
Setelah berdebat perempuan itu pun langsung masuk kedalam kantor Aji tanpa mengucap salam maupun mengetuk pintu.
Perempuan itu lantas berjalan menuju kursi tamu dan tanpa ragu duduk di kursi tersebut, Aji yang terkejut dengan kedatangan perempuan itu masih mencoba bersabar,
" ada urusan apa kau kemari? " tanya Aji tanpa menatap perempuan itu
" aku mau ngajak kamu foto prewedding " jawab perempuan itu sambil menatap manja kuku kuku jemarinya
Tanpa bersuara Aji langsung berdiri lantas berjalan mendekati sang perempuan, namun bukan takut atau segan, perempuan itu menunjukan wajah yang sangat bahagia karena dalam pikirannya Aji pasti akan memeluk atau mencium nya,
" keluar kau,! " ucap Aji dengan nada sedikit tinggi
" Aji apa sih maksud mu, ingat aku ini tunangan mu,! " bantah perempuan itu
Aji bukannya menjawab ucapan perempuan itu namun ia tanpa ragu langsung mencengkram tangan kanan perempuan itu lantas menariknya berjalan ke arah pintu,
" Aji lepaskan!! kau lupa, aku ini tunangan mu " perempuan itu membantah
Perempuan tersebut tak henti mencoba melepaskan genggaman tangan Aji, namun meski dia berusaha dengan cara mencubit tangan Aji maupun menghentikan langkahnya, tetap saja ia terpaksa berjalan mengikuti langkah Aji,
Setelah berada di luar ruangan Aji pun lantas melepas genggaman tangannya, dan tanpa sepatah katapun ia lantas masuk kedalam kantornya, tindakannya itu di akhiri dengan suara pintu tertutup sedikit keras
Perempuan berambut pirang tersebut mencoba merapikan pakaiannya lantas berjalan menjauh dari kantor Aji, namun sebelum ia jauh, perempuan itu berhenti di depan meja sangat sekertaris yang tak lain adalah Rizky,
Rizky sedikit gemetar karena tatapan sang perempuan yang seakan bisa memakannya hidup-hidup,
" kalau kau sampai berani menyebar berita ini,! akan ku pastikan kau tak bisa membuka matamu lagi " ancaman perempuan itu
Rizky hanya terdiam dan menatap layar komputernya, berharap perempuan itu segera pergi menjauh dari hadapan nya.
__ADS_1
_______
Hari telah berganti sampai tibalah hari dimana Tinto akan menghalalkan Berliana, dibarisan para tamu terlihat Aji dan keluarganya berada di kursi depan lebih tepatnya tak jauh dari meja tempat dimana akan terlaksana kan nya ijab qobul
Suara MC pun telah terdengar dari mulai pembukaan, jadwal acara sampai doa bersama tak dilupakan
Setelah beberapa menit akhirnya para petugas KUA telah duduk di depan meja lalu tak lama kemudian mempelai pria kita yaitu Tinto juga telah duduk di kursi yang sudah di sediakan, tak ketinggalan ayah kandung Berliana yang akan menikahkan putrinya tersebut juga telah duduk di kursi yang khusus untuk nya.
Detik-detik ucapan ijab qobul pun akan segera terdengar, keringat yang bercucuran sedikit terlihat dari wajah Tinto sedangkan Berliana yang masih berada di room rias merasakan rasa gugup yang besar
Sayup-sayup nada penuh kegirangan terdengar oleh Berliana, seketika ia langsung kebingungan apa arti suara suara itu, tak berselang lama salah seorang petugas WO masuk ke ruang rias, dengan nada sedikit ngos-ngosan ia pun bersuara,
" sah!! sah!! "
Seketika semua orang yang ada di dalam ruang rias pun bersorak gembira tak terkecuali Berliana, dan diiringi air mata yang hendak berlinang dari matanya,
Sambil di rias Berliana pun menandatangani buku nikah yang di sodorkan oleh sang crew WO tadi,
" maaf pengantin perempuan udah siap belum? " tanya seorang crew WO yang lain
" bentar,,di poles dulu biar tambah kinclong " jawab sang juru makeup
" lu kira piring apa, dah cepetan kasian tuh mempelai pria dah nggak sabar pengen nyium " celetuk sang crew WO yang langsung di sambut tawa
Berliana sedikit malu, itu terlihat dari kedua pipinya yang sedikit merah bukan karena foundation yang ketebalan.
Beberapa detik kemudian, Berliana ditemani beberapa crew perempuan, berjalan perlahan menuju ruang resepsi, namun sebelum masuk ia dipertemukan dengan sang ayah.
Pasangan ayah dan anak itu pun di arahkan berjalan berdampingan untuk masuk kedalam gedung, dari depan Berliana telah disambut senyum kebahagiaan beberapa saudara dan tak lupa beberapa suara kamera yang berasal dari beberapa juru kamera majalah maupun televisi.
__ADS_1
Rasa gugup kembali di rasakan Berliana, sang ayah yang memegang tangan kanan nya pun bisa merasakan, sang ayah menolehkan kepala dan membisikan kata semangat, Berliana pun membalas senyuman sang ayah,
Pintu masuk pun telah di lewati sorak bahagia dan ucapan selamat dari para tamu undangan pun terdengar, Tinto yang telah berdiri tak jauh dari pintu pun menyambut kedatangan sang istri dan mertua dengan senyuman kebahagiaan,
Sekarang tangan kanan Berliana telah di genggam Tinto dan mereka berdua pun berjalan menuju kursi pelaminan,
" aku nggak lagi mimpi kan " ucap Tinto
Berliana yang mendengar bisikan sang suami pun sedikit terheran lantas ia pun bersuara,
" mimpi,! aku hantu haa,, " jawaban Berliana yang membuat Tinto ingin sekali mengacak-acak rambut sang istri
Tak butuh waktu lama pengantin baru itu pun telah sampai di kursi pelaminan, salah seorang crew menghampiri mencoba mengarahkan apa yang harus mereka lakukan terlebih dahulu, dari mulai memasangkan cincin pernikahan, penerimaan mahar serta adegan yang sangat dinantikan yaitu sang mempelai pria mencium dahi mempelai wanita.
Acara pun masih berlanjut dimana para tamu hadirin dipersilahkan maju ke depan untuk memberi ucapan selamat, langkah para tamu pun diiringi dengan irama lagu bahagia dengan suara beberapa artis yang menemaninya,
Aji berjalan di belakang kedua orang tuanya, dengan memakai baju batik, di sesi ini ia mencoba melupakan sejenak kesedihan dibalik drama bersatunya Tinto dan Berliana, ia mencoba mengeluarkan senyum kebahagiaan dihadapan orang-orang terlebih lagi kedua mempelai
Tiba giliran Aji mengucap kata selamat,
" selamat ya, semoga kalian berbahagia selamanya " kalimat singkat dari mulut Aji
" terimakasih pak kalau bukan,, " belum sempat Tinto melanjutkan kalimatnya Aji langsung bersuara
" yang lalu adalah pembelajaran dan yang didepan adalah tantangan jadi sudah jangan ungkap masalah itu " Aji pun langsung melepaskan tangan Tinto
Aji tak menyambut uluran tangan Berliana karena bagi Aji perempuan yang ada di depannya bukan muhkrim nya, Aji hanya mengangkat kedua telapak tangannya yang menyatu diiringi senyuman, lantas ia pun berjalan meninggalkan pelaminan
Para tamu terlihat sedang menikmati hidangan yang disediakan, terlihat beberapa publik figur tengah di interview masalah tanggapan mereka akan pernikahan ini, ada juga beberapa tamu yang seakan tengah bereuni, Aji sesungguhnya enggan menikmati hidangan padahal ayah dan ibunya sudah duduk di kursi VIP sambil melambaikan tangan mencoba memanggil sang anak, dengan langkah sedikit malas ia pun akhirnya mendekati kedua orang tua nya, namun belum juga ia masuk ke area VIP tiba-tiba tepukan tangan di pundak kanan Aji menghentikan langkahnya itu
__ADS_1