
"maksud kamu" ayah Andi menanggapi ucapan putranya sambil meletakkan cangkir teh ke atas meja
Yusuf perlahan menerangkan tentang masalah hatinya dari mulai pertama bertemu Bhinneka sampai keinginannya untuk mempersunting Bhinneka
"begitulah ceritanya,aku harap ayah dan bunda mau mendukung niat baik ku ini" dengan penuh harap Yusuf memohon restu ayah dan bundanya
ayah Andi dan bunda Rika yang telah mendengar kata kata Yusuf seketika terdiam mereka berdua saling bertatapan lalu tanpa sepatah kata mereka berdua berdiri meninggalkan putra putrinya,Yusuf sontak terkejut atas sikap yang kedua orang tuanya tunjukan,sedangkan kak Syifa yang berada di samping Yusuf mencoba untuk menenangkan hati adek semata wayangnya itu
"udah dek nggak apa apa,kamu tenang aja mungkin ayah ama bunda hanya sedikit terkejut aja,karna ini untuk pertama kalinya kamu mengunggakpkan perasaan cinta mu" kak Syifa mengelus punggung Yusuf
"apa niatanku ini salah kak" tanya Yusuf
"nggak ada kok malah kakak bangga kamu mengambil keputusan yang baik" ungkap kak Syifa "ya udah kakak mau masuk kamar dulu,oh iya kamu belum sholat isya kan,,cepat sana jalankan," kak Syifa pun berjalan menuju kamarnya dengan perut yang sedikit lebih buncit karna kehamilannya sudah berusia empat setengah bulan
"gentleman sekarang kamu dek,aku sebagai kakak iparmu senang kamu bisa punya niatan yang baik itu,sabar aja mungkin ayah ama bunda baru berusaha mencari jawaban yang terbaik atas niatmu tadi,ya dah sana sholat jangan lupa minta petunjuk Allah agar kamu gak salah langkah" ucap kak Bashir yang perlahan menyusul langkah kak Syifa
Yusuf termenung sejenak ia meyakinkan hatinya bahwa Allah akan senantiasa menolong semua umat NYA bahkan meski umat NYA itu mempunyai banyak dosa sekalipun selain SYIRIK
________
__ADS_1
tak terasa waktu seakan cepat berlalu,hari hari semakin cepat berganti sekarang semua murid 12 sudah mulai lebih sering menghabiskan waktu mereka untuk belajar karna hari dimana ujian kelulusan akan berlangsung sebentar lagi
"huuh kenapa sih matematika harus serumit ini" keluh Indi yang sedari tadi berusaha memahami rumus rumus yang tertulis di buku yang ia baca
"pelan pelan aja bacanya biar paham" Samuel menanggapi keluh Indi
"eh kenapa si Dika nggak masuk sih,jadi sepi deh" tanya Samuel
"patah hati mungkin,soalnya cintanya tak terbalas" jawab Lintang sesekali melirik Indi
Indi yang nerasa di tatap ke empat temanya merasa risih
"hallo,,,kok pada ngliatin gue sih,," kata Indi membalas tatapan ke empat temanya
"siapa yang nyatain cinta,dan siapa juga yang nolak" bela Indi
"lha terus ucapan Lintang tadi gimana" Samuel beryusaha mencari tau
"dah jangan di pikirin tuh bell dah bunyi bentar lagi si guru bohay masuk" dambung Indi sambil merapikan buku buku diatas meja
__ADS_1
Lintang sedikit tersenyum melirik sekerjap muka Indi , Indi pun hanya menunjukan wajah datar membalas lirikan Lintang,dua mata pelajaran pun dilewati sekarang bell istirahat sudah bersuara,saat Lintang dan teman sekelasnya hendak keluar kelas dari arah depan terdengar suara gemuruh
"apaan sih berisik amat" ungkap Lintang
"ada apaan ya" Bhinneka bertanya sambil melihat ke arah depan siapa tau ada yang bisa ia tanyai
" eh berhenti dulu gue mau tanya,," Samuel menghentikan langkah salah satu murid
"ada apaan sih" lanjut Samuel
"oh itu keluarga pemilik yayasan ama beberapa polisi mau nangkap kepala sekolah ma wakilnya soalnya ketahuan korupsi" jawab murid itu
"ok thanks" ungkap Samuel
"eh liat yuk penasaran gue," ajak Lintang
"males lah gue," jawab Indi sambil bolak balik melihat handphonenya
"nggak asik loe,ayolah bentar aja" bujuk Lintang
__ADS_1
akhirnya mereka berlima pun mendekati kantor pengurus terlihat polisi sedang memborgol tangan kepala sekolah dan wakilnya,namun bukan hanya keadaan itu yang membuat semua murid terkejut,setelah polisi membawa kedua tersangka ke kantor polisi,pemilik yayasan yaitu pak Andi mengumumkan bahwa Yusuf yang selama ini di kenal sebagai satpam bernama Yanto adalah putra kandungnya dan ditetapkan sebagai kepala sekolah sementara
Bhinneka yang mendengar penuturan pak Andi sedikit terkejut