
Yusuf dan keluarga sedang melakukan perjalanan untuk menghadiri acara yang begitu penting,selama diperjalanan Yusuf terlihat panik dan terbebani masalah
kakak kandungnya dari tadi melihat Yusuf pun kebingungan dengan gelagat adiknya tersebut
"dek kamu kenapa sih,mukanya kayak mau sidang pidana aja" ucap kak Syifa dengan nama lenggkap Dae Syifa Wijayanto
"nggak ada apa apa kok kak,cuma tadi ada kerjaan yang kelupaan" bantah Yusuf
"o masalah kerjaan atau masalah,,,," belum sempat kak Bashir berucap tiba tiba Yusuf memukul kepala kak Basir dengan koran yang terlipat
"aduh,," kak Bashir mengeluh
"Yusuf jangan jail,,,,kakakmu kan lagi nyetir,, bercandanya entar aja," ucap ayah Yusuf yang bernama Andi Wijayanto,
"bener Yusuf jangan ganggu kakakmu" Bunda menegur putranya
kak Bashir yang melihat wajah Yusuf dari spion mobil hanya bisa tersenyum karna dia bisa membuat Yusuf ditegur kedua orang tuanya,,laju mobil pun terhenti di rumah yang begitu megah,keluarga itupun turun dari mobil lalu menuju pintu masuk yang sudah terbuka dan keluarga itu mendapat sambutan yang luar biasa
_______
__ADS_1
dokter Aulia sedang memeriksa keadan Bhinneka yang belum lama tadi terbangun dari tidurnya
"maaf bu dokter,kenapa saya bisa ada disini ya,seingat saya tadi saya ada di parkiran sekolah" tanya Bhinneka kebingungan melihat dia terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan menggunakan piama putih berlengan panjang dengan hijab warna abu abu
"kamu tadi pingsan dan Yusuf yang membawamu kesini" jawab dokter Aulia sambil membereskan peralatan medisnya
"Yusuf siapa bu?,,seingatku aku belum punya teman yang bernama Yusuf" Bhinneka semakin kebingungan
"ya udah nggak usah dipikirin ntar kalau jadi dia bakal kesini buat ngejelasin semuanya kr kamu,sekarang yang penting kamu istirahat dulu biar keadaanmu cepat membaik" fokter Aulia coba menenangkan pikiran Bhinneka
"baik dok trimakasih" ucap Bhinneka
dokter Aulia pun keluar dari kamar itu
_______
"aduh ma apa bener perjodohan ini gak bisa di batalin gitu,,Indi belum mau nikah ma" rengek Indi di depan mamanya bernama Ita
"kamu tenang aja dan pasti bakal seneng setelah tau siapa yang dijodohin ama kamu" ucap mama Ita menciba menenangkan hati Indi
__ADS_1
"tapi ma,," ucap Indi memohon
"udah jangan ribut aja,tuh tamu kita dah dateng ayo kita kedepan" ajak mama Ita
Indi pun berjalan di belakang mama Ita dan sekarang mereka sudah berada di ruang keluarga terlihat beberapa orang yang asing dimata Indi,Indi pun memberi salam satu persatu tamunya,namun saat Indi ingin memberi ucapan salam ke tamu terakhir seketika ia menatap sesosok pria berbaju abu abu tersebut, ia pun terkejut,seketika matanya membulat
"lho kok ada dia" sontak ucapan tersebut membuat mereka yang ada di ruangan tersebut bersamaan mengalihkan wajahnya ke arah Indi dan pria berbaju abu abu itu
"tuhkan kamu pasti seneng,dialah yang akan menjadi tunanganmu dan pernikahan akan dilaksanakan setelah kamu lulus sma" ucap mama Ita mencoba menerangkan
"tapi ma kok selama ini aku nggak tau sih kalau dia yang dijidohin ma aku" tanya Indi
"sekarang kita makan dulu habis itu kamu bisa nanyain langsung ke calon suamimu itu" jawab mama Ita,,acara makan bersama pun dilalui dengan sedikit canda tawa setelah itu para orang tua duduk di kursi tamu membahas kelangsungan per jodohan ini,
Indi pun mengajak calon suaminya ketaman belakang,dengan wajah jengkel ia duduk di kursi taman lalu disusul calon suaminya
"dari kapan" tanya Indi
"apanya" jawab pria itu
__ADS_1
"au ah,,bete gue" keluh Indi
"maaf deh bukanya mau membohongi tapi cuman" ucap pria tersebut menggantungkan kalimat