Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
saat takdir berjalan


__ADS_3

HALU KAFE


Aji sudah sampai di kafe nya ia berjalan perlahan dengan tak lupa menyapa beberapa karyawannya menuju ruangan dilantai dua,setelah masuk ia langsung duduk termenung dalam hatinya sedikit ada rasa penyesalan dan sakit yang tak bisa hanya diungkapkan dengan kata kata yaitu perasaan kekecewaan jika takdir tak mengizinkan ia bersanding dengan Bhinneka


" ya Allah apa benar dia bukanlah jodoh hamba" ucap Aji tak berselang lama kemudian ia bangkit dari duduknya " astagfirulloh kenapa aku begitu terpuruk bahkan hingga menyalahkan jalan hidup ini" kemudian terdengar adzan berkumandang Aji pun segera menggangi pakaiannya dan mengambil air wudhu Aji pun menunaikan sholat dzuhur


_______________________


kantor polisi


terlihat papa Barbaros dan mama Suci sedang dimintai keterangan oleh petugas polisi dengan sesenggukan mama Suci mencoba menjawab semua pertanyaan yang diberikan sedangkan papa Barbaris hanya bisa terdiam mencoba menerima jalur hidup keluarganya


" pa ayo kita nengokin Friska" ucap mama Suci yang menyadarkan suaminya dari lamunan


" ayo" papa Barbaros pun berjalan mengikuti langkah istrinya mereka berduapun duduk bersama menunggu aparat menuntun Friska keluar saat Friska sudah duduk dihadapan kedua orangtuanya ia hanya terdiam,mama Suci mencoba mencairkan suasana yang sedari tadi begitu tegang


" Friska kamu baik baik saja kan" tanya mama Suci diiringi buliran air mata


" ya " hanya satu kata itu yang terucap


" apa kamu sudah senang" papa Barbaros mulai bersuara " ini mukena dan sajadah pakailah ini untuk beribadah di dalam sana,bertaubatlah selagi masih ada kesempatan" lanjut papa Barbaros berucap sambil menyerahkan paper bag warna hitam dan Friska menerimanya dengan terdiam


" memohonlah ampun kepada Allah,baiklah papa dan mama akan pulang besuk pengacara Maman yang akan menanimu di pengadilan" papa Barbaros pun beranjak pergi meninggalkan Friska setelah bersalaman sedangkan mama Suci merasa tak berdaya melihat anak gadisnya mendekam di balik jeruji namun mau bagaimana lagi waktu tak dapat di putar kembali mungkin memang jalan ini yang harus dilalui keluarganya


____________________


dua hari telah Bhinneka lalui di rumah sakit dan ia begitu senang saat dokter menyatakan kalau dia sudah sehat serta memperbolehkan nya pulang,Yusuf yang mendapat kabar tersebut pun sudah di samping Bhinneka hendak mengantarkannya pulang, kak Lity yang sedari tadi membantu Bhinneka berkemas pun tak luput menemani tuan dan calon istrinya tersebut

__ADS_1


" Bhinn bagaimana apa lamaranku sudah kamu pikirkan" ucap Yusuf yang sudah mulai menjalankan mobilnya sedangkan Bhinneka yang sudah duduk disamping Yusuf hanya terdiam sambil menatap Yusuf,kak Lity mencoba mencairkan suasana


" aduh tuan Yusuf mah nggak asyik ama nggak romantis kan non BhinBhinn baru aja sembuh dari sakit,dan ini juga di mobil sabar dong" ucap kak Lity dengan manja


" tapi jujur Bhinn setelah kejadian ini aku ingin banget jaga kamu dan mungkin dengan ikatan pernikahan bakal lebih membuat kamu aman" jelas Yusuf sambil menahan ra malu akibat perkataan kak Lity


" beri Bhinneka waktu sampai besuk pagi,besuk akan aku jawab lamaran kakak" ucap Bhinneka dengan penuh hati-hati agar tak menyakiti hati Yusuf sedangkan kak Lity hanya tertawa pelan melihat tingkah kedua orang yang duduk di bangku depan


belokan demi belokan sudah di lalui akhirnya mobil hitam yang di kendari Yusuf pun berhenti di depan rumah Bhinneka nampak Lintang dan Indi yang masih memakai seragam sekolah duduk menunggu kepulangan sahabatnya di teras rumah


" assallammualaikum" ucap Bhinneka yang sudah turun dari mobil dan berjalan mendekati kedua sahabatnya


" waalaikummus salam,gimana Bhinn bener loe dah sembuh tapi muka loe kok masih agak pucat gini" tanya Indi


" alhamdulillah udah,, ini mungkin cuma karena cuaca di perjalanan aja entar kalau dah istirahat pasti fresh lagi gue" jawab Bhinneka menenangkan hati sahabatnya


" oh iya sampai lupa gue,ya dah yuk masuk" ajak Bhinneka ia pun membuka kan pintu


" aku pulang aja ya biar kamu bisa istirahat,assallammualaikum" ucap kak Yusuf yang berdiri di samping kak Lity


" iya kak makasih ya dah nolong aku,,waalaikumnus salam" ucap Bhinneka dan Yusuf dan kak Lity pun kembali kemobil untuk pulang


didalam rumah Lintang yang sudah meminum sebotol minuman dari kulkas pun mulai bertanya


" eh Bhinn loe nggak risih gitu di temenin tuh cowok kepleset di rumah sakit" ke kepo an Lintang keluar


" ya awalnya risih namun alhamdulillah dia tau batas kok lagian juga dia bakal keluar kalau gue ingin tidur atau berganti pakaian" jelas Bhinneka " kan dia cuma bantu jagain gue aja" lanjut Bhinneka

__ADS_1


" ya udah kalau dia nggak macem-macem,, ya dah sana istirahat aja loe,eh ngomong ngomong loe kan nggak ikut ujian disekolah berarti besuk ikut ujian susulan dong" ucap Lintang


" alhamdulillah gue tetep ikut kok waktu dirumah sakit ada pihak dari sekolah yang nganterin soal ama ngawasin gue nyelesain ujian nya" ucap Bhinneka yang duduk santai di kursi


" ya ampun loe sakit masih disuruh mikirin ujian,tega amat tuh kak Yusuf " ungkap Indi


" bukan dia yang salah tapi gue yang maksa,udah mau sore sana kalian pulang bau asem badan kalian" jelas Bhinneka


" tapi kan tetep aja tega amat" gerutu Indi


" dah lah nggak usah dibahas,bener kata Bhinneka yuk Ndi kita pulang biar Bhinneka bisa istirahat," jelas Lintang


" kita nginap disini aja gimana kasihan Bhinneka kalau sendirian" bujuk Indi


" gue nggak sendiri kok,bentar lagi ada asisten rumah tangga yang dateng" pernyataan Bhinneka ini sempat membuat Lintang dan Indi sedikit heran karena yang mereka tau kalau Bhinneka itu sangat mandiri,pernah orang tua Indi menempatkan salah satu ART agar menemani Bhinneka namun langsung ditolak


Bhinneka yang paham dengan tatapan kedua sahabatnya yang merasa penasaran itu pun menjelaskan


" kak Yusuf yang nyuruh ART itu,,gue pertama nolak tapi karena alasan keamanan juga agar kejadian kemarin nggak terulang ya akhirnya gue nerima" jelas Bhinneka sedangkan Lintang dan Indi pun mencoba memahami bahkan mereka senang jika ada orang yang menemani Bhinneka di rumah ini


akhirnya Lintang dan Indi pun pulang tak berselang lama seorang wanita dengan fisik yang tak beda dengan seorang polwan mengetuk pintu depan,Bhinneka yang baru saja selesai menata baju pun segera menghampiri pintu dan membukanya


" selamat sore,permisi nona perkenalkan nama saya Berta ,,ART yang ditugaskan tuan Yusuf untuk menemani nona disini" ucap wanita yang ada di depan Bhinneka dengan senyuman Bhinneka memahami perkataan wanita itu yang bernama Berta


" kalau begitu mari masuk," Bhinneka pun mempersilahkan Berta masuk,, terlihat Berta membawa satu koper besar di setiap tangannya dan setelah mereka masuk Berta pun membuka kedua koper nya


Bhinneka sedikit terkejut dengan apa yang ada didalam koper tersebut

__ADS_1


__ADS_2