
Adrian masih terlihat sangat marah berulang-ulang dia menendang pot bunga yang tertata diluar,dia melampiaskan emosinya kepada bunga yang tertata rapi.Saat malam sudah mulai larut Adrian masuk kedalam kamar dan melihat Sovia istrinya sudah tertidur pulas.Adrian Kemabli memeriksa barang belanjaan istrinya yang dia letakkan di atas meja,saat itu Adrian melihat dompet mungil milik istrinya,dia mengambilnya lalu membuka isinya,saat itu yang terlihat hannya tiga lembar pecahan uang dua puluh ribu rupiah,Adrian menghela napas berat rasanya dia sangat tidak terima jika istrinya bermain serong di luar sana.
"Sepertinya aku harus menyelidikinya besok,dari mana Sovia mendapat uang sebanyak itu,hingga dia bisa beli baju dan juga beberapa krim wajah.Aku tidak mau memaafkannya jika dia sampai mengkhianati ku."Batin Adrian,saat itu dia menatap susu hamil yang dia letakkan di samping ranjang,Adrian mengambil susu itu lalu meletakkannya di atas meja.
"Untuk apa minum susu beginian ibu jaman dulu saja tidak pernah minum ini anaknya lahir sehat-sehat saja,dia ingin membuat dirinya sebagai wanita manja dan kaya."Sungut andrian lalu mengambil selimut dan tidur di bawah ranjang karna dia masih kesal kepada istrinya itu.
Saat itu malam sudah mulai larut,Sovia terbangun,dia melihat kesamping dan ternyata Adrian tidak berada di sampingnya.Sovia bertanya-tanya dia belum melihat kebawah ranjang padahal Adrian tidur dibawah sana.
"Ya ampun,kenapa dia bisa tidur dibawah sini,dasar umur saja yang sudah dewasa ribut sedikit turun kebawah."Sungut Sovia,dia menuruni ranjang lalu keluar menuju dapur,dia mengabaikan suaminya yang bersikap anak-anak.
*****
Keesokan paginya Adrian terlihat bersiap-siap dia masih mengabaikan Sovia,bahkan dia tidak mau makan dan minum yang sudah disiapkan oleh istrinya,wajahnya masih terlihat masam,hari ini dia sudah mengirim pesan kepada rekannya kalau dia tidak masuk kerja hari ini Karna dia ingin menyelidiki apa yang dilakukan istrinya di rumah saat semua orang sudah berangkat kerja.
Saat Abang dan istrinya berangkat kerja,Adrian juga berpura-pura berangkat kerja,dia ingin memergoki apa yang dilakukan istrinya dibelakangnya saat semua orang sudah pergi bekerja.
__ADS_1
"Amira,kenapa kamu jadi tinggal di rumah ini kenapa kamu tidak di kosan mu,bukankah jarak dari sini ke kampusmu sangat jauh."Tanya Adrian,karna sudah hampir seminggu adiknya tidak Kemabli ke kosannya.
"Tidak kak,aku malas di sana tidak ada yang mengurusku,kak bagi aku uang dong uangku sudah habis."Ucap Amira,Adrian Tampa pikir panjang langsung mengambil dompetnya lalu memberikan Amira uang pecahan seratus tiga lembar, Sovia yang kebetulan melihatnya hannya bisa mengelus dada,entah kenapa dia sangat membenci suaminya jika dia begitu baik kepada ibu dan adiknya sementara untuknya dia begitu perhatian.
Terlihat senyuman yang begitu bahagia di wajah Amira,dia langsung berangkat ke kampusnya saat sudah menerima uang dari abangnya.Sovia tidak ambil pusing lagi karna dia sudah biasa mendapatkan perlakuan tidak adil begitu,saat ini dia hannya berharap semoga usahanya semakin maju dan tabungan nya semakin banyak,dia tidak mau terlalu banyak berharap kepada pria yang lupa tanggung jawab.
Adrian meninggalkan rumah,dia sama sekali tidak mau bicara kepada Sovia karna dia masih sangat marah dan kesal kepada wanita itu.
Setelah semua orang berangkat meninggalkan rumah Sovia,mulai masuk kedalam kamar ibunya lalu mengurusi ibu mertuanya,terlebih dahulu,memandikan memberinya makan tidak lupa membantunya untuk merias sedikit wajahnya agar tidak pucat,setelah itu dia menyisir rambutnya,setelah semuanya beres dia mendorong kursi roda mertuanya lalu membawanya keruang tamu dan menghidupkan televisi agar mertuanya tidak terlalu bosan.
Sementara itu Adrian memarkirkan mobilnya di minimarket yang tidak jauh dari tempat istrinya jualan,lalu dia keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju rumahnya dia memakai topi dan juga masker,agar penyamarannya tidak mencurigakan,dia sengaja mengganti pakaiannya supaya Sovia tidak curiga saat melihatnya di sekitaran rumahnya.
Adrian sudah mulai bosan,karna sudah menunggu hampir satu jam rumahnya masih terlihat tertutup,beberapa orang yang lewat menatap curiga kepada Adrian tapi dia tidak peduli kepada mereka,dia terus mengintai rumahnya.
"Mas,ngapain disini pakai masker lagi,emangnya mas nga kerja? Tanya seorang tetangga yang kebetulan mengenalinya,dia merasa sial karna ada yang mengenalnya,saat dia duduk santai di warung.
__ADS_1
"Tidak,aku lagi libur."Jawab Adrian singkat,rasanya dia sedikit malas berbicara dengan orang itu.
"Loh,kalau mas libur kenapa mas tidak membantu mbak Sovia jualan saja,dia setiap hari kewalahan karna jualannya sangat laris,banyak anak-anak sekolah yang menyukai jualan mbak Sovia."Ucap pria itu.Adrian cukup kaget mendengar penuturan tetangganya bahkan dia sedikit bingung dengan ucapannya.
"Maksudnya! aku tidak mengerti apa yang kamu katakan!" Jawab adrian.Pria itu mengerutkan keningnya,rasanya dia jadi takut.
"Mas tidak tau kalau Mbak sovia setiap hari jualan di pinggir jalan,dan jualannya sangat laris anak-anak sangat menyukai jualannya mbak Sovia."Adrian merasa malu,karna dia sebagai suami tidak tau sama sekali jika istrinya ternyata sudah pandai mencari uang,bahkan pikirannya yang kotor membuatnya malu.
"Ohh,bukannya aku tidak tau tapi hari ini aku ingin membuat kejutan kepadanya."Jawab Adrian mengelak,saat ini dia tidak bisa berkata-kata saking kagetnya,dia tidak menyangka istrinya yang polos sanggup melakukan tindakan sejauh ini.Adrian keluar dari warung pergi berjalan menuju mobilnya walaupun dia sudah tau sumber penghasilan istrinya dia belum yakin seratus persen kalau belum membuktikannya sendiri.
"Sialan Sovia berani sekali dia jualan tampa memberitahu padaku,dia melakukan semuanya Tampa ijinku lagi,dia semakin berani bertindak sendiri,lagian kerja apaan seperti itu malu-malu in aja masak suaminya kerja di bank,tapi istri jualan jajanan,lihatlah aku akan mengingatkan mu."Batin Adrian.Akhirnya dia memutuskan untuk masuk kedalam mobilnya lalu menunggu istrinya disana.
Karna merasa bosan akhirnya dia mengambil ponselnya dari dalam kantongnya lalu memeriksa beberapa pesan masuk,dan saat itu matanya tertuju kepada nomor baru,saat dia membuka pesannya ternyata Raisa yang mengirimnya.
"Dasar Raisa,apa aku setampan itu hingga dia mengejar-ngejar pria yang sudah beristri,aneh banget ni cewek,sudah hampir seminggu aku tidak menghubunginya malah dia yang sibuk menghubungi ku terus."Ucap Adrian lalu menghapus pesan dari Raisa,dia takut suatu saat Sovia memergokinya lagi.
__ADS_1
*****Bersambung***