Menantu Miskin

Menantu Miskin
bab 32 ~ Baru terasa ~


__ADS_3

Sovia sudah sangat bosan,karna hari sudah mulai gelap ibu dan adiknya belum juga muncul,dia menjadi sedikit takut,kalau ibu dan adiknya memang tidak ke sawah tapi entah pergi kemana.Saat sedang melamun tiba-tiba saja ponselnya berbunyi mengagetkannya,Sovia membuka tas kecilnya lalu mengambil ponsel lalu dia melihat ternyata suaminya yang menghubunginya.Karna lama tidak mengangkat akhirnya panggilannya mati,dan saat itu Sovia melihat sudah banyak sekali pesan masuk dari suaminya.


[Sovia kamu dimana ]


[Sovia pulanglah jangan membuatku takut,]


[Sovia angkat dong ]


Sovia mengabaikan semua panggilan dan pesan-pesan yang dikirim suaminya,dia tidak peduli lagi kepada keluarga itu,dia bersyukur karna akhirnya dia bisa lepas dari mereka.


"Kaka...."Tiba-tiba Rosa adiknya,sudah berdiri tidak jauh dari Sovia,Rosa langsung membuang barang-barang bawaannya lalu berlari memeluk kakak nya yang sudah lama dia rindukan.


Sovia sangat kaget saat adiknya,berlari mengejarnya lalu memeluknya dengan sangat erat,bahkan terlihat setetes bening jatuh dari pelupuk mata gadis mungil itu.Rosa sudah putus sekolah,karna dia memutuskan untuk membantu ibunya di sawah untuk melanjutkan hidup.


"Dek dimana mama?maafkan kakak karna tidak mengabari kalian terlebih dahulu." Ucap Risa lalu melepaskan pelukan adiknya secara berlahan.


"Mama masih di belakang,dia tadi istrahat sebentar karna kelelahan,aku akan buka rumah dulu ya kak."Ucap Rosa,dia mengambil kunci dari kantong celananya lalu membuka pintu.


Sovia meninggalkan Rosa yang sudah membawa barang-barangnya masuk kedalam rumah,Sovia sudah tidak sabar menunggu ibunya akhirnya dia pergi kebelakang lalu menjemput ibunya.Benar saja dari kejauhan dia sudah melihat ibunya yang berjalan tertatih-tatih,melihat ibunya tiba-tiba perasan Sovia sangat sedih,bahkan air matanya menetes melihat ibunya yang sudah tua tapi belum bisa menikmati hidup nyaman di masa tua.

__ADS_1


"Ibu....." Sovia berjalan dengan cepat lalu memeluk ibunya,dengan sangat erat rasanya dia tidak ingin melepaskan pelukannya dari tubuh ibunya.


"Sovia,akhirnya kamu pulang nak,terimakasih karna kamu sudah kembali,ibu sangat merindukanmu."


"Huu...Maafkan aku ibu,karna aku belum bisa membahagiakanmu dimasa tua mu ini,aku memang anak tidak tau diri Bu." Ucap Sovia dia menangis sesenggukan,rasanya dia sangat tidak tega melihat keadaan ibunya.


"Bicara apa sih anak bodoh ini,kamu bisa kembali dalam keadaan sehat saja ibu sudah bahagia,mari kita pulang ibu sudah kedinginan."Ucap ibunya.Sovia membantu ibunya membawakan barangnya dan juga membantu ibunya berjalan,Sovia sangat bahagia karna akhirnya bisa bertemu dengan ibunya dalam keadaan sehat.


Rosa sedang memasak di dapur,sementara Sovia dan ibunya duduk di ruang tamu.Sovai sangat merindukan ibunya hingga dia tidak mau pergi sedikit pun dari pelukan ibunya.


"Kakak,kita makan dulu,kakak pasti kangen kan masakan kampung?" Ucap Rosa sambil menghidangkan semua makanan yang sudah dia masak sebelumya.


Walaupun hidangannya cuma apa adanya,Sovia sangat bahagia karna bisa makan bersama keluarga yang sangat dia sayangi.Sovia duduk di dekat ibunya,sedikit pun dia tidak mau menjauh dari ibunya,baru setahun tidak bertemu ibunya tapi rasanya kayak sudah puluhan tahun.


Sovia menarik napas panjang,mau tidak mau dia harus menceritakan masalah rumah tangganya kepada ibunya,


"Ma,maafkan aku,"Ucap Sovia dia kembali menarik napasnya,dari wajah Sovia ibunya sudah bisa menebak jika pernikahan anaknya tidak seperti yang di harapkan,tapi ibunya masih diam menunggu sovia yang cerita.


"Bu,aku sudah memutuskan kalau pernikahanku dan mas Adrian tidak bisa kami lanjutkan,aku tidak mau lagi menjadi istrinya Bu." Ucap Sovia,dia menunduk malu di hadapan Rosa adiknya dan juga ibunya.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya ibunya,setelah dia menghela napas berat.Sovia sangat tidak tega melihat ibunya harus menjalani masa tua dengan melihat anaknya belum bisa hidup bahagia.


"Ma,aku tidak bahagia bersama keluarganya,bahkan ma,aku kehilangan anakku karna aku sudah di aniaya oleh adik ipar ku." Jawab Sovia.Rosa terlihat mengepal tangan,Sovia dan Rosa sangat jauh berbeda,walaupun Rosa masih muda dia tipe wanita yang tidak bisa di remehkan.


"Kenapa kakak tidak membalasnya saat mereka menganiayamu kak,jadi kamu kembali kesini karna kaka sudah cerai dengan pria Bajingan itu?" tanya Rosa,Wajahnya seperti menahan emosi.


"Maafkan aku ya ma,aku memang anak tidak tau diri,makanya Tuhan memberikan hukuman kepadaku." Ucap Sovia,wajahnya masih menunduk,dia malu dengan semua yang terjadi kepada dirinya,sementara dulu dia yang memohon-mohon kepada ibunya untuk minta restu.


"Sudahlah,mungkin itu ujian hidup,semoga masalah ini,membuatmu menjadi semakin dewasa."Jawab ibunya dengan wajah senyum,walaupun terlihat tidak ikhlas.


"Bu,aku ingin membawa ibu dan Rosa,ke kota,di sana aku sudah punya usaha,jualan dan aku sudah punya kontarakan walaupun aku belum memiliki perabotan apa pun,disana kita bisa memulai hidup baru Bu." Ucap Sovia,Rosa terlihat kaget,seakan tidak percaya kalau dia akan pindah dari desa ini.


"Benarkah kak? Kaka ingin membawa kami kesana,Bu itu jauh lebih baik, aku dan Kaka bisa jualan dan ibu bisa di rumah sudah saatnya kita pindah dari desa ini Bu." Usul Rosa,Ibunya terlihat berfikir,


"Sudahlah Bu,ibu tidak perlu berfikir lagi,pokoknya besok kita harus berangkat ke kota,aku tidak mau nanti lapak jualanku di rebut orang Bu,dan aku sudah banyak pelanggan." ucap Sovia sambil menggenggam tangan ibunya.


"Aku sengaja pulang untuk menjemput kalian Bu," Ucap Sovia akhirnya ibunya mengangguk setuju,Rosa sangat bahagia akhirnya dia bisa keluar dari desanya.


****

__ADS_1


Keesokan harinya,mereka bergegas,untuk pergi kekota,mereka tidak membawa banyak barang-barang,karna jika tidak cocok disana mereka sudah memutuskan untuk Kemabli ke desa makanya mereka tidak menjual rumah peninggalan ayah mereka.


*** bersambung****


__ADS_2