Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 53 ~ Mulai tidak cocok ~


__ADS_3

Mama Lilis mencibir saat mendengar ucapan menantu PNS-nya,dia kesal sekali mendengar ucapan menantunya itu,Sovia saja dulu tidak berani berbicara seperti itu kepadanya walaupun mereka sudah lama menikah.


"Hah,enak sekali kamu,mau membawa anakku dari rumah ini,pokoknya aku tidak mau tau kamu setiap bulan harus membayar uang belanja untuk mama dari gaji mu sebesar satu juta rupiah,jika tidak," Mama Lilis menghentikan ucapannya,dia tidak berani melanjutkan ucapannya saat melihat dua orang tetangganya melewati rumahnya.Dan saat itu Raisa juga mengerti akan hal itu dan dia malah meninggikan ucapannya agar para tetangga tau kalau ibu mertuanya adalah orang munafik.


"Kalau tidak apa ma,cepat katakan ma,kalau tidak apa,kalau tidak mama akan menyuruh Adrian menceraikan aku,silahkan aku tidak peduli sedikit pun karena aku juga dengan mudah bisa mendapat pria yang lebih bertanggung jawab." Ucap Raisa berang,kedua tetangga tadi menguping ke arah ruang mereka hingga dengan emosi mama Lilis mengambil air satu gayung lalu membuka pintu dan menyiram kedua wanita itu.


"Dasar sampah berani sekali kalian menguping di rumahku," Ucap mama Lilis dengan emosi kedua wanita sangat kaget mendapat siraman mendadak hingga menimbulkan emosi keduanya.


"Apaan sih ibu Lilis anda keterlaluan sekali,sepertinya orang terhormat ini sedang ribut dengan menantu PNS nya,kok bisa ya orang kaya ribut harusnya kalian pergi shoping,jalan-jalan keluar negri namanya juga menantu mu kaya semua." Ucap salah satu tetangganya yang paling. julid,Lilis tidak tahan mendengar cibiran tetangga akhirnya menutup pintu dengan kasar dan kembali ke rumah.


"Sial sekali hari ini,tetangga-tetangga malah makin sering menyindirku kalau begini aku bisa kena serangan jantung mendadak." Ucap mama Lilis dan kembali kerumahnya.Saat dia mencapai ruang tamu dia sudah melihat Raisa duduk sambil make up di ruang tamu,sepertinya hari ini dia tidak berkerja dan akan keluar rumah.


"Santai sekali kamu,jika kamu tidak bekerja seharusnya kamu membantu pekerjaan di belakang,kamu bisa mencuci atau memasak untuk apa kamu make up di rumah." Ucap mama Lilis,Lilis dengan tatapan tidak suka kepadanya.


"Hahaha....Seumur hidupku tidak pernah sekalipun memegang cucian atau dapur,enak sekali kamu menyuruhku untuk melakukan itu,lakukan sendiri jangan ganggu aku," Jawab Raisa tampa menjaga sedikit pun sopan santunnya.


Mama Lilis mengepalkan tangannya rasanya dia sudah tidak mampu mengurus wanita yang ada di hadapannya,dia mengabaikan Raisa lalu berjalan kebelakang dan mulai memasak karena dia sudah menyuruh Art nya keluar karena tidak mampu membayar gajinya.

__ADS_1


"Lihatlah wanita siluman aku akan mengadukan kamu kepada Adrian berani sekali kamu melawanku,enak saja kamu sudah tidak membayar uang bulanan juga tidak mau membantu di rumah." sungut mama Lilis.Sementara itu Raisa bergantian pakaian yang sangat seksi,lalu dia datang ke dapur menghampiri mama mertuanya.


"Mam,aku shoping dulu ya,maaf tidak bisa mengajakmu karena aku tidak punya cukup uang,apalagi nanti aku akan melakukan perawatan di salon langganan ku juga." Ucap Raisa yang membuat ibu mertuanya semakin kesal.


"Dasar kurang ajar,kamu punya uang untuk shoping yang dan ke salon tapi kamu tidak punya uang untuk membayar biaya makan mu di rumah ini,ternyata awal saja kamu baik sekarang aku semakin tau sikap busuk mu." Umpat mama Lilis dan melempar sendok yang ada di tangannya ke arah Raisa dan beruntung Raisa dengan cepat bisa menangkisnya.


Setelah terlibat keributan dengan menantunya, mama Lilis tidak ada niat lagi untuk memasak dia akhirnya membeli makanan untuk dia dan Amira yang masih tidak mau keluar dari kamar walaupun dia sudah sehat.


****


"Mah Raisa belum pulang?" Tanya Adrian,seketika emosi ibunya naik,saat mendengar Adrian menyebut nama anaknya.


"Kamu pulang dan memanggil ibu hannya untuk menanyakan istrimu yang laknat itu,mama kesal dengan dia lebih baik kamu ceraikan dia,rasanya mama sudah tiada tahan dengannya." Ucap mama Lilis dan seketika Adrian tertawa lepas mendengar keluhan mamanya.


"Hahaha mama baru melihat sikap buruknya kan,itu baru awal ma,dia belum menunjukkan aslinya,bukannya dulu mama sangat ingin dia jadi menantu mu,kenapa sekarang ibu malah mengeluh." Jawab adrian,dia cukup puas melihat reaksi kesal ibunya.


"Mah,aku datang kesini mau bilang ada yang mau menikah dengan Amira tapi pria itu minta bayaran lima puluh juta untuknya,bagaimana mama setuju tidak." Tanya Adrian,seketika ibunya kaget mendengar nominal yang dia sebutkan.

__ADS_1


"Gila uang dari mana,lagian kok bisa semahal itu,lagian kan dia bisa cerai kalau sudah melahirkan nanti,cari kesempatan itu pria." Jawab mama Lilis sambil kemabli duduk di ruang tamu,dia terlibat mempertimbangkan ucapan adrian.


Sejujurnya mau tidak mau mama Lilis harus mau dari pada menanggung malu kepada semua orang dan dia juga tidak ingin anak gadisnya di usir dari tempat itu,karena sudah menjadi hukum di lokasi mereka siapa yang hamil di luar nikah akan di usir dari sana karena takut membawa sial di tempat itu.Mama lilis tidak punya simpanan sebanyak itu dengan terpaksa dia harus meminta kedua anaknya untuk mengumpulkan uang,karena dia tidak akan tega melihat anaknya menderita.


Mama Lilis memanggil adrian dari dalam kamarnya,dia ingin memberitahu kepada adrian kalau dia setuju dengan permintaan pria itu.


"Adrian beritahu kepada pria itu kalau aku setuju dengan permintaanya,habis mau gimana lagi memang kita harus setuju,aku tidak tega melihat Amira menjadi bahan cibiran orang-orang di gang ini,dan gang sebelah."Ucap mama Lilis.


Adrian mengangguk lalu menghubungi Steven pria yang mau menikahi amira dengan bayaran yang cukup mahal.


"Apa katanya Steve,apa orang-orang Bodoh itu,mau dengan bayaran yang kamu minta? Tanya Raisa,ternyata Steven adalah pria suruhan Raisa,karena tidak sengaja Raisa pernah membuat pesan di ponsel Adrian yang sedang mencari pria yang menikahi adiknya dengan imbalan.


"Tenang saja,sepertinya uang yang kita minta cukup sedikit hannya lima puluh juta kenapa kita tidak meminta seratus juta saja."Ucap Steven,Raisa mencibir karena dia sudah yakin keluarga suaminya tidak akan mampu.


Raisa tampak berfikir lagi,kali ini dia akan memberikan pelajaran kepada keluarga suaminya yang sudah sombong dan kejam,dia harus memanfaatkan kehamilan Amira untuk mendapat apa yang dia inginkan.


*** bersambung***

__ADS_1


__ADS_2