa minggu ini Adrian selalu mengurung diri di kamarnya,setelah dia kembali dari kantornya,ibunya tau tentang perubahan Adrian tapi dia tidak peduli sama sekali karena baginya jika Adrian bisa menikah dengan Raisa maka dia akan kembali memiliki besan yang kaya raya sama seperti keluarga maria menantu pertamanya.


"Mama,aku tidak mau menikah dengan Raisa,jangan memaksaku ma,aku tidak mau pisah dengan Sovia,aku harus mencarinya." ucap Adrian,semua orang yang ada di ruang tamu menatap tidak percaya kepada Adrian,bagaimana bisa seorang Adrian sangat kukuh mempertahankan istrinya yang sama sekali tidak punya kelebihan apa pun,bahkan mereka juga tau bagaimana hubungan rumah tangga adrian,jadi mereka seakan tidak percaya dengan ucapan yang di lontarkan adrian.


"Hahaha,kamu bercanda Adrian,bagaimana bisa kamu bilang tidak mau cerai dengan Sovia,istri kampungan mu itu,selama ini kami jelas tau bagaimana hubungan kalian,bagaimana kamu memperlakukan Sovia di rumah ini." Ucap Raka dengan sedikit tertawa,dia merasa lucu dengan lelucon adrian malam ini.


"Itulah sebabnya aku sangat menyesal,aku ingin mencarinya,dan setelah itu membawanya keluar dari rumah ini,aku menyesal sudah membuatnya menderita selama ini," Ucap adrian terlihat jelas keputusasaan di wajahnya.


"Sudah,tidak sok dramastis di hadapan mama,aku tidak ingin wanita itu kembali ke rumah ini,atau kembali kepelukan mu,aku tidak butuh orang miskin seperti itu,menjadi menantu di rumah ini." Ucap ibunya.Adrian menatap tidak percaya kepada ibunya,bagaimana bisa ibunya masih bersikap jahat kepada Sovia padahal waktu dia sakit struk Sovia yang sudah membantu dan merawatnya bahkan di saat kami semua tidak mau membantunya membersihan kotorannya sovia lah yang turun tangan dengan ikhlas.


"Ma,aku tidak tau, hati mama terbuat dari apa! mama lupa siapa yang merawat mama waktu mama sakit,sovia ma,dia yang ikhlas merawat mama,membersihkan kotoran mama membawa mama ke kamar mandi,tapi mama masih sanggup mengatakan itu."Ucap Adrian,hatinya sudah benar-benar terluka melihat semua kesombongan keluarganya.


"Siapa yang peduli dengan kebaikan saat dia tidak memiliki uang,tidak ada biar kamu tau,makanya menikah sama orang berduit supaya kamu di hargai orang lain,aku tidak butik kebaikan yang sudah dia berikan kepadaku,pokonya aku tidak mau lagi dia kembali ke rumah ini Titik."Jawab mamanya dengan penuh kesombongan.

__ADS_1


Adrian meninggalkan keluarganya di ruang tamu,dia masuk kedalam kamarnya,dan saat itu dia berdiri di hadapan pintu,dia mengingat ke bersamanya bersama Sovia pada saat mereka masih bersama,Sovia memeluk tubuhnya dengan begitu mesra,sambil membisikkan aku mencintaimu suamiku


Adrian menaiki ranjang lalu mengambil bantal milik Sovia lalu memeluknya dengan erat dan dan membisikkan sesuatu kepada bantal itu.


"Bantal sampaikan kepada mimpi Sovia jika aku sangat merindukan dia,katakan kepadanya aku sangat menyesal dengan semua sikap buruknya sewaktu bersamanya." Ucap adrian lalu memeluk bantal itu dan membawanya tidur dia membayangkan jika bantal itu adalah sovia.


****


Keesokan harinya Amira bersiap-siap hendak berangkat ke rumah sakit,kali ini,dia tidak bisa gagal untuk ikut ke ruamah dokter itu,dia sudah berjanji apa pun resikonya akan akan dia tanggung asalkan dia bisa menikah dengan pria hebat seperti Daniel.


Raisa Amira dan ibunya berjalan mengelilingi pusat perbelanjaan,mamanya sudah membeli beberapa pasang pakaian dan sepatu,rasanya dia begitu bahagia,akhirnya dia bisa mendapat calon menantu yang hebat.


"Udah mama,beli saja,nanti aku yang bayar semuanya." Ucap Raisa,dia sangat tau sisi kelemahan ibunya calon suaminya.Pada saat Amira dan ibunya melihat-lihat tas tiba-tiba mereka bertemu dengan tetangganya dan saat itu ibunya langsung pura-pura membawa semua belanjanya dia berusaha pamer di hadapan tetangganya.

__ADS_1


"Wah,...Jeng Lina kalian lagi belanja ya,siapa wanita cantik ini?" Tanya tetangganya kepo,dan saat itu Lina langsung memamerkan Raisa kepada tetangganya.


"Aduh,..Iya nih jeng,ini namanya Raisa,dia sudah pegawai negri,calon istri dari anakku adrian semenjak adrian cerai dari istrinya,Raisa sudah dekat dengan anakku,doakan jeng pestanya di laksanakan dengan cepat." Ucap Lina,sementara amira sangat bete karena dia gagal bertemu dengan Daniel pujaan hatinya.


Raisa begitu bangga saat calon mertuanya itu selalu memujinya setinggi langit,rasanya dia sangat tidak sabar untuk menjadi istri nya adrian.


******


Sementara itu di lain tempat,Dagangan Sovia sudah habis terjual ini saatnya untuk pulang karena dia sudah sangat lapar,dia tidak mau memakan jualannya karena dia merasa bosan.Pada saat Rosa dan Sovia sibuk membereskan barang dagangan mereka tiba-tiba Daniel sudah berdiri di hadapan mereka sambil membawa makanan tiga kotak.


"Hai....Kalian pasi belum makan,ini aku bawain kalian makanan,di makan,Sovia aku harus pergi karena aku harus dinas." ucap daniel lalu kembali masuk kedalam mobilnya dan pergi.Karena sudah tidak bisa menahan lapar sovia menghentikan pekerjaannya,lalu mengambil nasi kotak untuknya lalu menikmatinya,dia sangat lahap makan,selain karena lapar dia makannya juga sangat nikmat.


"Kak,baik sekali tuan dokter ya, mengantar makanan sama kita,pasti dia suka sama Kaka,bagaimana mungkin dia mau melakukan sesuatu kalau bukan karena ada tujuan tertentu." ucap Rosa,sovia menatap Rosa dengan tatapan kejam.

__ADS_1


"Dek,walaupun dia suka kepadaku,aku tidak mau pria seperti itu,sedangkan Adrian saja tega menyakitiku apalagi dia,lagian dari mana kamu tau dia suka kepadaku,ini bukan dunia novel dimana wanita miskin di cintai pria kaya,jangan terlalu banyak bermimpi." Jawab Sovia.Semenjak dia gagal berumah tangga bersama adrian,banyak pelajaran hidup yang dia ambil.Terkadang kita tidak butuh pria mapan dan berpendidikan yang terpenting itu adalah pria bertanggung jawab kepada istrinya itu saja yang mau bekerja apa saja demi istrinya


*** bersambung ***


__ADS_2