Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 36 ~ Wanita gila ~


__ADS_3

Setelah Daniel keluar dari ruangannya Amira tersenyum puas,karena dengan mudah dia bisa mendapat nomor pria idamannya.


"Persetan dengan Faisal,dia sudah punya istri,ada juga untungnya hari ini aku masuk rumah sakit,karena aku menemukan pria sangat tampan dan menggoda." Ucap Amira,dia tersenyum membayangkan wajah Daniel yang sedang merawatnya tadi.


Pada saat Amira sedang asik dengan pikirannya tiba-tiba kedua abangnya dan juga Maria datang menemuinya,mereka terlihat bergegas masuk ke ruang perawatannya.


"Amira apa yang terjadi kepadamu,kenapa kamu bisa sampai kecelakaan seperti ini?" Tanya Raka dengan wajah khawatir,melihat abangnya yang sangat khawatir kepadanya tiba-tiba saja dia teringat keributan mereka kemarin dimana abangnya sangat membela istrinya.


"Ini semua karena abang,kalau saja kemarin Abang tidak marah kepadamu mungkin aku tidak mengalami ini semua." Ucap Amira penuh tipu.Amira melihat wajah abangnya yang penuh penyesalan,ingin sekali dia memanfaatkan keadaan ini untuk mengambil keuntungan.


"Bang,Adrian apa istrimu sudah kembali keruang?" Tanya Amira,dia masih enggan Kemabli kerumah jika wanita itu belum kembali karena dia tidak mau menjadi babu di rumahnya.


"Belum,mungkin dia tidak akan kembali lagi,mungkin dia pulang ke kampungnya." Jawab Adrian,dia terlihat sangat frustasi sejak kepergian Sovia istrinya dari rumah ibunya.Adrian menghela napas panjang,sejak kepergian Sovia sedikit pun dia tidak punya semangat untuk melakukan apa pun.


"Kalau begitu bang,lebih baik mulai besok kalian cari pembantu yang mau membereskan semua pekerjaan rumah.Kalian bisa menggajinya,dan aku yakin bang, jika kamu menikah dengan kakak Raisa aku sangat yakin dia tidak akan mau mengerjakan semua pekerjaan rumah."Ucap Amira.Adrian menatap sinis kepada Amira,rasanya dia menyesal menemui adiknya di rumah karena dia membahas sesuatu yang tidak masuk akal baginya.


"Bang aku pulang duluan,rasanya aku sangat menyesal karena datang kesini,aku kira luka yang di alami Amira cukup serius ternyata tidak sama sekali." Ucap Adrian lalu pergi meninggalkan Abang dan Kaka iparnya di ruangan itu.


*****


Adrian meninggalkan rumah sakit dengan perasan kesal bagaimana bisa adiknya,mengatakan sesuatu yang tidak masuk akal baginya,sedikit pun dia tidak berniat untuk menikahi Raisa,walaupun Raisa sangat mencintainya dia sama sekali tidak menyukai karakter dari Raisa.

__ADS_1


"Dasar adik kurang ajar,hobby sekali dia mengurusi yang bukan urusannya,siapa yang mau menikah dengan Raisa,wanita itu yang terus lengket seperti lintah kepadaku,menyesal aku pernah menerima uangnya,mungkin saja Sovia pergi meninggalkan aku karena dia cemburu."Ucap adrian sambil menyetir mobilnya untuk pulang ke rumah ibunya.


*****


Amira mengambil ponselnya lalu dia melihat panggilan dari dokter daniel,dengan cepat dia menyimpan nomor itu lalu mengirim beberapa pesan kepada dokter itu.


"Aku harus bisa mendapatkan cintamu apa pun yang terjadi dokter."Ucap Amira sambil memandangi nomor itu,dia sangat berharap Daniel membalas pesannya tapi sayang walupun pesan yang dikirimnya sudah cengeng biru tetapi dia belum menerima pesan balasan.


"Lama sekali dia membalasnya." Amira terus memandangi ponselnya tapi sudah beberapa jam pesannya belum di balas juga,sampai akhirnya dia ketiduran.


Daniel masuk keruangannya setelah selesai melaksanakan tugasnya,memeriksa seluruh pasien pagi ini,dia duduk di kursinya sambil melonggarkan seluruh tubuhnya yang sudah sangat lelah.Setelah merasa tubuhnya enakan Daniel membuka kembali ponselnya lalu dia kembali melihat pesan yang dikirim Amira ke aplikasi hijau miliknya.


"Sialan wanita gila itu berani sekali dia menggodaku,apa dia wanita yang bisa dipakai oleh semua pria dengan sembarangan." batin Daniel,akhirnya dia kembali mengabaikan pesan yang dikirim oleh amira kepadanya.


*****


Hari ini Sovia dan adiknya Rosa pulang kerumah dengan sangat cepat karena jualan mereka habis tak tersisa bahkan sangat kurang,mereka membawa barang dagangan menuju rumah kontrakan.Setelah sampa di rumah Sovia menghitung semua hasil penjualan setelah itu dia memasukkan uangnya ke kotak penyimpanan uang milik mereka.


"Mama,aku sudah bilang mama tidak usah melakukan itu,mama istirahat saja di rumah." Ucap sovia kepada ibunya saat dia tau wanita tua itu sudah menyelesaikan seluruh pekerjaan rumah dan juga mencuci semua pakaian kotor mereka yang ada di kamar mandi.


"Sudah lah Sovia,mama sudah terbiasa,bahkan jika aku tidak bekerja,rasanya tubuhku sangat lelah,ijinkan mama untuk membatu kalian berdua yang sudah capek mencari uang." ucap mamanya.Sovia langsung memeluk tubuh ibunya bukannya dia tidak mau mengijinkan ibunya bekerja membantu mereka tapi dia sangat ingin ibunya menikmati masa tua dengan kayak di hadapannya.

__ADS_1


****


Sementara itu adrian di rumahnya duduk sendiri di sopa ruang tamu sambil menikmati rokok,setelah kepergian Sovia dari sisinya sedikit pun adrian tidak memiliki semangat hidup,bahkan sudah dua kali dia mendapat teguran dari atasan nya karena dia terlambat masuk kerja.Mamanaya yang melihat keadaannya anaknya hannya bisa geleng-geleng,dia tidak menyangka jika adrian akan mengalami hal bodoh seperti ini padahal seorang wanita cantik dan juga mapan sangat jatuh cinta kepadanya,tapi dia selalu berdiri di atas keraguannya.


"Adrian kapan kamu akan melamar Raisa,apa mungkin kamu akan menunggu sovia selamanya,dia tidak akan kembali lagi kepadamu,yakinlah."Ucap ibunya,walaupun belum lancar mengucapkan setidaknya orang yang mendengar ucapannya sudah mengerti.


"Aku tidak tau mah." Jawab adrian dengan wajah masam,lalu dia meninggalkan ibunya yang masih di ruang tamu karena dia takut ibunya cari maslah lagi kepadanya.


****


Daniel pulang dari rumah sakit dengan perasaan kesal.Akhirnya untuk membuang rasa kesalnya dia mampir kesebuah super market,untuk membeli minuman dingin karena dia merasa tubuhnya sangat panas.


Pada saat dia mengambil minuman dia melihat sovia yang sedang belanja,dia langsung buru-buru menghampiri Sovia dan membantu membawa sebagian barang belanjaannya.


"Dokter apa yang anda lakukan disini?" tanya Sovia,dia sangat kaget karena daniel membantunya membawa barang-barangnya.


"Sudahlah dokter biar aku yang membawanya," Ucap Sovia berusaha mengambil barang belanjaannya.


Sovia dan Daniel keluar dari super market lalu mereka duduk di teras super market,sambil menikmati minuman dingin karena pada saat itu cuaca sangat panas.


"Pak dokter untuk apa saya di suruh duduk disini?' Tanya Sovia,dia merasa bingung dengan sikap dokter yang tiba-tiba.Sementara Daniel terus menikmati minuman yang ada di tangannya

__ADS_1


**** bersambung****


__ADS_2