
Indi sedang asyik mengambil gambar dari mulai keadaan rumah,para make up artis yang tengah sibuk mempercantik Bhinneka,para tamu undangan yang sudah hadir,bahkan tim katering yang tengah asyik menata hidangan
Dika yang melihat tingkah istrinya itupun sedikit kebingungan yang nikah siapa yang heboh siap begitulah gumam Dika dalam hati
" udah dong bi nanti kamu capek lho," Dika mencoba menghentikan tingkah Indi yang sedari tadi heboh sendri
" aduh bas aku tu nggak bisa kalau sampai nglewatin waktu berharga ini tanpa mengabadikannya" bantah Indi dan akhirnya Dika pun mengalah dalam hatinya ia yakin nanti kalau istrinya itu capek pasti bakal berhenti sendiri
terlihat Bhinneka sudah begitu cantik mengenakan gamis dan hijab yang senada yaitu berwarna putih tak ketinggalan pula mahkota berhias permata di kepalanya seakan menandakan bahwa Bhinneka menjadi ratu dihari itu ditambah dengan riasan wajah yang sederhana namun tetap mengeluarkan aura cantik yang dimilikinya,mama Ita yaitu wanita yang melahirkan Indi berjalan mendekati Bhinneka dengan rasa senang ia mencoba menguatkan hati Bhinneka yang begitu risau terlihat dari tatapan mata Bhinneka
" alhamdulillah akhirnya kamu nemuin juga pangeranmu" ucap mama Ita
" alhamdulillah tante,,Bhinneka minta doanya semoga acara ini lancar ya tante" balas Bhinneka
" iya dong pasti tante doain,dan semoga juga kamu dan Yusuf bisa jadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah,,aamiin" tante Ita mendoakan
" aamiin,,makasih ya tante" Bhinneka tersenyum
acara di tempat tinggal Bhinneka pun dimulai setelah doa di ucapkan akhirnya para tamu undangan pun melepas keberangkatan Bhinneka dan rombongan serta beberapa perwakilan dari tetangga untuk pergi ke KUA dimana akad nikah akan berlangsung
_______________________________
*1 j**am sebelum ijab qobul*
di dalam mobil lamborghini terlihat Lintang sedang menerima telepon
" apa,,,ya ampun Aji itu keputusan yang enggak banget,,paham" ucap Lintang dengan ekspresi wajah yang sedikit kesal
" sekarang loe posisi dimana,,gue akan kesana banyak yang ingin gue omongin ama loe" lanjut Lintang langsung memutus telepon tersebut
Imanuel yang mendengar pembicaraan istrinya itu sedikit merasa penasaran
" ada apa dengan temanmu sampai kamu jutek begitu" tanya Immanuel dengan santai sambil menatap jalan
__ADS_1
" tema nya kayak pantun ibu kota jadi pindah ke kalimantan,yang dicinta di pelaminan yang mencinta hanya tamu undangan" jawab Lintang datar
" trus kamu maunya gimana,,kan kamu tau sendiri kalau sudah jodoh mau ada badai gimanapun tetap nggak akan terpisah" balas Immanuel
" gini aja sekarang kita ke HALU KAFE aku mau ngasih masukan ke Aji" pinta Lintang akhirnya Immanuel pun melajukan mobilnya ke arah kafe dimana Aji sedang merasa berantakan
_________________________________________
HALU KAFE
terlihat Aji dengan menggunakan kemeja berwarna abu-abu celana panjang berwarna hitam sedang duduk termenung menatap selembar undangan,begitu tenang lamunanya hingga ia tak sadar bahwa Lintang dan Immanuel sudah berdiri disampingnya
" hei,,," ucap Lintang mencoba memecahkan lamunan Aji
" hem" jawab Aji singkat
" loe masih belum bisa nglepas tuh rasa" tanya Lintang
" ayolah semangat dong,,kemana sifat tangguh loe" ucap Lintang
" baru tamasya ke laut mungkin" jawab Aji dengan nada santai yang membuat Lintang semakin geram
" dah sekarang kita cepetan ke KUA acara sudah mau dimulai " ujar Lintang kemudian Aji pun mencoba mengumpulkan keberaniannya kemudian Aji segera keluar masuk kedalam mobil nya dan melaju ke arah KUA yang disusul oleh mobil Lintang dan Immanuel
________________________________
KUA
keramaian sudah nampak terlihat di aula KUA yang sudah disulap menjadi indah dengan hiasan bunga nan cantik,,di tengah-tengah aula telah tertata rapi meja dengan dikelilingi kursi berselimut kain berwarna putih,,tak berselang lama dua petugas KUA berjalan menuju kursi lalu duduk sambil merapikan berkas-berkas yang mereka bawa,,tak berselang lama rombongan dari pihak Yusuf sudah datang dengan penuh kebahagiaan mereka pun duduk di kursi yang sudah tertata rapi di aula tersebut
sedangkan Bhinneka sudah terlihat cantik duduk di ruang rias yang tak jauh dari aula KUA ditemani Dika,Indi dan Samuel
" aduh jadi nggak sabar ngucapin kata sah nanti" ucap Dika
__ADS_1
" eh,,yang jadi wali nikahnya nanti penghulu ya" tanya Samuel
" iya" jawab Bhinneka tak jauh terlihat Indi dengan wajah cemas mondar mandir dihadapan ketiga orang yang tengah asyik berbincang tersebut,,Dika yang melihatnya sedikit kebingungan dengan apa yang tengah istrinya lakukan
" ada apa sih bi," tanya Dika
" ini si Lintang ama Aji kok belum datang-datang padahal acara bentar lagi mau dimulai" jawab Indi
" baru pada di jalan bentar lagi nyampe kok bi" ujar Dika mencoba menenangkan hati Indi
seketika Bhinneka termenung setelah mendengar nama Aji,,ia sedikit teringat dengan rasa cinta yang sempat ia sisihkan untuk sahabatnya itu,rasa cinta yang pernah ia harapkan akan menjadi sebuah hubungan nan indah harus ia akhiri di ikatan persahabatan,saat ia mengingat masa-masa dimana ia dan Aji melewati momen-momen bahagia seketika Bhinneka mencoba menyadarkan diri dari lamunan nya tersebut
" astagfirulloh,apa yang aku pikirkan,aku harus mengubur perasaan itu,langkah ini yang aku pilih" gumam Bhinneka dalam hati
Lintang dan Aji masuk kedalam ruangan
" wah ustadzah kita cantik banget," ucap Lintang yang langsung mendapat senyuman dari Bhinneka
" siapa dulu ketua panitianya" ucap Indi
" iya iya gue percaya,,,eh sebelum nih ratu sehari keluar yuk kita foto bareng buat kenang-kenangan" usul Lintang
" betul itu bentar dulu gue panggilin kameramennya tadi kayaknya lewat" ucap Samuel yang langsung keluar mencari kameramen
Aji dengan penuh ketegangan sedikit mendekati Bhinneka sedangkan Lintang yang melihat momen tersebut mencoba memberi Aji waktu utuk mengungkapkan isi hatinya dengan mengajak Dika dan Indi sedikit menjauhi mereka berdua
" selamat ya Bhinn,semoga kamu dan kak Yusuf bisa menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warohmah,,aamiin,,dan inget kalau kalian mengahadapi ujian selalu ingat Allah dan tuntaskan masalah itu dengan cinta,ok" ucap Aji
" iya makasih,dan semoga loe juga cepet ketemu jodohmu" balas Bhinneka
" nih kameramennya udah dateng ayo cepet ambil fotonya,,gue denger acara ijab qobulnya udah mau dimulai" ujar Samuel memecahkan keheningan di ruangan itu
akhirnya mereka pun mengabadikan waktu kebersamaan itu dengan berbagai macam gaya,,tak berselang lama salah satu asisten rumah tangga Indi masuk kedalam ruangan tersebut memberitahukan bahwa acara ijab qobul akan segera dilaksanakan dan meminta mempelai wanita untuk bersiap-siap ,Bhinneka pun berdiri kemudian Lintang dan Indi mebenahi gaun dan hijab yang sahabatnya itu kenakan,dengan memantapkan hati Bhinneka berjalan keluar ruangan dengan diiringi senyuman di wajahnya
__ADS_1