Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 74


__ADS_3

Saat Aji mulai mendekat ia sedikit mendengar suara Berliana,


" apa,, pak Aji menyukaiku" ucap Berliana dengan nada sedikit tinggi


" Aji adalah orang yang aku hormati,aku tak mau menyakiti hatinya " ucap pria yang ada di depan Berliana


" iya memang kamu tidak menyakiti dia,tapi akulah yang kau sakiti " jawab Berliana


" ok sekarang aku akan bilang ke dia kalau kamulah yang aku cintai bukan dia "


Setelah mengucapkan kalimat itu Berliana hendak berdiri, namun tanpa di duga Tinto menarik tangan Berliana dan langsung memeluk sang gadis.


" aku mencintaimu,aku menyayangimu bahkan aku sangat ingin menua bersamamu, tapi ku mohon mengertilah " ucap Tinto dengan nada pelan nan sendu


Dari jauh terlihat, badan Aji seketika menjadi lemas, ia merasa jantungnya seakan tertusuk pisau tajam.


Kotak kecil ditangan kanannya terjatuh, sebuah cincin terlempar dari kotak itu, kenapa kisah ini harus terulang lagi kalimat yang Aji ucapkan dalam hati.


Aji pun tak ingin begitu hanyut dalam situasi duka, Aji lantas membalikkan badan pergi meninggalkan tempat itu dengan langkah sedikit cepat.


Sammuel yang tak sengaja melihat nya pun langsung menyusul sang sahabat karena Sammuel merasa ada sedikit kejanggalan, itu bisa Sammuel lihat dari cara jalan Aji dan juga raut wajah Aji memperlihatkan kekesalan.


Aji pun langsung masuk ke dalam mobilnya lantas menyuruh sang sopir menjalankan mobil tersebut, Sammuel yang hanya bisa melihat kepergian mobil Aji telah menjauh.


" tu anak tumben nggak pamit " ucap Sammuel dengan iringan wajah kebingungan


Sammuel pun tak ingin ambil pusing tentang masalah sahabatnya itu,karena bagi Sammuel tingkat kedewasaan Aji lebih tinggi dari dirinya.


Sedangkan Aji hanya terdiam pandangan kosong seakan terlihat diwajahnya, setelah satu jam perjalanan akhirnya Aji telah sampai dirumah orangtuanya,pak sopir memarkirkan mobil itu di tempat biasa, tanpa mengucap satu kata pun Aji lantas keluar mobil, Aji menuju kamarny dengan langkah sedikit terburu-buru.


Bruukk!


Suara pintu yang Aji tutup dengan keras sedikit membuat kaget bibi yang tengah menyapu di dekat kamar Aji,namun si bibi tak ingin terlalu ikut campur permasalahan anak majikannya tersebut,ia hanya akan menyampaikan kejadian tersebut ke Ibu Aji.


Setelah masuk kamar Aji duduk dengan perasaan campur aduk,ia ingin sekali teriak sekencang-kencangnya agar semua orang tau apa yang tengah ia rasakan,namun hati kecil nya seakan mencegah Aji bertindak seperti itu.

__ADS_1


Tak ingin berlama-lama dalam kebencian, Aji pun bergegas ke kamar mandi ia membersihkan diri, setelah selesai ia pun lantas berpakaian bersih dan rapi,tak lupa mengambil air wudhu untuk menjalankan sholat Ashar, karena suara adzan telah berkumandang.


Setelah melaksanakan sholatnya, Aji tak lupa memanjatkan doa agar sang pencipta memberi dia kekuatan dalam menghadapi semua cobaan yang telah ditakdirkan untuk dirinya.


Setelah Aji pergi sebenarnya ada seorang wanita yang mencarinya di tempat acara tadi, wanita itu berjalan memasuki area pesta dan berpapasan dengan Sanja,


" maaf aku mencari Aji, apakah dia masih disini? " tanya seorang wanita berambut pirang


" e,, mas Aji sudah pulang kak. " jawab Sanja sedikit terkejut


" mas? emang dia kakak mu!? " ucap wanita tersebut sedikit sinis


Dari jauh Sammuel melihat kedua wanita tersebut karena merasa penasaran ia pun mendekat,namun saat Sammuel hampir dekat, sang wanita berambut pirang itu pergi,


" siapa tadi? kayaknya gue nggak ngundang orang itu. " tanya Sammuel yang telah disamping Sanja


" mencari mas Aji,,tapi tadi sudah ku kasih tau kalau dia sudah pulang" jawab Sanja dengan nada kelabakan


Sanja pun langsung pergi meninggalkan Sammuel yang masih kebingungan,


Hari telah berganti, Aji telah duduk di kursi kerjaannya, ia tengah menatap layar komputer yang ada dihadapannya meneliti laporan keuangan yang telah ia terima tadi.


tok,,,! tok,,,! tok,,,!


Terdengar suara ketukan pintu,tanpa menoleh Aji pun mempersilahkan masuk, ternyata yang mengetuk adalah Tinto, Tinto masuk sambil membawa beberapa berkas,


" rekan bisnis mengajak ku makan malam,kau nanti temani aku ya " ucap Aji


Tinto sedikit terkejut karena setau dia hari ini bosnya itu tak mempunyai janji apapun.


" bagaimana apakah kau tidak bisa? " tanya Aji uang melihat Tinto sedikit kebingungan


" eh,,iya pak saya akan menemani, " jawab Tinto sedikit tergesa-gesa


" ya sudah keluarlah,nanti tak usah menjemput ku, ini alamat restoran nya " ucap Aji sambil menyodorkan kartu nama

__ADS_1


Tinto pun mengambil kartu nama itu dan segera keluar ruangan,ia sebenarnya sedikit bingung namun ia berusaha menepiskan perasaan itu.


Malam di restoran terlihat Aji sudah duduk di salah satu kursi dengan segelas air putih dihadapannya, tatapan kosong yang ia perlihatkan sampai sebuah sapaan membuyarkan lamunannya,


" maaf pak Aji saya terlambat " ucap seorang wanita yang tak lain adalah Berliana


" oh,, tak masalah aku juga belum lama datangnya,mau minum apa aku akan panggilkan pelayan " jawab Aji sambil memberi kode seorang pelayan untuk mendekat


Setelah memesan Aji pun menatap wanita yang ada di hadapan tersebut, ia tiba-tiba menyodorkan sebuah benda yang sedikit membuat sang wanita kebingungan,


" apa kau tak asing dengan benda ini? " tanya Aji


" darimana kamu mendapatkan nya? " tanya balik wanita itu dengan wajah kebingungan


" kau sendiri yang menaruhnya,kenapa masih bertanya " Aji berusaha membalikkan pertanyaan


" nggak mungkin,ini pasti sebuah kesalahan,dan kamu harusnya malu sudah mengambil apa yang seharusnya tidak kau ambil "


Ucap sang wanita yang masih berusaha menahan emosi, wanita itu pun lantas mengambil benda tersebut lalu memeriksanya, setelah ia memandangi sebait tulisan di dalamnya sekarang wanita itu mulai tersadar,


" apa karena tulisan-tulisan ini kamu bertindak seperti ini " ucap wanita tersebut setelah lebih dari 1 menit terdiam


" harusnya kau malu karena terlalu percaya diri hanya karena tulisan-tulisan ini," lanjutan kata-kata yang diucapkan oleh sang wanita


" iya memang aku bodoh dan terlalu percaya diri setelah melihat rangkaian kata-kata itu saat membongkar barang lama " jawab Aji


" sekarang aku sudah tau kenapa kau bisa bilang aku tak tau malu,maka dari itu ku ingin,,,"


Belum sempat Aji melanjutkan ucapannya tiba-tiba sapaan terkejut seorang pria menghentikan mulut Aji,


" Berliana!! sedang apa kau disini? " ucap sang pria


" lho Tinto, kenapa kamu kemari? " Berliana balik bertanya kepada pria yang baru saja datang itu


Belum sempat sang pria alias Tinto hendak berbicara namun tiba-tiba pelayan restoran menghentikan percakapan mereka dengan menghidangkan makanan terkenal yang ada di restoran itu.

__ADS_1


__ADS_2