Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 71


__ADS_3

Setelah melihat siapa yang menghubungi dirinya, tiba-tiba dahi Sanja mengerut karena yang muncul bukanlah nomor rumah sakit,karyawan ataupun temannya,melainkan nomor baru yang tak ia kenal,dengan memberanikan diri ia pun menjawab panggilan tersebut,awalnya hanya suara hembusan nafas namun tak berselang lama ada suara laki-laki yang terdengar,


" assalamualaikum, ini aku Aji "


" waalaikumsallam,eh kak Aji ada apa ya "


" oh nggak ada apa-apa,cuman mau mastiin aja bener nggak ini nomor dokter Sanja, "


" oh gitu,iya ini saya Sanja pak,,eh ,,kak "


" ya sudah kalau gitu met malam,maaf mengganggu "


Belum sempat Sanja menjawab,panggilan tersebut sudah ditutup, Sanja pun merasa heran tapi karena tak mau ambil pusing dia pun segera meletakkan handphone miliknya di atas meja kemudian dia memejamkan kedua matanya.


Hari baru pun datang, terlihat Aji tengah membaca beberapa berkas laporan yang ada dihadapannya, tak berselang lama ia memanggil Tinto untuk menanyakan ada jadwal apa saja dia hari itu, dengan perlahan Tinto menjelaskan kalau Aji hanya memiliki satu Jadwal pertemuan itu pun hanya dengan agensi Berliana, Aji lantas berdiri dan bergegas keluar ruangan hendak menghadiri pertemuan dengan agensi Berliana.


Tiga puluh menit waktu yang Aji butuhkan untuk bertemu dengan perwakilan dari agensi Berliana, setelah Aji duduk berhadapan dengan sang agensi ia lantas menanyakan ada masalah apa,karena menurut Aji semua kesepakatan sudah sama-sama mereka lakukan dan keuntungan pun sudah masing-masing dapatkan.


" siang pak Aji maaf jika saya mengganggu aktivitas bapak,tapi ada hal penting yang akan saya sampaikan " ucap sang agensi


" masalah penting apa ya pak " tanya Aji dengan penasaran


" maaf kami ingin menghentikan kontrak kerja sama karena nona Berliana baru saja kami keluarkan dari agensi kami "


Kalimat kalimat yang keluar dari mulut sang agensi pun sontak membuat Aji dan Tinto sedikit terkejut, ada masalah apa hingga Berliana dikeluarkan dari agensi, Aji lantas menatap Tinto seakan memberi kode kepada asisten nya itu untuk menyelidiki permasalahan tersebut.


" baiklah nanti kita bahas lagi masalah ini,serta mempersiapkan berkas-berkas nya kalau begitu saya pergi dulu "


Aji pun segera berdiri berjalan meninggalkan sang agensi di ikuti langkah sang asisten,setelah kedua pria tampan itu masuk kedalam mobil,


" cari tau masalah apa yang tengah ada di dalam agensi itu " perintah Aji

__ADS_1


" baik pak " Tinto langsung memahami maksud dari sang bos


Perjalanan pun berlanjut tapi bukan untuk kembali kekantor melainkan ke Yayasan amal yang ada di sebrang kafe milik Aji, sesudah sampai Aji pun keluar mobil lalu memasuki gedung, sedangkan Tinto dengan mengunakan taksi pergi menemui orang kepercayaan nya untuk meminta tolong mencari tau masalah yang ada di agensi Berliana.


Kedatangan Aji disambut baik dan ramah oleh staf yayasan, Aji di persilahkan untuk duduk di kursi tamu yang berada di depan kantor ketua yayasan, tak berselang lama Sanja menghampiri Aji,


" assalamualaikum maaf menunggu lama " sapa Sanja


" waalaikumsallam tidak masalah,lho kamu tidak jaga di rumah sakit? "


" oh saya masuk sift malam kak,,oh ya ada kepentingan apa ya kak "


" saya mau ikut menyalurkan rezeki saya lewat yayasan amal ini, tapi dalam bentuk konsumsi " jelas Aji


" kalau begitu nanti saya rundingkan dulu dengan rekan-rekan, dengan model seperti apa niatan kakak ini kami salurkan "


Setelah mendengar penjelasan dari Sanja akhirnya Aji merasa senang karena niat baiknya dipahami. Aji pun bergegas amit karena harus kembali ke kantor namun saat ia hendak menginjak gas ia langsung teringat dengan perempuan yang beberapa hari lalu berada dipikirannya,


Ucapan yang keluar dari mulut Aji setelah telepon nya dijawab, sedangkan Berliana yang mendapat permintaan itu tanpa ragu, setelah memastikan dimana mereka akan bertemu Aji pun lantas melajukan mobilnya.


Tak butuh waktu lama Aji sudah berada disalah satu restoran,tempat dimana Berliana sudah menunggu, setelah masuk ke dalam restoran dan mengetahui di meja nomor berapa Berliana duduk, Aji pun lantas melangkahkan kakinya dengan santai.


" assalamualaikum,apakah kamu sudah lama menunggu " ucap Aji setelah duduk dihadapan Berliana


" waalaikumsallam yang,belum lama dan terimakasih sudah mau datang "


" sebelum nya mari kita makan dulu ini juga sudah masuk jam makan siang "


Mereka berdua pun memesan makanan yang mereka gemari masing-masing,tak butuh waktu lama hidangan pun sudah tersaji dengan rapi lantas mereka pun menikmati hidangan tersebut.


Setelah selesai makan Aji pun memulai pembicaraan,

__ADS_1


" maaf, sebenarnya ada masalah apa kau dengan agensi mu itu? " tanya Aji terus terang


" maaf jika masalah ku ini menyeret nama anda "


" tak masalah, coba jelaskan dulu "


Aji pun mendengarkan dengan seksama setiap kalimat yang keluar dari mulut Berliana.


Berliana pun dengan perlahan dan hati-hati mencoba menjelaskan permasalahan yang sedang ia hadapi,teryata Berliana telah di jebak oleh salah satu model yang juga menjadi kekasih anak pemilik agensi dimana ia bernaung yang bernama Adelia, semua permasalahan bermula karena Berliana lebih sering mendapatkan job ketimbang perempuan itu,dan yang menjadi puncak permasalahan adalah saat ulang tahun agensi, saat itu Berliana dinobatkan menjadi maskot agensi karena keberhasilan nya menjaga nama baik agensi.


Setelah Berliana keluar rumah sakit Adelia membuat sekenario yang bertujuan merusak nama baik Berliana.


Saat Berliana berada di rumah sakit, Adelia dengan mudah menghasut para atasan agensi untuk mengeluarkan Berliana dari rumah agensi tersebut,tak cukup dengan omongan, Adelia pun menyiapkan beberapa lembar foto dan video hasil editan salah satu temannya, dimana foto dan lukisan itu semakin menjatuhkan nama baik Berliana.


Setelah mendengar penuturan Berliana, Aji lantas mengambil kesimpulan dan juga keputusan,


" ok kalau begitu masalah kontrak yang sudah kita tanda tangani akan aku bahas dulu dengan anggota di perusahaan, dan aku akan mencoba membantu sebisa ku agar kau tak terpuruk seperti ini "


Seketika ucapan Aji sedikit menguatkan hati Berliana, wajah bahagia sedikit terpancar dari wajah Berliana, tak berselang lama pertemuan antara Aji dan Berliana pun berakhir setelah Tinto datang menemui mereka, sesungguhnya dalam hati Tinto sangat ingin menghibur Berliana namun perasaan itu segera ia tepis kan.


Sepanjang perjalanan hanya ketenangan yang ada di dalam mobil hitam itu, Tinto tak berani bertanya apapun kepada sang bos, begitupun dengan Aji ada sedikit rasa benci yang membuat dirinya sedikit malas berbicara dengan sang sekertaris.


Malam pun datang,kerlipan bintang menghiasi indahnya langit malam.


Berliana merasa terpuruk, saat cinta nya belum terbalas ada cobaan lain yang Allah uji kan kepada dirinya, ia sangat ingin menangis sambil berteriak namun rasa ragu dan malu sedikit menghalangi,


Tiba-tiba deringan handphone mengalihkan pikirannya, tanpa ragu ia lantas menjawab panggilan tersebut,


" bolehkah aku masuk "


Ucapan itu sontak membuat hati Berliana terkejut,ia lantas berlari kearah jendela kamarnya memastikan bahwa yang ia pikirkan bisa menjadi nyata,setelah ia melihat sesosok pria yang sedang menelepon dirinya sekarang tengah berdiri di depan pintu gerbangnya, ia lantas berlari menuju depan rumah hendak membukakan pintu.

__ADS_1


Setelah pintu terbuka tanpa pikir panjang, Berliana langsung memeluk tubuh pria tersebut, dengan raut wajah ragu pria itu lantas membalas pelukan sang gadis yang langsung menangis mencoba mengeluarkan semua kepedihan yang ada dihatinya.


__ADS_2