
SMA ARINDAYU
waktu telah berlalu,pagi hari pun menyapa, hiruk pikuk berbagai macam pengendara melintasi jalanan kota,tak luput dengan sma ARINDAYU sudah banyak murid yang datang
masuk ke kelas Lintang datang dengan wajah penuh kekhawatiran
" eh Aji,,loe di telephone atau dikirimin pesan sama Bhinneka nggak" tanya Lintang uang langsung duduk di dekat Aji
" nggak tuh emang kenapa Lin" Aji bertanya dengan nada cuek namun hatinya ikut ingin tau
" gue mau nanyain masalah toko bunga kenalannya,tapi dari semalam gue coba nelphone kok nomornya nggak aktif gitu" Lintang berusaha menjelaskan Samuel yang baru saja datang sedikit mendengar pembicaraan kedua sahabatnya itu
" nomor siapa yang nggak aktif, kak Imanuel Lin,, bukannya dah dikasih tau lusa baru pulang" ucap Samuel yang santai langsung duduk di kursi depan meja Aji dan Lintang
" nih anak nggak tau aja langsung nyambung aja,bukan masalah Imanuel tapi masalah Bhinneka" ucap Lintang dengan nada kesal tak berselang lama Dika dan Indi sudah datang dan duduk di dekat ketiga sahabatnya
" pagi pagi udah ribut aja,ada apaan sih" tanya Indi
" ini Bhinneka dari semalam nggak bisa gue hubungin,loe tau nggak kemana bukannya kalian yang ngaterin dia pulang" tanya Lintang
" kalau sekarang ya gue nggak tau tapi kalau semalam kita berdua nganter tu anak sampai kerumahnya kok" jawab Dika di iringi anggukan Indi
dari arah pintu nampak Yusuf berdiri membuat beberapa murid yang lain terdiam dengan perlahan Yusuf memasuki ruang kelas mendekati Indi
" kak Yusuf tumben kesini ada apa," tanya Indi mematap keheranan
" ucap salam dulu Indi,assallammualaikum gitu,,kakak kesini cuma mau bilang Bhinneka nggak masuk karena sedang sakit" sontak ucapan Yusuf membuat kelima sahabat Bhinneka terkejut,Lintang yang mudah emosi kalau menyangkut keluarga maupun orang terdekatnya langsung berdiri dengan penuh emosi dan rasa penasaran ia mendekati Yusuf,tanpa pikir panjang ia langsung menarik kerah baju pria yang ada dihadapannya itu,
__ADS_1
" sakit katamu,trus kenapa kamu yang tau kalau dia sakit ohatau jangan-jangan kamu yang bikin Bhinneka jatuh sakit " dengan nada emosi Lintang menafsirkan sendiri keadaan sahabatnya
" astagfirulloh,entar dulu jangan emosi gini dong,masalah Bhinneka kita bahas nanti setelah ujian kalian selesai" ucap Yusuf berusaha menetralkan suasana hati Lintang dan tanggannya mencoba melepaskan cengkraman Lintang dari bajunya
" udah Lin,bel masuk dah bunyi juga,kalau kamu begini terus pasti Bhinneka ngvak bakal suka kalau tau tindaknmu begini " ucap Dika mencoba memahami situasi
" ok gue bakal nunggu sampai jam pulang tapi kalau sampai saat itu kamu mencoba melarikan diri,, kamu akan tau akibatnya" ancam Lintang yang langsung balik duduk dikursinya serta Yusuf pun keluar kelas
waktu ujian pun dimulai suasana tenang yang hanya dirasakan di sekolah itu pagi ini
ketenangan pun berlangsung hingga bell berbunyi menandakan waktu ujian sudah selesai tanpa berbicara Lintang langsung mengambil tasnya ia langsung bergegas berjalan menuju ruangan kepala sekolah Indi yang mengetahui sifat Lintang merasa begitu takut jika Lintang akan membuat onar, Indi pun segera menyusul Lintang diikuti Samuel Dika dan Aji
setiba di depan pintu Lintang langsung membuka tanpa mengucap kata kata,Yusuf menatap Lintang sedangkan Aldi sedikit terkejut melihat tindakan salah satu murid perempuan itu
" cepet bilang dimana Bhinneka biar gue yang urus" Lintang menghampiri meja Yusuf dan tanpa rasa takut ia menggrebak meja tersebut Yusuf hanya terdiam dalam hatinya ia begitu senang karena gadis yang ia cintai memiliki sahabat yang begitu pengertian
" ok.sabar dulu sekarang kamu duduk dan aku bakal jelasin" ucap Yusuf tak berselang lama Indi Dika Samuel dan Aji masuk keruangan itu mereka dengan seksama mendengar apa yang Yusuf ucapkan
" Lin jangan emosi,lebih baik sekarang kita kerumah sakit liat kondisi Bhinneka aja" ucap Samuel menenangkan saudaranya itu dan akhirnya Lintang terdiam menurut pada Samuel dia dan yang lain pun bergegas pergi menuju rumah sakit,tak ketinggalan Yusuf mengikuti
Aji yang sedari tadi diam sedikit merasa frustasi atas apa yang terjadi pada Bhinneka,dengan perlahan mereka ber enam sudah sampai di depan rumah sakit
,Yusuf mulai menuntun jalan mereka menuju ruangan dimana Bhinneka dirawat
setelah masuk didalam ruangan terlihat Bhinneka sedang duduk menatap keindahan kota lewat jendela sedangakan kak Lity salah satu pelayan dari rumah Yusuf sedang asyik mengupas buah
" assallammualaikum " Yusuf menyapa Bhinneka pun menoleh ia sedikit terkejut melihat teman-temannya yang berdiri di belakang Yusuf
__ADS_1
" waalaikummus salam,kok kakak bawa temen temenku" ucap Bhinneka yang sejujurnya tak ingin sahabatnya tau kemalangan yang baru saja ia lewati
" o loe pengen ngrahasiain ini semua ke kita gitu" ucap Indi sedikit menggoda
" Bhinn kok loe bisa sih nggak ada niatan hubungin kita,gue hampir frustasi tau kebingungan nyariin loe" ucap Lintang yang langsung memeluk Bhinneka ia berusaha menutupi rasa amarahnya kepada Yusuf saat didepan Bhinneka
" udah Lin jangan kenceng kenceng meluknya kasihan tuh Bhinneka susah nafas" ucap Dika
" yap bener loe pikir guling apa main peluk kenceng aja" tambahan Samuel
" syirik aja kalian,kalau pengen pelukan ya sono peluk tiang" ucap Lintang yang sudah melepas pelukannya dan menatap tajam kedua lelaki yang baru saja merusak suasana harunya
" ih temen temen non akrab amat,, amape eike jadi iri deh" ucap kak Lity melihat situasi yang terjadi dengan bahasa kemayunya memang kak Lity itu lelaki namun karena sifat lembutnya dan perawakannya yang mirip perempuan ia sering di sebut cowok kepleset namun ia tetep lelaki tulen menyukai lawan jenis tentunya,,Samuel yang mendengar suara kak Lity sedikit merinding Aji yang melihat Samuel merasa sedikit terhibur karena ia ingat Samuel pernah ngompol karena dikejar kejar b***i saat main ke kafenya dulu
Yusuf yang melihat senyum di wajah Bhinneka sedikit membuat hatinya tenang,
" Bhinn loe cepetan nikah ma kak Yusuf aja biar ada yang jagain gitu" sontak ucapan Indi membuat suasana hening seketika,canda tawa langsung terhenti sedangkan Yusuf yang mendengar ucapan sepupunya itu hanya tersenyum dan raut wajah malu terlihat dari muka Bhinneka
" aduh bi kayaknya bukan waktu yang tepat deh kalau bahas masalah nikah mending sekarang kita balik dulu biar Bhinneka istirahat dan cepet sembuh trus berangkat sekolah lagi" Dika berusaha menetralkan suasana
" iya deh maaf" ucap Indi tak berselang lama Lintang Samuel Dika dan Indi berpamitan ke Bhinneka dan mereka keluar ruangan Aji yang tertinggal sedikit berucap pada Bhinneka
" cepet sembuh ya nanti gue nggak ada pasangan yang nemenin lomba lagi kalau loe sakit gini" ucapan Aji sedikit canda membuat Bhinneka tersenyum sedangkan Yusuf melihat itu semua terasa sedikit cemburu dihatinya namun perasaan itu segera ia hapus
______________
HALU KAFE
__ADS_1
Aji sudah sampai di kafe nya ia berjalan perlahan dengan tak lupa menyapa beberapa karyawannya menuju ruangan dilantai dua,setelah masuk ia lansung duduk termenung dalam hatinya sedikit ada rasa penyesalan dan sakit yang tak bisa hanya diungkapkan dengan kata kata yaitu,,,
Next***