Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 70


__ADS_3

Matahari telah menyapa, suara burung berkicau mengiri angin yang berhembus.


Sepanjang perjalanan, Aji hanya terdiam menatap ke pemandangan di luar jendela. Pagi itu tak biasanya ia meminta diantar supir untuk pergi kekantor, sesampainya di kantor pun ia menampakkan aura yang berbeda, ia hanya berjalan tanpa menyapa para karyawan, sesampainya di depan ruangan kantornya ia juga hanya terdiam tanpa menyapa sang sekretaris, saat Aji masuk kedalam kantor Tinto pun langsung mengikuti langkah sang bos,ia ingin memberitahu kan jadwal apa saja yang akan sang bos lakukan.


" selain jadwal pertemuan dengan para rekan bisnis, bapak juga mendapat undangan acara pembukaan yayasan amal yang ada di sebrang kafe, ini tadi salah satu karyawan bapak yang mengantarnya " Tinto pun menyerahkan selembar undangan


" baiklah kalau begitu,kamu bisa keluar dan persiapkan apa saja yang akan kita butuhkan dipertemuan nanti "


Setelah mendengar perintah dari Aji, Tinto pun segera keluar ruangan, kemudian ia mempersiapkan berkas-berkas yang akan dibutuhkan saat rapat nanti.


Tak terasa senja telah tiba, Aji sudah pulang kerumah, saat sang Ibu menanyakan menu apa yang diinginkan putra nya, Aji hanya memberikan sebuah gelengan,melihat sang Ibu kebingungan Aji pun memberitahukan bahwa dia mau mendatangi undangan malam itu, jadi dia tidak bisa ikut makan malam dirumah.


Sang Ibu pun memahami betapa sibuknya jabatan yang Aji miliki, akhirnya sang Ibu tersenyum, ia merasa bangga karena sang anak bisa memilih acara apa saja yang harus ia perioritas kan.


Malam pun datang,setelah Aji menjalankan sholat Isya,ia lantas bersiap menghadiri acara pembukaan yayasan amal di sebrang kafe miliknya, setelah berpamitan kepada kedua orang tua nya , Aji pun berangkat bukan menggunakan mobil tapi menggunakan sepeda motor, ia melakukannya karena jarak yang tak terlalu jauh.


Sebelum ia mendatangi acara tersebut,ia pun menyempatkan diri datang ke kafe, di kafe ia disambut dengan hormat, tanpa berlama-lama setelah urusan di kafe selesai Aji pun lantas keluar bergegas mendatangi yayasan amal yang tepat berada di depan kafe miliknya. Sesampai di depan gedung yayasan Aji memarkirkan motor miliknya,tanpa ragu ia berjalan memasuki gedung,namun sebelum masuk Aji dihadang tim penyelenggara yang berniat meminta izin kepada Aji agar mau menunjukkan undangannya. Aji pun dengan ramah menunjukkan undangan yang tak lupa ia bawa, karena sudah jelas bahwa Aji termasuk tamu undangan, tim pun menunjukkan dimana seharusnya Aji duduk.


Memang acara tersebut hanyalah sebuah acara sederhana namun tim yayasan menggunakan metode ketat berharap agar acara bisa berjalan lancar tanpa ada gangguan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, karena hampir 80 persen tamu undangan adalah orang-orang yang dihormati,mulai dari anggota polisi, para pegawai negara, beberapa pengusaha yang usahanya ada didekat yayasan,serta beberapa perwakilan penduduk yang berada di sekitar yayasan tersebut.


Tak berselang lama setelah Aji duduk, acara pun dimulai, penyambutan pun berjalan sesuai yang diharapkan semua orang,setelah penyambutan sang pembawa acara pun meminta salah satu pengurus yayasan untuk menjabarkan misi dan visi yayasan amal itu dibangun, setelah itu acara inti pun datang, dimana sang ketua yayasan memotong tumpeng.


Betapa terkejutnya Aji sebab sang ketua yayasan adalah orang yang belum lama ini ia kenal yaitu dr Sanja, anggota klub fotografi yang Aji ikuti.


Setelah pemotongan tumpeng, para hadirin dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah di siapkan.

__ADS_1


Saat itulah Aji memberanikan diri menyapa sang dokter,


" assalamualaikum dr Sanja "


" wa'alaikumsalam,lho pak Aji,bisa kebetulan gini kita bertemu "


" iya, saya malah yang terkejut, karena kamu yang menjadi ketuanya, dan tolong panggil saya kakak saja,kalau bapak saya merasa sudah tua " jawab Aji santai


" hehe,iya pak,,eh,,kak,,sebenarnya saya tidak mencalonkan diri menjadi ketua,tapi tidak tau kenapa anggota-anggota yang lain menunjuk saya " jelas Sanja yang berusaha menetralkan suasana


Perbincangan mereka pun berlanjut meski tak terlalu lama karena mereka disibukkan oleh urusan masing-masing.


Setelah acara makan selesai para tamu pun satu persatu berpamitan kepada para anggota yayasan, saat para anggota sedang berbenah merapikan ruangan, tiba-tiba seseorang menepuk pundak Sanja.


Sanja yang sedikit terkejut tanpa menengokkan kepala terlebih, Sanja pun langsung memegang tangan yang masih menempel dipundaknya dalam hitungan detik tangan itu langsung di putar ke arah belakang tubuh sang pemilik, sontak suara jeritan terdengar yang membuat para anggota yayasan yang tengah ikut berbenah.


" eh pak Aji maaf,,saya reflek tadi soalnya anda diam saja "


Sanja pun langsung melepas tangan Aji, kemudian dengan menyatukan kedua telapak tangannya seraya sedikit menunduk dia mencoba meminta maaf,


" iya nggak apa-apa,ini salah aku juga karena sudah mengagetkan dirimu " ucap Aji dengan diiringi wajah kacau tapi lucu


" ngomong-ngomong kenapa bapak belum pulang,apa ada yang ketinggalan? " tanya Sanja dengan nada sopan


" ketinggalan hati nya tuh,,soalnya kamu bawa " teriak salah satu rekan Sanja di yayasa yaitu Aska seorang pegawai bank

__ADS_1


Karena celetukan spontan Aska tersebut suasana gedung yang tadinya hanya terdengar suara sedikit sunyi sekarang terselip suara tawa yang sedikit keras,


" Aska sembrono aja kamu tuh " ucap Sanja dengan sedikit berteriak dan menatap Aska dengan sinis


" maafkan teman saya ya pak,,eh,,kak " lanjut Sanja


" iya nggak apa-apa,gini aku mau sedikit bekerja sama dengan yayasan mu,tapi aku bingung harus menghubungi siapa,karena brosur yang kalian selipkan di undangan hilang " Aji mencoba menjelaskan


" oh kalau gitu besuk saja kita bahas nya pak,,eh kak,,soalnya saya kurang enak saja keadaan tempat masih berantakan seperti ini "


" baiklah kalau begitu,apa boleh aku meminta kartu nama mu "


Sanja pun segera mengambil tas miliknya,mengambil kartu nama yang langsung diberikan ke Aji, setelah mendapat kartu nama, Aji pun langsung mengucapkan salam dan pergi dari gedung tersebut.


Setelah Aji pergi seorang anggota yayasan yaitu Priscilla mendekati Sanja,,


" cie cie,,bentar lagi dah nggak sendiri nih,," ucap nya dengan nada centil


" apaan sih kamu tuh, ngawur aja " jawab Sanja sambil menempelkan lipatan kain ke wajah Priscilla


Canda tawa mengiringi kegiatan para anggota yayasan itu,setelah semua barang tertata rapi dan sudah kembali ke tempat masing-masing para anggota pun saling berpamitan, ada yang langsung pulang dan ada yang juga baru mau berangkat kerja.


Yayasan amal tersebut sebenarnya terbentuk secara tiba-tiba,para anggota bisa bertemu karena postingan berita kecelakaan beruntun yang ada di salah satu akun Instagram, semua anggota saling mengirimi komentar dan dari komentar-komentar mereka itulah keinginan membuat yayasan amal tercipta.


Para anggota semua berharap yayasan amal yang mereka dirikan ini, bisa menjadi tempat dimana orang-orang berhati mulia, dengan mudah menyalurkan niatan baiknya, untuk membantu dan mengarahkan orang-orang yang memang layak dan pantas untuk dibantu entah itu secara materi maupun edukasi.

__ADS_1


Dengan mengendarai sepeda motor matic nya, sambil mengucap dzikir dalam hati Sanja melewati jalan aspal yang lenggang menuju tempat tinggalnya.


Setelah sampai di area parkir apartemen,ia pun lantas memarkirkan maticnya dengan rapi setelah itu ia lantas berjalan menuju lift untuk segera menuju lantai tempat apartemen nya berada,tak butuh waktu lama ia pun sudah berada didalam apartemen miliknya, Sanja bergegas melepas sepatu dan hijab nya, ia juga bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai dengan memakai baju tidur Sanja pun berbaring di tempat tidurnya, suara nada dering handphone terdengar lama, Sanja pun segera memeriksanya,siapa tau itu panggilan penting.


__ADS_2