Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
awal untuk akhir


__ADS_3

suara tawa yang mungkin akan mereka rindukan,tak terasa perjuangan mereka selama tiga tahun ini akan diakhiri dengan kelulusan yang sebentar lagi mereka lakukan


__________________


parkiran sekolah


" eh kita kan bakal libur panjang nih sambil nunggu pengumuman kelulusan,gimana kalau kita piknik aja" ajak Lintang


" sip itu,,mumpung gue nggak ngambil job juga nih" ucap Samuel


" emang loe nggak ngurus pernikahan" tanya Indi


" masalah nikahan masih bisa diatur,ya piknik sekalian buat perpisahan ama masa lajang kayak bule bule gitu" ucap Lintang


" ih ogah gue kalau pesta begituan" bantah Dika yang membayangkan pesta dengan penuh tindakan tak senonoh


" ya kita nggak nglakuin yang dosa dosa lah kita seneng seneng aja,traveling bebakaran nyanyi-nyanyi gitu" jawab Lintang


nampak Dika Indi Bhinneka dan Aji saling pandang mereka berempat serempak menganggukan kepala


" siip,kita ke villa baru deket pantai yang dibeli Immanuel kemaren ok" ucap Lintang


" baik ndoro" kompak Aji Dika Samuel Indi dan Bhinneka berucap membuat tawa tercipta diantara mereka ber enam,dari arah belakang terdengar suara menghentikan tawa mereka


" aku ikut boleh nggak" tanya Yusuf sontak pertanyaan itu membuat mereka mengarahkan pandangan mereka ke arah Yusuf


" emm, boleh sih tapi apa nggak ganggu tugas bapak" ucap Lintang dengan sopan


" enggak kok,,sekalian aku mau jaga calon istriku" ucap Yusuf diiringi dengan senyuman menatap wajah Bhinneka sontak ucapan itu membuat ke lima sahabat Bhinneka terkejut


" Bhinn loe dah nerima pinangan kak Yusuf" tanya Indi


" wah gadis gadis kita dah laku semua dong" ucap Samuel


" loe pikir sayuran dah laku" ucap Dika sedangkan Bhinneka hanya terdiam malu


Aji yang mengetahui bahwa gadis pujaan hatinya sudah menerima pinangan laki-laki lain Aji pun merasa hatinya terluka namun perasaan itu tak ia perlihatkan


" kok diem sih Bhinn" ucap Lintang


" maaf bukannya nggak mau ngomong tapi agak malu aja gue" jelas Bhinneka


" kenapa harus malu kan ini berita baik,oh ya bas gimana kalau resepsi kita di barengin ama Bhinneka aja" Indi bertanya pada Dika

__ADS_1


" bisa juga,loe gimana Lin mau ikutan bareng nggak,seru lho" ucap Dika


" ok entar coba gue rundingin ma keluarga,tapi ntar nih dua curut kasihan dong" ucap Lintang menunjuk Samuel dan Aji bergantian


" emang kenapa" tanya Indi


" entar bakal ada film judulnya 'saat kau dipelaminan aku jadi tamu undangan' kan jadi kasihan" jelas Lintang sedikit melirik Aji namun ucapannya itu langsung mendapat jitak kan dari Samuel dan hal itu membuat pertarungan antra mereka dimulai


_______________________


didalam mobil Yusuf


" Bhinn gimana kalau kita segera nemuin orang tua ku,ya biar hubungan kita nggak ngambang kayak gini" tanya Yusif sambil mengemudikan stir mobil


" ya boleh aja kak,tapi habis itu kita kepemakaman orang tuaku ya" jawab Bhinneka


" ok,kalau gitu sekarang kamu aku anterin pulang terus ganti baju dulu,atau mau gini aja" Yusuf bertanya lavi


" ya ganti dulu kak,lagian aku mau nemuin kak Adam mau ngambil jadwal ngajar TPA yang baru" jawab Bhinneka disambut anggukkan kepala dari Yusuf perjalanan pun berlanjut


_____________________________


dirumah keluarga ARINDAYU


" Andi aku sangat malu sekali atas perbuatan yang Friska laku kan kepada keluarga mu" ucap papa Barbaros dengan nada penyesalan sedangkan mama Suci dari tadi terdiam menahan rasa malu


" tenang lah,kami semua sudah memaafkan Friska sekarang yang lebih baik mari kita berdoa memohon kepada Allah agar dibuka kan pintu maaf untuk Friska" ucap ayah Andi


tak berselang lama suara langkah kaki melewati pintu utama rumah itu,terlihat Bhinneka berjalan dibelakang Yusuf dengan wajah tenang,ayah Andi pun mengajak mereka duduk


" assallammualaikum " ucap Yusuf dan Bhinneka


" waalaikummus salam,kebetulan sekali kalian berdua mari duduk sini ada paman Barbaros dan tante Suci" ucap ayah Andi, Yusuf dan Bhinneka pun duduk di kursi tamu itu dengan wajah penuh tanya Bhinneka melihat kedua orang tua yang belum iya kenal itu


" jadi ini calon istrimu nak Yusuf " tanya papa Barbaros dengan tenang


" alhamdulillah iya paman,kenalin namanya Bhinneka" jawab Yusuf , Bhinneka pun tersenyum menatap papa Barbaros dan mama Suci


" nak Bhinneka maafkan tindakan putri kami ya" ucap mama Suci dengan nada haru,Bhinneka terdiam sebentar ia mencoba memahami perkataan wanita paruh baya itu


" saya sudah memaafkannya tante,semoga Allah mengampuni dan memberi hidayah kepada putri tante" ucap Bhinneka mencoba menenangkan suasana


" baiklah kalau begitu kami pamit pulang dulu,terimakasih kalian sudah memaafkan putri kami,assallammualaikum" ucap papa Barbaros yang langsung diikuti mama Suci bersalaman dengan ayah Andi,bunda Rika,Yusuf dan Bhinneka,setelah kepergian orang tua Friska,,Yusuf memulai pembicaraan yang sudah ia persiapkan dari tadi

__ADS_1


" ayah bunda alhamdulillah Bhinneka sudah menerima pinangan ku," ucap Yusuf dengan perasaan senangnya


" alhamdulillah" serempak ayah Andi dan bunda Rika mengucap syukur


" kalau begitu sebaiknya secepatnya kalian menikah biar tidak menimbulkan dosa kalau kalian bersama seperti ini" ucap ayah Andi


" iya tapi lebih baik kita menikahnya setelah Bhinneka lulus agar tak menimbulkan fitnah" terang Yusuf


" oh iya gimana kalau kamu barengan ama Indi aja nikahnya" ucap bunda Rika


" ya kalau aku setuju-setuju aja coba tanya Bhinneka" ucap Yusuf


" kalau saya nggak keberatan" jawab Bhinneka


" oh iya apakah kamu masih punya saudara yang bisa menjadi walimu" tanya ayah Andi


" maaf saya sudah sebatang kara,karena saudara kedua orang tua saya semua meninggal saat sunami melanda aceh dulu" jelas Bhinneka dengan tenang


" ya sudah masalah pernikahan bisa kita bicarakan nanti atau besuk sekarang ayo kita makan siang dulu,ini sudah jam 1 lho,oh iya kalian sudah sholat belum" ucap bunda Rika


" alhamdulillah sudah" jawab Bhinneka


ayah Andi,bunda Rika,Yusuf dan Bhinneka pun berjalan menuju ruang makan disela sela mereka makan,terdengar perbincangan yang hangat diantara mereka


_______________________


HALU KAFE


disudut kafe terlihat Aji duduk terdiam menatap keluar jendela,ia mencoba menenangkan hatinya dengan mengganti rasa sekecewanya dengan segudang rasa iklas,,mengingat bahwa gadis yang selama ini Aji idamkan sudah memilih laki-laki lain,tak berselang lama terliahat Lintang berjalan mendekati Aji,Lintang pun duduk di hadapan Aji


" eh galau aja loe,inget sebelum janur kuning melengkung masih bisa ditikung" sontak ucapan Lintang membuat Aji langsung menoleh ke arah Lintang


" ngomong apaan sih," Aji berlagak tidak tau maksud Lintang


" idih ngeles aja loe,nggak usah jaim depan gue,inget kalau patah hati jangan lama-lama entar kedaluarsa lho" ucap Lintang sedikit bercanda dan canda Lintang yang sederhana membuat Aji tersenyum


" iya iya ,dah gue kubur tuh perasaan" jawab Aji membela diri


" walau dikubur kalau masih kepikiran bisa gentayangan tuh rasa" ledek Lintang


" ih apaan sih pake gentayangan segala,dah nggak usah dibahas,by the way ngapain loe kesini" tanya Aji


" sewot amat loe,gue mau,,,," belum sempat Lintang melanjutkan kalimatnya tiba-tiba,,,

__ADS_1


__ADS_2