
dalam ingatan Lintang
di salah satu koridor sekolah,Lintang yang sedang berjalan perlahan sekejap mendengar suara laki laki
"Bhin bolehkah ku jadikan kau pendamping hidupku,," suara itu terdengar semakin dekat di saat Lintang melewati pintu kelas,,ia melihat seorang murid laki laki sedang berdiri membelakangi pintu
"tu anak lagi latihan drama apa nyatain cinta ya" gumam Lintang dalam hati "eh kok kayak kenal ya,,ntar ntar,," Lintang pun berusaha mengingat
"aha itu mah si Aji ustad nya kelas " suara Lintang sedikit keras,Aji langsung membalikan badan dan mencari sumber suara yang mengejutkannya ia pun mendapati murid perempuan dengan wajah khas orang china itu
Aji pun langsung mendekati
"Lin ngapain loe disini kelas kita kan nggak digedung sini" Aji berusaha mengalihkan pikiran Lintang
"loe suka ma Bhinneka,? " tanya Lintang terus terang
"itu,," akhirnya Aji mengajak Lintang duduk di kursi yang ada di dekat pintu,Aji pun menceritakan perasaan sayangnya untuk Bhinneka kepada Lintang,Lintang yang mendengar pun mencoba memahami dan mulai saat itu Aji masuk dalam gerombolan sohib Lintang sekalian memberi Aji jalan untuk mendekati Bhinneka
________
Yusuf masuk kedalam ruang kerja ayahnya ia lalu duduk di samping ayah Andi
" yah ," belum sempat Yusuf melanjutkan kalimatnya ayahnya langsung bersuara
"apa kamu yakin dengan keputusanmu," tanya ayah Andi
"yakin yah" jawab Yusuf lantang
"dan kamu masih ingatkan,,perkara halal yang tidak di sukai oleh Allah" lanjut ayah Andi
"ingat,,,yaitu perceraian" Yusuf menjawab
__ADS_1
"ayah dan bunda hanya ingin melihatmu menikah sekali seumur hidup,kami nggak ingin kamu mempermainkan sebuah hubungan pernikahan" ucap ayah Andi
"ayah akan membicarakan hal ini dengan bundamu,namun sebelumnya pergilah dan temui bundamu," lanjut ayah Anfi
Yusuf yang terdiam memahami satu demi satu maksud dari ucapan ayahnya lanjut berdiri berjalan keluar ruangan untuk menemui bundanya
dibangku taman belakang kak Syifa mencoba menenangkan hati bunda Rika
"bunda mungkin Syifa kurang tepat jika memasehati bunda namun jujur Syifa hanya ingin yang terbaik dikeluarga kita" dengan pelan kak Syifa berbicara "dan mungkin salah satu hal yang terbaik adalah dengan memperbolehkan Yusuf untuk memilih jalur cintanya sendiri" lanjut kak Syifa
"tapi bagaimana jika Yusuf hanya mengagumi,,dan perasaan itu hanya ambisi bukan rasa tulus mencintai," ucap bunda Rika yang menunjukkan rasa keraguan,Yusuf yang mendengar perkataan bundanya pun berusaha membela
"aku benar benar mencintainya dengan tulus bukan ambisi ataupun yang lainnya" sontak suara Yusuf membuat kakak dan bundanya menoleh mencari sumber suara , Yusuf perlahan mendekati bunda Rika
"bunda maaf jika Yusuf tidak bisa memenuhi keinginan bunda dengan menikahi wanita pilihan bunda," Yusuf berlutut dan menunduk "aku benar benar tidak mencintai wanita pilihan bunda,bahkan perasaan itu telah ku katakan padanya" ucap Yusuf,
bunda Rika sedih melihat putranya," ya Allah apakah dengan menuruti keinginan putraku termasuk sebuah jalan yang baik dihidup putraku" ucap bunda Rika dalam hati
"baik bunda akan menuruti keinginanmu,bunda dan ayah akan mencoba membatalkan perjodohan mu" ucap bunda Rika yang berdiri ingin melangkah menemui suaminya,Yusuf reflek langsung memeluk bumdanya wanita yang telah menjaga dan menyayanginya dari dalam perut hingga sekarang dan nanti
"baiklah kalau begitu secepatnya kamu ajak gadis yang kau cintai itu kerumah,agar bunda dan ayah memperjelas niatanmu itu" bunda Rika pun berjalan masuk menuju ruangan suaminya
_______
kembali ke rumah Bhinneka
"Lin,,Lin,,,Lin" Dika memanggil manggil Lintang yang masih melamun
"tuk" suara lirih ketukan itu seketika menyadarkan Lintang dari lamunannya
"duh sakit tau Sam,loe sekarang mau kurang ajar ya,inget gue ini kakak loe" teriak Lintang begitulah ternyata suara ketukan itu berasal dari kejailan Samuel yang mengetuk kepala Lintang dengan sendok,dan karna kejailan itu kini Samuel dan Lintang saling kejar kejaran
__ADS_1
"hem mulai dah berantem lagi,kapan bakal damainya,," ucap Indi sambil merapikan piring kotor
"biarin aja,sekalian buat hiburan kita" kata Aji enteng
"iya juga,,kalau mereka nggak ada jadi sepi ntar" imbuh Bhinneka
acara sarapan pun selesai,semua sudah dirapikan dan dibersihkan,sekarang mereka ber enam duduk santai di ruang keluarga,sedang Lintang dan Samuel duduk dengan nafas yang tersengal sengal
"eh ini blog temen gue mau ngadain survei cinta,loe semua bantuin gue jawab ya" Dika membuyarkan keheningan diantara mereka
"ok gue bantu jawab,dah cepet ucapin" perintah Lintang masih dengan wajah kecapekan
"ok,,pertama pilih alim atau nakal" tanya Dika
"gue alim yang setengah nakal,dan loe Sam" jawab Lintang
"gue yang nakal aja,loe Bhin" jawab Samuel langsung dihadiahi lemparan bantal oleh Lintang
"bismillah gue pengennya yg alim lah,dan loe Ji" tanya Bhinneka
Aji yang tadi serius mendengarkan ucapan Bhinneka merasa bahagia karna ia yakin kalau ia lolos menjadi calon pendamping Bhinneka
"eh gue ya yang alim lah,biar bisa bahagia dunia akhirat" ucap Aji lantang
"ah loe nyatain cinta aja nggak berani,mau pilih yang alim" sontak ucapan Lintang membuat semua menatap Lintang
"nembak siapa Lin kok gue baru tau" tanya Samuel
"ada deh ya kan Ji" Lintang tersenyum sambil.menaik turunkan alis menatap Aji
namun Aji menunjukan rasa malu dan kesal "tuh mulut nggak bisa direm apa ya" ucap Aji sambil memberikan tatapan tajam ke Lintang
__ADS_1
"dah biarin jadi rahasia aja,ok sekarang loe Ndi" Dika mulai tak dabar ingin mengetahui apa tipe cowok yang diinginkan pujaan hatinya itu
"gue,,," Indi memberi jeda jawabannya membiat semua temannya mulai tidak sabar "alim lah lagian juga dah kelihatan kok kalau tunangan gue alim" ucapan Indi membuat semua temannya saling tatap menatap