Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 66


__ADS_3

Setelah selesai memahami isi kontrak yang sebelumnya sudah mereka tanda tangani, kemudian Tinto mencoba menerangkan produk apa yang akan diluncurkan oleh perusahaan Gumelar group, Berliana pun menyimak ucapan Tinto, setelah paham Berliana pun diberitahu kapan dan dimana ia akan melakukan pengambilan gambar,


Siang pun menyapa, adzan dhuhur telah berkumandang, Olin pun mencoba mengingatkan semua yang ada di ruangan itu untuk menjalankan sholat terlebih dahulu sebelum makan siang bersama, usulan Olin pun diterima oleh Aji, Tinto dan juga Berliana karena mereka beragama Islam


Lalu Aji mengajak Tinto dan Berliana menuju mushola kecil yang ada di gedung tersebut, sedangkan Olin yang notabene nya beragama Hindu pun duduk bersantai menanti rekan-rekan nya beribadah


Dua puluh menit berlalu Aji, Tinto dan Berliana sudah selesai menjalankan sholat, mereka bertiga pun berjalan bersama menuju lantai bawah untuk pergi ke restoran yang sudah di pesan oleh Tinto tadi, dan tak ketinggalan Olin yang diberitahu pun mengikuti ketiga orang tersebut.


Sesampainya di restoran, seorang pelayan menyambut kedatangan mereka berempat kemudian pelayan itu mengarahkan jalan para tamu tersebut menuju meja yang telah dipersiapkan untuk mereka menikmati hidangan yang juga sudah dipesan oleh Tinto sebelumnya, tanpa berlama-lama Aji pun mempersilahkan ketiga orang yang ikut duduk satu meja dengannya agar segera menikmati hidangan yang sudah disajikan di atas meja tersebut.


Acara makan siang itu pun berlangsung santai, disela-sela mereka menikmati hidangan beberapa pujian dan kritikan tentang rasa maupun tampilan makanan dihadapan mereka pun terucap, tiga puluh menit berlalu acara makan siang itupun berakhir setelah mereka sampai di area parkir salam perpisahan pun terdengar dari masing-masing pihak,


" baiklah kalau begitu, terimakasih sudah mengajak kami berdua menikmati hidangan siang hari ini, dan maaf jika kami ada salah " ucap Olin yang berusaha menempatkan diri nya di posisi yang seharusnya


" oh tentu, saya juga berterimakasih kepada nona Olin dan Berliana yang sudah menerima jamuan kami, dan semoga pertemuan ini menjadi awal hubungan kerjasama yang bagus untuk kita" Aji mencoba menanggapi pujian menejer tersebut


Namun tanpa kedua orang itu sadari Berliana dan Tinto hanya terdiam dalam pandangan masing-masing, entah apa yang ada dalam pikiran mereka yang jika diperhatikan akan menyebabkan tanda tanya besar muncul dihadapan sang pengamat,


" baik kalau begitu kami undur diri dulu pak, selamat siang " Olin mengucap kata perpisahan pertama kali


" iya silahkan " Aji menjawab


" Berliana ayo, " Olin mencoba menyadarkan lamunan sang model, namun dengan sedikit terkejut, Berliana mencoba menanggapi


" oh ya kak " Berliana yang tersadar pun segera membalikan na dan mengikuti langkah sang manajer menuju mobil yang mereka kendarai tadi

__ADS_1


Di sisi lain, Aji menyenggol tangan Tinto, dan dengan wajah terheran ia pun mencoba mencari tau apa yang membuat sang sekertaris tersebut bisa terdiam


" hei ada apa, tumben kamu melamun " tanya Aji diiringi kedua alisnya yang keatas


" oh, tidak ada apa-apa, aku hanya sedikit kepikiran tentang acara pembuatan iklan besuk " Tinto berucap namun nadanya sedikit menimbulkan tanda tanya di benak Aji


" tenang saja dan mari berdoa agar besuk acara berjalan lancar dan sesuai harapan kita semua " Aji mencoba menyingkirkan perasaan curiga yang sempat hadir dipikirannya tadi.


Aji. pun lantas mengajak sang sekertaris untuk kembali ke kantor karena tidak etis jika mereka berdua terlalu lama meninggal kan kewajiban masing-masing,


Di perjalanan Berliana menyandarkan kepalanya ke arah jendela, kak Olin yang memperhatikan pun langsung bertanya,


"hei nanti kepalamu bisa sakit, ada apa sih, jika ku perhatikan semenjak kita keluar kantor sampai di restoran sepertinya kamu menyimpan sedikit masalah " kak Olin pun mencoba mencari tau


"Hei aku tadi bertanya kenapa kamu gantian nanya, harusnya kan kamu jawab terlebih dahulu " Olin seakan kebingungan dengan sikap sang model


" eh nggak usah dijawab, biar takdir yang menjawabnya " Berliana seakan mencoba menutup pertanyaan yang belum ia dapat jawabannya, karena ia tak ingin masalah hadir


Olin pun hanya terdiam, sambil menyetir ia pun mencoba menerka-nerka sendiri, ada maksud apa dibalik pertanyaan dan sikap yang Berliana perlihatkan padanya itu,


Petang menyapa suasana kantor sudah sepi, namun dari arah lift terlihat Aji dan Tinto keluar bergantian, mereka berdua pun berpisah saat diarea parkir, Aji dengan mobil hitamnya sedangkan Tinto masuk kedalam mobil biru miliknya,


Saat Tinto hendak menyalakan mesin tiba-tiba sedikit bayangan muncul dipikirannya, pertanyaan pun seketika muncul,


" kenapa aku tidak berani, "

__ADS_1


Pertanyaan sederhana yang bisa memunculkan berbagai model jawaban itu keluar dari pikiran Tinto, namun seakan tak ingin berlama-lama, ia pun lantas menghidupkan mesin mobil dan melajukan mobil tersebut menuju kediaman kecil miliknya,


hari pengambilan gambar


Terlihat begitu banyak orang yang tengah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing di dalam studio tempat akan dilakukannya pengambilan gambar, Berliana yang tengah di rias hanya terdiam mengikuti arahan sang make-up artis, ya meski tak bisa dipungkiri sesekali Berliana mengusulkan ide masalah warna apa yang ingin dia kenakan,


Kak Olin masuk kedalam ruang make-up membawa produk yang akan Berliana iklankan, setelah make-up selesai Berliana pun membaca kembali naskah yang diberikan oleh sang sutradara sebelum ia memasuki ruang make up tadi,


" kak Berliana apakah sudah selesai " tanya seorang kru yang masuk kedalam ruangan


" oh iya aku sudah siap " jawab singkat sang model


" baiklah kalau begitu mati kita ke studio, agar pengambilan gambar cepat terlaksana " ucap sang kru yang langsung pergi,


Berliana yang didampingi kak Olin pun langsung berjalan mengikuti sang kru, akhirnya shooting hari itu berjalan dengan lancar tanpa halangan sedikit pun, saat Berliana dan kak Olin hendak masuk kedalam mobil, tiba-tiba suara sedikit keras menghentikan mereka, ternyata suara tersebut berasal dari arah kanan, lalu saat mereka berdua menengok kan kepala teryata suara itu berasal dari mulut Aji, Aji pun lantas berjalan mendekati kedua wanita itu,


" maaf sudah menghentikan kalian, " ucap Aji yang sudah sampai didekat mereka


" oh tidak apa-apa, kalau boleh tau ada apa ya pak, " tanya Berliana sedikit penasaran


" aku hanya ingin menyapa, dan jika boleh Aki ingin mengantar nona Berliana pulang " ucapan Aji itu sedikit membawa tanya


" oh boleh-boleh saja, kebetulan Berliana sudah tidak ada jadwal lagi, kalau begitu saya pulang dulu, dan kamu Berliana ikutlah dengan pak Aji siapa tau ada yang ingin diberitahu pak Aji dalam pengambilan gambar tadi " Olin langsung menyetujui permintaan Aji tanpa mendengar terlebih dahulu pendapat Berliana


Sedangkan Berliana hanya bisa mengikuti pilihan yang Olin berikan karena tak ingin menimbulkan masalah diantara mereka

__ADS_1


__ADS_2