Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 64


__ADS_3

Para karyawan kafe begitu gembira mendapat hadiah berupa makanan ringan yang diberikan Aji sebelum karyawan nya pulang


Hati Aji sedikit bahagia bisa melihat senyum di wajah para karyawan tersebut, setelah kafe rapi sebelum ditutup ia menyempatkan diri masuk kedalam ruangan kecil tempat ia menjalankan tugas sebagai pemilik kafe, Aji pun berjalan menuju meja lantas membuka laci meja tersebut dengan perlahan ia mengambil sebuah buku yang ada di paling bawah laci itu


Dengan perlahan halaman buku itu ia buka, setelah selesai melihat isi buku tersebut Aji pun mengembalikan buku tersebut ke laci namun sebuah kertas tiba-tiba terjatuh dari buku itu, Aji pun mengambilnya ia memperhatikan kertas bergambar beruang tersebut dengan disalah satu sisinya bertuliskan KU INGIN SELALU BERSAMAMU TUNGGU AKU DEWASA , seketika sebuah senyuman terukir diwajah Aji, ingatannya pun kembali ke masa lalu tepatnya saat dia duduk dibangku SMP


ingatan aji


Aji yang saat itu berusia 12 tahun tengah berjalan di koridor kelas, kala itu Aji bersekolah yang sama dengan Tinto dan Lintang,


Ia berjalan perlahan keluar dari sekolah karena kegiatan ekstrakurikuler yang ia ikuti sudah selesai, namun saat langkahnya hampir diluar gerbang sekolah tiba-tiba ia teringat bahwa seragam olahraga miliknya tertinggal di loker , Aji pun langsung berbalik dengan sedikit berlari ia kembali ke kelas,


Namun saat ia melewati pintu kelas tanpa sadar ia menabrak seorang siswi yang hendak keluar, akhirnya mereka berdua pun terjatuh,


" astagfirullah, maaf maaf " ucap Aji


" kalau jalan hati-hati dong, " balas siswi tersebut dengan intonasi nada sedikit tinggi


Belum sempat ia melihat wajah gadis tersebut sang gadis sudah berdiri dan pergi meninggalkan dirinya,karena tak mau berlama-lama Aji pun mengacuhkan peristiwa yang ia alami barusan, lantas Aji pun berdiri dan berjalan mendekati loker tempat ia menyimpan seragam olahraga namun saat ia hendak mengambil tiba-tiba sebuah buku yang terlihat seperti diary bersampul warna merah muda ikut keluar bersama dengan seragam olahraga miliknya


Aji pun sedikit terkejut lalu tanpa ragu ia mengambil buku tersebut dan mencoba mecari tau siapa pemilik buku tersebut, saat ia membuka lembaran terakhir ia mendapati secarik kertas yang menutupi sebuah kata, lantas ia pun membaca satu kata yang ada dibelakang kertas tersebut dan ternyata kata tersebut adalah sebuah nama, seketika Aji berinisiatif hendak mencari tau siapa pemilik buku tersebut dan hendak mengembalikannya namun langkah itu ia urungkan saat membaca kalimat kalimat yang ada di secarik kertas tadi


Nada dering handphone miliknya tiba-tiba menyadarkan pikiran Aji yang tengah pergi ke masa lalu, saat ia melihat nama yang tertera di panggilan tersebut seketika rasa ragu menanggapinya, namun karena merasa tak pantas jika ia tak menjawab panggilan tersebut Aji pun segera menyingkirkan perasaan ragu tersebut


" hei kamu jadi kan datang " suara tanpa jeda terdengar

__ADS_1


" iya, nanti jam 8 kan " Aji menjawab


" iya kami semua menunggumu " ucapan terakhir sang penelepon


Aji pun segera keluar dari ruangan tersebut, ia berjalan keluar kafe lantas mengendarai mobilnya untuk pulang, sesampainya dirumah ia pun langsung masuk kamar lantas membersihkan diri setelah selesai ia pun langsung pergi lagi menuju restoran tempat dimana acara temu kangen komunitas fotografi yang ia ikuti


Selain tertarik di bidang kuliner Aji juga punya hobi mengabadikan gambar, maka dari itu semenjak SMA ia mendaftarkan diri menjadi anggota komunitas fotografi tersebut,


Karena jarak antara rumah Aji dan restoran yang akan ia datangi tak begitu jauh cukup menghabiskan waktu tiga puluh tujuh menit Aji pun sudah sampai, setelah ia membaca pesan disebelah mana teman-temannya berkumpul Aji pun dengan santai memasuki restoran itu


Dengan menggunakan kaos biru muda lengan pendek, celana jeans hitam dan sepatu berwarna putih Aji pun mendekati beberapa rekannya yang sudah hadir terlebih dahulu


" assalamualaikum, bagaimana kabar kalian " sapaan Aji mengejutkan beberapa orang


" canda aja kakak nih, " jawab Aji yang masing menyalami beberapa rekannya


Beberapa menit kemudian suara canda tawa terdengar di area komunitas itu berkumpul, saat ada beberapa anggota lain datang kak Dion menyenggol tangan Aji sambil memberitau bahwa setelah Aji pergi sekolah diluar negeri ada tiga anggota baru dan kak Dion mau mengenalkannya kepada Aji


Sesi perkenalan pun berlangsung diantara tiga anggota baru itu ada satu orang yang terasa tak asing bagi Aji


" baik, Aji ini ke tiga anggota kita yang belum kamu kenal, ayo perkenalkan diri kalian masing-masing " pinta kak Dion


Satu persatu anggota baru tersebut memperkenalkan diri sampai tiba di anggota yang ketiga


" assalamu'alaikum perkenalkan nama saya Sanja Alishba, biasa dipanggil Sanja profesi saya berkaitan dengan tolong menolong dan saya masuk komunitas ini karena saya hobi mengabadikan kejadian yang saya lalui "

__ADS_1


Perkenalan Sanja disambut tepuk tangan semua anggota tak terkecuali Aji, namun perlahan Aji mencoba mengingat dimana ia bertemu dengan wanita tersebut, saat acara makan tiba Aji sepontan teringat jika Sanja adalah wanita yang membantu seorang nenek menyebrang jalan dan wanita itu juga yang ia lihat saat tim medis tengah mengevakuasi korban kecelakaan lalu lintas beberapa hari yang lalu


Acara reuni komunitas itu pun berakhir, waktu sudah menunjukkan pukul duapuluh satu atau biasa disebut jam sembilan malam, saat Aji hendak masuk kedalam mobil ia sempat melihat Sanja tengah berdiri di samping sepeda motornya dan sesekali menendang ban motornya sambil menelepon dengan ekspresi kacau, Aji yang sudah duduk merasa bahwa Sanja sedang ada masalah ia pun kembali ke luar mobil dan menghampiri Sanja


" apa ada masalah dengan motor mu " tanya Aji, Sanja yang tidak menyadari kehadiran Aji sedikit terkejut


" eh kak Aji iya ini motor saya ban nya bocor dari tadi saya sudah telepon ke beberapa bengkel tidak ada yang menjawab " jelas Sanja dengan sedikit malu


" gini aja aku antar kamu pulang dan masalah motor, tinggal disini saja nanti biar anak buah ku yang mengurus, lagian ini sudah malam " Aji menawarkan diri membantu


" tidak usah saya bisa kok meghubungi ojek online, nanti malah merepotkan jika kakak harus mengantar saya, " ucap Sanja mencoba menolak dengan nada sopan


" tidak kok sudah ikut saja tenang aku tidak akan berbuat macam-macam, " jelas Aji dengan diakhiri senyuman


Belum sempat Sanja membalas ucapan Aji, tiba-tiba tangannya sudah digandeng pria tersebut, akhirnya Sanja pun sudah duduk didalam mobil, Aji pun langsung menghidupkan mesin dan melajukan mobil hitamnya tersebut


" oh ya alamat rumah mu dimana, aku sampai lupa nanya, " tanya Aji


" saya tinggal di apartemen yang ada didekat rumah sakit ARINDAYU, " jawab Sanja yang masih menggunakan bahasa formal


" oh disana ya, dan tolong jangan terlalu formal dengan ku santai saja ok " Aji berusaha menetralkan suasana


" baiklah akan saya coba " Sanja menanggapi


Mereka berdua pun melewati perjalanan dengan sedikit bertukar pengalaman entah itu masalah fotografi atau masalah kehidupan masing-masing, tak terasa mobil hitam itu sudah sampai di depan pintu masuk apartemen, setelah mengucap kata perpisahan dan salam, Sanja pun keluar dari mobil milik Aji, begitu pula dengan Aji ia melajukan mobilnya setelah memastikan teman satu komunitasnya itu sudah masuk kedalam gedung.

__ADS_1


__ADS_2