Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 72


__ADS_3

" apakah hati mu sudah lebih tenang ? " tanya sang pria itu


" sebenarnya,,,apa,,sa,lah,ku " ucap Berliana terbata-bata


" aku percaya kalau kamu tak melakukan hal-hal di berita itu,oh iya ini ada seblak ceker 2 porsi,bolehkah aku masuk " ucap sang pria sambil mengangkat tangan kanan nya


Berliana pun segera melepas pelukannya,ia pun mengajak sang pria untuk masuk kedalam rumah.


Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju ruang makan, mereka berdua pun menikmati seblak yang masih hangat itu.


Setelah selesai menikmati hidangan tersebut tanpa di duga sang pria yang tak lain adalah Tinto, langsung mengucapkan kalimat-kalimat yang membuat air mata Berliana tak bisa dibendung lagi.


Bersamaan dengan itu, Aji tengah berbincang-bincang dengan salah satu sahabatnya yaitu Sammuel,kedua pria tampan tersebut tengah serius membahas permasalahan yang tengah dihadapi oleh Berliana.


" Lo serius mau bantu tuh model " tanya Sammuel sembari bersantai


" iya,ini juga bisa berdampak buruk untuk produk ku yang terbaru " Aji menanggapi


" lalu sekarang lo mau bagaimana? " tanya Samuel yang terlihat melanjutkan menikmati sepotong kue


" aku mau minta bantuan mu "


Sontak Sammuel langsung terkejut, karena selama mereka berteman, baru kali ini Aji meminta tolong dengan ekspresi kebencian.


" Aji lo lupa sholat ya,atau lo kesambet hantu penunggu pohon besar deket rumah mu itu? "


Ucapan Sammuel itu membuat Aji balik kebingungan,,


" apaan sih, orang minta tolong malah di bilang kesambet segala "


" habis nggak biasanya lo nunjukin aura dendam "


" sori aku kebawa emosi, ya udah gimana ini kamu punya solusi nggak "


Sammuel pun dengan perlahan mencoba mengutarakan salah satu idenya,sekalian ia berusaha mengusir aura hitam di sekitar Aji.


Dengan seksama Aji mencoba memahami semua ucapan sang sahabat,setelah ucapan Sammuel berhenti, Aji pun langsung mengambil kesimpulan dan juga tindakan, Sammuel yang mengetahui bahwa sang sahabat sudah paham hanya bisa menemani Aji sambil menikmati secangkir susu jahe yang tadi di suguhkan.


Hari pun berganti,,media massa offline maupun online seketika menjadi heboh pagi hari tersebut,semua itu disebabkan oleh berita penangkapan Adelia bersama kekasihnya yang tengah bertransaksi pil ekstasi.


Berita tersebut semakin heboh, sebab ayah dari kekasih Adelia, yaitu pemilik agensi dimana Berliana bernaung tengah mencalonkan diri sebagai gubernur.


Berliana yang tengah menyaksikan berita tersebut, sontak menyunggingkan senyuman kebahagiaan, ia semakin perrcaya bahwa Allah selalu adil.

__ADS_1


Di lain tempat, terlihat dua pria berpakaian santai memasuki mobil,tak berselang lama mobil itu melaju perlahan meninggalkan parkiran.


Terdengar juga pembicaraan serius dari mereka berdua,


" jadi lo mau masukin itu model ke agensi ku? " tanya pria di sebelah kiri


" iya dan kamu tak akan menyesal sudah merekrut dia " ucap sang pria satunya yang tengah menyetir


" ok nggak masalah kalau gitu,tapi sebagai imbalannya aku pengen ngajak tu model kencan "


Ucapan sang pria disebelah kiri, yang tak lain adalah Sammuel sedikit mengejutkan si supir yang tak lain adalah Aji,seketika mobil itu berhenti di pinggir jalan,


" Samm, turun lo "


" idih,ngapain sih, tenang gue cuman bercanda, serius amat sih lo "


Aji pun segera mengemudikan mobil hitam itu untuk kembali berjalan, setelah ucapan Sammuel dengan nada sedikit ketakutan itu, sekarang hanya ada keheningan di mobil tersebut.


Ketukan pintu terdengar, Berliana yang mendengar pun otomatis segera beranjak dari tempat duduknya,ia berjalan ke arah depan untuk membukakan pintu, siapa nih pagi-pagi dah bertamu aja? begitulah isi hati Berliana, dengan perlahan Berliana membuka pintu berwarna putih itu,sedikit ketakutan juga ikut mendampingi,karena ia takut jika yang datang adalah para wartawan.


Tentu saja Berliana sedikit waspada, apalagi setelah agensi lamanya tengah bermasalah, suara pintu terdengar meski samar-samar,pintu mungkin baru terbuka 60 derajat, Berliana pun sedikit mengintip,,dan,,,,


" paagiiiii,,"


" apaan sih kak,ngagetin tau " ucap Berliana ditambah wajah manyun


" hehehe,, maaf maaf, aku tadi habis galau sekarang enggak lagi," ucap sang tamu yang tak lain adalah Olin


Namun Berliana hanya terdiam lalu mebalikkan badan beranjak pergi, Olin pun mengikuti sambil kebingungan,


" eh tunggu lah,kamu nggak mau tanya, aku nggak jadi galaunya kenapa ? " ucap Olin mencoba memancing ke kepo an Berliana


" ya udah,kenapa? " jawab Berliana dengan nada tak bersemangat


" kamu mau di,,, "


Belum sempat Olin mengakhiri ucapan nya,dari arah depan terdengatmr suara ketukan pintu lagi,namun yang sekarang sedikit keras.


Berliana langsung menatap wajah Olin sambil mengangkat kedua alisnya,seperti ingin bertanya kepada Olin,si Olin pun hanya menanggapi dengan gelengan kepala sambil mengangkat kedua bahunya.


Ketukan pintu masih terdengar meski pelan, Berliana pun kembali berjalan ke arah depan hendak membukakan pintu, tak berselang lama pintu pun terbuka, seketika raut wajah Berliana pun memancarkan kebahagiaan,


" lho kok kamu kesini,emang nggak kerja? "

__ADS_1


" oh hari ini aku di suruh cuti,tadi bos ku ada urusan katanya "


" ya udah masuk yuk,,"


Berliana dengan santainya menarik tangan sang tamu yang tak lain adalah Tinto, Olin yang sudah lama tau bahwa Tinto adalah pria yang selama ini Berliana cintai pun menyambut kedatangan pria itu dengan senyuman.


Mereka bertiga pun duduk di ruang tengah menikmati kue yang Olin bawa tadi ditemani secangkir minuman,canda dan tawa terdengar ada diantara mereka.


Sedangkan di yayasan amal,sudah terlihat para anggota dan panitia tengah merapikan beberapa paket tas berwana hijau di beberapa mobil,mereka berniat mengantarkan paket sembako kepada para warga yang rumahnya terkena banjir,


" ok udah semua kan " tanya anggota pria


" udah kok,kalau gitu ayo berangkat " balas pria yang lain


" lha nenek dokter kemana? "


Tanya anggota wanita yang diiringi wajah kebingungan,ya,, nenek dokter yang dimaksud adalah Sanja,mereka.memberikan gelar itu karena sifat Sanja yang selalu memberi nasihat kepada mereka,


" lha,, itu dia! " tunjuk pria yang tadi


" apaan nunjuk-nunjuk,, " ucap Sanja kala mendekati teman-teman nya


" kau ngurus apaan sih,lama bener,," ucap sang pria


" ngurus masa depan aku!" jawab Sanja sedikit membentak


" idih,,sejak kapan nenek sihir punya masa depan,, " ucap sang pria yang lantas memasuki mobil setelah berucap


Suara tawa serentak dari para anggota langsung terdengar,sedangkan Sanja hanya bisa menunjukkan aura kebenciannya.


Setelah Sanja menunjuk anggota yang ikut,mobil mobil itu pun segera berjalan menuju kampung yang sudah di tentukan,saat Sanja dan beberapa anggota yang masih ada hendak masuk kedalam kantor, tiba-tiba suara pelan nan tegas terdengar dari arah belakang.


" pagi.."


Sontak semua pun memalingkan wajah mereka mencari tau dari siapa sumber suara tersebut.


Beberapa anggota terkejut dan juga ada yang kebingungan,namun sebagian yang lain sudah seperti mengenal orang itu dan merekapun menanggapi nya dengan santai, Sanja terdiam sebentar,lalu ia membalas sapaan tadi,


" pagi,,ada apa ya kak " tanya Sanja


" apa kamu ada waktu " tanya sang tamu


Sanja pun sedikit mengerti apa yang ingin tamu itu bicarakan, akhirnya Sanja mengajak tamu itu untuk ikut dia masuk. Sang tamu mengangguk menandakan bahwa dia akan mengikuti ajakan Sanja.

__ADS_1


Namun ternyata tamu itu tak sendiri,ada seorang pria yang tak lama kemudian mengikuti langkah tamu tersebut.


__ADS_2