Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
sekali lagi


__ADS_3

Nampak seorang wanita dengan menggunakan dress panjang selutut dan berlengan pendek berwarna biru muda tengah duduk di salah satu kursi restauran,terlihat sesekali ia melihat kearah pintu masuk seperti sedang menanti kehadiran seseorang


Aji yang masuk kedalam restauran tersebut dengan memakai kemeja berwarna abu-abu serta celana panjang hitam perlahan berjalan mendekati salah satu meja


" assalamu'alaikum, apakah kamu Nindi " tanya Aji setelah duduk dihadapan sang wanita meski tak dipersilahkan


" wa'alaikumussalam, ya benar dan kamu pasti kak Aji, bentar aku panggil kan pelayan " jawab Nindi lalu memanggil salah seorang pelayan kemudian ia memesan makanan dan minuman


Pembicaraan pun berlangsung dengan keakraban tak ketinggalan sedikit canda menghiasi pertemuan mereka


" jadi kak seperti yang telah aku ceritakan tadi, ku harap kakak tidak membenci ku, aku melakukan ini semua agar kakak bisa menerima ku meski hanya sebagai teman " penjelasan Nindi yang mengiringi tatapan Aji


" iya tidak apa-apa aku bisa menerimanya, aku juga sudah menjelaskan dari awal kalau aku tak ingin ada rasa keterpaksaan dalam hubungan kita, dan mungkin memang ikatan pertemanan adalah hubungan yang terbaik untuk kita sekarang " jawaban Aji


Pembicaraan tersebut menjadi akhir dari pertemuan tersebut, setelah mereka berdua berpisah diparkiran Aji dengan perlahan mengendarai mobil hitamnya, di perjalanan Aji sedikit teringat dengan apa yang Nindi ucapkan tadi


" orang tua kita berharap agar kita bisa berjodoh namun jujur kak aku sudah menautkan hatiku ke orang lain yang benar-benar aku sayangi, aku berharap kakak bisa membantuku menjelaskan ke orang tua kita masing-masing bahwa kita hanya bisa menjalin hubungan tak lebih dari seorang teman "


Saat berhenti di lampu merah dengan perlahan Aji mengusap wajahnya


" mungkin benar, jodoh itu kayak 'Alif Lam Mim' ayat pertama surat Al-Baqarah, artinya yaitu hanya Allah yang tahu.” gumam Aji


Setelah melewati jalan yang panjang, Aji pun sampai dihalaman rumahnya, langkah kakinya pun perlahan memasuki rumah namun belum sempat ia mengucap salam suara sana ibu menghentikan langkahnya


" bagaimana, apa kalian sudah bertemu, cantik kan anak nya, apa kalian sudah bertukar nomor HP atau kalian sudah punya jadwal bertemu lagi, " tanya sang ibu yang seperti melupakan titik dan koma


" maaf Bu, Aji capek besuk saja ya aku jelasinnya, aku mau mandi dan langsung tidur. "

__ADS_1


Jawaban singkat Aji tersebut membuat sang ibu sedikit kecewa, tak berselang lama sang ayah menghampiri, ia mencoba memberi penjelasan yang terbaik menurut pandangannya saat mendengar ucapan Aji kala ayah berdiri tak jauh dari tempat dimana ibu dan anak itu berbicara.


Ibu pun hanya bisa pasrah, sebenarnya ia tak ingin menyiksa putranya dengan mencoba memaksakan diri untuk segera menikah, namun dalam hati ibu Aji dia juga merasa khawatir jika Aji tidak bisa lepas dari belenggu luka di masa lalu nya


Matahari pagi menyapa, menghapus embun pagi yang tersisa, Aji telah rapi mengenakan setelan jas nya tak lupa dasi berwarna biru yang ia kenakan menambah ketampanannya


Aji pun bergegas keluar kamar menghampiri kedua orangtua nya yang sudah duduk di samping meja makan, hanya ucapan selamat pagi yang ia ucapkan saat ikut duduk, setelah menikmati semangkuk bubur ayam yang menjadi menu sarapannya hari itu, Aji pun tanpa berlama-lama langsung berdiri berjalan meninggalkan kedua orangtuanya dan hanya ucapan salam yang ia tinggalkan


" kenapa Aji seperti mengacuhkan kita " keluh ibu Aji


" cuman perasaan ibu saja, sudahlah jangan terlalu dipikirkan, " ayah Aji mencoba menenangkan sang istri


" tapi yah aku melakukan ini semua juga demi masa depan anak kita, " ibu Aji seakan tak mau kalah


" gini aja, nanti kita perjelas permasalahan kemarin dan ibu harus janji siap menerima apapun keputusan yang diambil Aji nanti " sang ayah pun berusaha bersikap adil


Akhirnya sang ibu pun menerima perintah sang suami


" Abi nanti malam jangan lupa kita kerumah kak Bashir lho, " Bhinneka mengingatkan Yusuf


" iya umi, nanti abi bakal menyerahkan sebagian tugas ke sekertaris Danang biar bisa pulang lebih awal, " jawab Yusuf


" syukur lah kalau abi ingat, ya sudah sana abi berangkat kerja keburu macet dijalan " kalimat itu Bhinneka ucapkan sambil mengantar suami keluar rumah tak lupa sang putri yang juga berjalan mengikuti langkah kedua orangtuanya itu


Setelah bersalaman Yusuf pun bergegas masuk kedalam mobil, Bhinneka yang telah melihat sang suami keluar rumah pun langsung mengajak sang putri untuk masuk kedalam rumah, begitulah kegiatan yang Bhinneka lakukan setiap harinya tak jauh beda dengan ibu rumah tangga lainnya,


Setelah menikah Bhinneka tetap berprilaku sederhana, meski kekayaan yang dimiliki sang suami bisa buat membeli pesawat bahkan pula sekalipun namun dalam kesehariannya ia tak pernah menyombongkan semua itu

__ADS_1


Kantor Aji


Aji tengah serius membaca beberapa berkas laporan keuangan bulanan perusahaan nya yang dibawakan oleh sang sekertaris,


" baik, semuanya sudah aku teliti dan tak ada kesalahan, kalau begitu apa jadwal ku selanjutnya " ucapan yang ditujukan kepada sang sekertaris


" jam dua bapak harus menghadiri rapat tentang penentuan siapa yang menjadi model produk kita yang terbaru " sang sekertaris menjelaskan


" ok kalau gitu kamu bisa lanjutkan pekerjaanmu, " ucapan Aji itu pun langsung ditanggapi dengan anggukan oleh sang sekertaris


Sekejap ia terbawa dalam lamunan, Aji mencoba mengingat sudah berapa kali wanita menolak dirinya sebelum ia sempat menyatakan cinta, di akhir bayangan itu Aji mengucap istighfar, Aji tak ingin memberi setan celah yang bisa membawa Aji dalam perasaan kecewa akan takdir yang di berikan oleh Allah kepada dirinya


Deringan nada panggilan membantunya keluar dari lamunan, setelah melihat nama yang muncul ia pun tak segan menjawab


" assalamualaikum ada apa Sam, " tanya Aji


" Waalaikumsalam, gue mau ngajak loe makan, bisa ngga, " tanya Samuel dengan nada santainya


" bukannya kamu sedang shooting film, lagian jadwal ku sudah penuh, gini aja besuk kalau aku dah senggang akan aku kabari, " jelas Aji yang tak ingin mengecewakan sang sahabat


" baiklah kalau begitu gue tunggu kabarnya, soalnya ada banyak kejutan yang ingin gue kasih tau ke loe, " Samuel menanggapi


Pembicaraan antara sahabat itu pun diakhiri dengan santai, suara adzan berkumandang, Aji pun lantas bergegas keluar kantor berjalan kearah mushola kecil yang digunakan oleh semua karyawan muslim beribadah


Dalam langkahnya Aji bertemu beberapa karyawan yang menyapa dan Aji tanpa ragu maupun canggung menjawab sapaan-sapaan itu


setelah menjalankan ibadah sholat Aji pun kembali masuk ke kantornya,makan siang yang ia pesan tadi pun terlihat sudah tertata rapi dimeja, setelah berdoa Aji pun menikmati setiap makanan maupun minuman yang melewati mulutnya

__ADS_1


Tak berselang lama jam menunjukkan bahwa sudah saatnya Aji menghadiri rapat, dengan diikuti sekertarisnya ia pun memasuki ruangan lalu duduk sambil memperhatikan karyawan-karyawan nya


" assalamu'alaikum, baik kalau begitu mari rapatnya kita mulai, tapi sebelum itu mari kita berdoa sesuai keyakinan kita masing-masing berharap sang Pencipta akan memudahkan pertemuan kita hari ini, " Aji pun tak lupa mengajak semua yang ada diruangan tersebut agar tak lupa kepada sang Pencipta


__ADS_2