Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
kala undangan menyapa


__ADS_3

HALU KAFE


canda tawa terdengar dari sekumpulan pengunjung kafe yang tak lain adalah Bhinneka ,Lintang ,Indi ,Dika dan Samuel mereka senang karena bisa berkumpul


" yaaa,,,,habis ini Lintang pergi" ucap Indi dengan nada sedikit menyesal


" hallooo,,,,,, gue cuma mau pindah negara bukan pindah alam,kalau kangen tinggal videocall,gampang kan," ucap Lintang santai


" tapi kan beda,," balas Indi diiring muka cemberutnya


" udah dong bi jangan cemberut gitu ini kan tema nya bahagia " Dika mencoba menenangkan sang istri akhirnya pertemuan itu berlangsung dengan dikelilingi kebahagiaan


saat Lintang keluar dari toilet seseorang menepuk pundaknya,seketika itu Lintang terkejut ia langsung menoleh mencari tau siapa pelakunya


" lho Aji kok loe disini katanya tadi sedang belanja kebutuhan kafe" Lintang terkejut karena melihat Aji yang sudah berpamitan sebelum mereka datang ke kafe


" gue belum siap Lin" ucap Aji


" belum siap ngliat undangan atau ngelepas orang yang loe sayang" tanya Lintang dengan nada sedikit menggoda


" gue serius nyonya Immanuel" Aji sedikit jengkel


" gini aja sekarang loe tenangin tuh hati nanti gue pulang terakhir aja biar bisa ngobrol ama loe ok" ucap Lintang yang mendapat anggukan kepala dari Aji,lalu Lintang pun kembali menemui sahabatnya yang ternyata sudah siap-siap ingin pulang,,


setelah Bhinneka,Sammuel,Dika dan Indi keluar kafe, Lintang pun segera menemui Aji yang sudah duduk termenung menatap undangan pernikahan wanita yang ia sayang


" udah jangan diliat terus nanti tambah sakit" masih dengan nada mengejek Lintang berucap

__ADS_1


" bukannya nenagin hati gue eh malah bikin tambah sakit aja loe" ucap Aji


" kemana nih sohib gue yang tegar hatinya setegar pohon jati yang kena angin tetep berdiri" ucap Lintang dengan nada sedikit mengejek,ia berharap Aji segera keluar dari penyesalan tak bisa bersanding dengan Bhinneka


" emang bener kalau bukan jodoh mau di kejar bagaimana pun tetep nggak kan ketangkep" Aji pun menatap wajah Lintang


" nah itu tau udahlah move on,gue yakin loe bakal segera ditemukan ama jodoh loe" ucap Lintang


Lintang pun dengan tenang dan sabar mencoba menguatkan hati Aji agar tegar menghadapi kenyataan bahwa cinta dan sayangnya Aji terhadap Bhinneka hanya bisa berhenti di ikatan persahabatan,Aji pun menanggapi dan mencoba memahami ucapan Lintang tersebut,dalam hati Aji ia mencoba memahami memang benar ucapan sahabat-sahabatnya meski Lintang tak terlihat feminim namun ia memiliki sifat keibuan yang begitu besar


__________________________________


h-5


" Yusuf,,,apa benar keluarga calon istrimu itu nggak bisa ditemukan" tanya eyang Sukarjo


" yang jadi penghulunya dari pihak KUA saja pak,kemaren saat pendaftaran juga kita sudah nyerahin semua data serta alasannya juga kan" ayah Andi bersuara mencoba menenangkan situasi


" baiklah kalau begitu,lalu acara pengajiannya tetap jadi besok malam kan" tanya eyang Sukarjo lalu mendapat anggukan dari ayah Andi,tak lama kemudian bunda Rika datang lalu mulai membahas masalah pernikahan putranya dari acara pengajian,ijab qobul,seserahan dan resepsi bahkan bunda Rika sudah menyiapkan tempat untuk Yusuf dan Bhinneka berbulan madu


______________________________


h-4


keramaian terlihat di rumah yang ditempati Bhinneka,,keluarga Indi mengadakan syukuran kecil disertai pengajian dengan mengundang tetangga sekitar untuk hadir,,setelah acara selesai dan para tamu undangan pulang terlihat Bhinneka duduk termenung menatap langit Indi yang melihatnya lalu duduk disamping Bhinneka


" gue yakin kedua orang tua loe pasti bahagia di sana melihat keadaan loe sekarang" ucap Indi mencoba memahami Bhinneka

__ADS_1


" iya gue juga berharap keputusan yang gue ambil ini adalah yang terbaik agar kedua orang tua gue nggak bersedih disana" Bhinneka menanggapi


" eh bentar lagi kan loe bakal jadi istri kakak sepupu gue jadi baiknya mulai sekarang gue panggil loe kakak juga" Indi berusaha menetralkan suasana


" jadi gue terlihat lebih tua dong" jawab Bhinneka percakapan itu pun berlanjut dengan canda tawa


_______________________________


hari berganti hari tak terasa hari dimana Bhinneka dan Yusuf akan melangsungkan ijab qobul pun sudah datang menyapa, nampak Yusuf yang sedang duduk di kursi tamu sedikit tegang mengundang kejailan kak Bashir,dengan serius kak Bashir mengucapkan kalimat-kalimat yang diharapkan membuat Yusuf menjadi semakin was-was


" tuh songkok dibenerin,terus baju juga dirapiin biar nggak diejek para saksi nikah nanti trus dek inget kalau sampai kamu nanti tiga kali salah saat ijab qobul alhasil pernikahanmu bakal diundur lho" ucap kak Bashir


" apaan sih kak aku baru ngumpulin keberanian nih biar nanti lancar,harusnya kakak nyemangatin sama ngasih doa dong" Yusuf berusaha menepis semua ke isengan kak Bashir sedangkan kak Bashir hanya bisa tersenyum menahan tawa


" Bashir jangan njailin adek mu,sudah sana bantu istrimu aja kayaknya ribet tuh" bunda Rika mencoba melerai


" iya tuh sana urusin tuh ompol anak 👌 " Yusuf sedikit tersenyum dan kak Bashir pun segera meninggalkan Yusuf yang sudah didekati bunda Rika


" Yusuf apa kamu sudah siap dan yakin dengan keputusanmu ini" tanya bunda Rika


" sudah bunda," jawab Yusuf penuh dengan semangat bunda Rika yang menatapnya hanya bisa tersenyum ia mulai mengingat semua kenangan bersama putranya itu tak terasa jagoan bunda sudah mau menikah saja ucap bunda Rika dalam hati,Yusuf yang melihat ekspresi bunda nya pun sedikit ingin tau apa yang sedang bunda nya pikirkan


" bunda ada apa kok diem aja" tanya Yusuf


" nggak ada apa-apa cuman bunda sedikit mengingat saat bunda nglahirin kamu,jaga kamu,ngerawat kamu saat sakit,nemenin kamu belajar,,dan akhirnya tiba juga saatnya bunda nganterin kamu memulai hidup kamu bersama orang lain,,bunda jadi sedikit khawatir apa kamu akan jalanin hidup mu yang baru tanpa pernah melihat bunda lagi" ucap bunda Rika dengan nada pelannya


" bunda ngomong apa sih,bunda dengerin Yusuf ya,Yusuf sangat senang bisa lahir dari rahim bunda,di jagain bunda,di rawat bunda pokoknya Yusuf begitu senang menjadi anak bunda,memang sebentar lagi Yusuf akan punya kehidupan baru namun semua itu nggak bakal bisa menghapus posisi bunda dari hidup Yusuf ok" Yusuf berusaha menenangkan hati bundanya

__ADS_1


ayah Andi yang berdiri tak jauh dari mereka berdua pun hanya bisa diam dan tersenyum melihat dan mendengar kedua orang yang ia sayangi sedang melewati waktu kebersamaan dengan penuh kasih sayang yang mungkin tidak dapat terulang lagi


__ADS_2