Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
Bridesmaid-Groomsmen


__ADS_3

tak terasa hari telah berganti,perjalanan kisah di sma pun sudah berakhir Bhinneka Indi Lintang Dika Samuel dan Aji telah memulai perjalanan hidup mereka sesuai tujuan yang mereka inginkan,


Dika dan Indi meneruskan ke jenjang S1 dengan jurusan yang berbeda namun tetap di universitas yang sama


sedangkan samuel menunda perjalanan study nya untuk mengejar karirnya di dunia hiburan sekarang ia mencoba keberuntungan menjadi aktor film


Aji meneruskan sekolahnya di jurusan Kuliner tata boga satu perguruan dengan Dika dan Indi berbeda dengan Lintang ia tidak meneruskan sekolahnya karena permintaan dari Immanuel yang sebentar lagi akan menjadi suaminya,


tak kentinggalan dengan Bhinneka setelah dia benar-benar menerima pinangan Yusuf tanggal pernikahan pun sudah di tetapkan yaitu seminggu setelah Indi menikah,awalnya Indi merengek kepada keluarga besarnya untuk mepangsungkan ijab qobul bersama dengan Bhinneka namun keluarga besarnya menolak karena alasan adat istiadat leluhur mereka,akhirnya dengan rasa yang masih jengkel Indi pun menerima keputusan dari keluarganya tersebut


__________________________________


HALU KAFE


terlihat Lintang sedang membagi-bagikan undangan pernikahannya kepada ke lima sahabatnya,Lintang pun memberikan dress code khusus kepada sahabat-sahabatnya itu


" yaaa,,kita nggak jadi pesta bareng deh" ucap Indi dengan nada penyesalan sambil melihat baju yang diberikan Lintang


" nggak apalah,,,pernikahan kita bertiga cuma beda tanggal masih dibulan yang sama juga" jawab Lintang


" udah dong bi jangan manyun gitu nanti cantiknya ilang lho" rayu Dika menenangkan calon istrinya itu


" iya iya" ucap Indi


" oh iya ini tadi gue di suruh kak Yusuf buat ngundang kalian ke acara BANCAKAN/SELAPANAN ponakannya kak Yusuf yaitu anak nya kak Syifa ama kak Bashir yang akan diadakan besuk lusa" ucap Bhinneka


" ya ampun gue lupa," teriak Indi mengagetkan


" apaan sih loe,ngagetin aja" ucap Samuel yang sedang serius membaca skenario film perdananya


" gue lupa beli kado buat ponakan gue" jelas Indi


" ya udah kalau gitu bi entar kita mampir ke toko khusus perlengkapan baby" ucap Dika

__ADS_1


setelah pertemuan itu diakhiri dengan makan-makan mereka berenampun berpisah,Aji mengantarkan sahabat-sahabatnya sampai ke parkiran Lintang menjadi sahabat terakhirnya yang pulang namun sebelum Lintang masuk kedalam mobil ia sempat berbicara dengan Aji


" kalau loe nggak kuat,ya nggak usah berangkat cari alasan yang tepat juga" ucap Lintang


" apaan sih kayak mau maju perang aja" Aji berusaha netral


" nggak usah sok kuat didepan gue,tuh mata loe dah ngasih isyarat ke gue,kalau hati loe itu masih rapuh habis kebentur takdir kemaren" bantahan Lintang bernada santai


" gue mau ngubur tuh rasa jadi jangan diingetin dong," ucap Aji


" iya iya sorry,habis gue masih kasihan ama loe Ji" ucap Lintang


" emang semenderita itu ya gue di mata loe" tanya Aji


" ya nggak juga sih tapi gimana ya,susah ngucapinnya" jawab Lintang


"udah nggak sah di perpanjang lagi,mending sekarang loe balik" Aji berusaha menghentikan pembicaraan itu agar hatinya tak terluka lagi


" idih ngusir,ya sudah bye" icap Lintang yang langsung masuk kedalam mobil saat pintu mobil tertutup tiba-tiba Lintang membuka jendela mobilnya langsung menatap Aji penuh ejekan sambil menjulurkan lidahnya 😝 dan Aji menanggapinya dengan senyuman


___________________________


terlihat keramaian di aula kecil yang terletak di halaman samping rumah Yusuf itu,keramaian ysng terdengar terjadi karena begitu banyaknya tamu undangan yang hadir tak terkecuali Bhinneka dan kawan-kawannya


nampak Dika dan Indi menggunakan batik sarimbit berwarna abu-abu yang menjadi dress code khusus setiap keluarga besar Indi mengadakan acara syukuran ataupun acara penting lainnya seperti arisan,pertunangan,pernikahan,atau acara besar lainnya,,,,Samuel dan Lintang yang baru datang menggunakan busana berwarna jingga dengan perlahan mereka berdua mendekati Bhinneka yang sudah duduk manis dengan memakai gamis berwarna abu-abu,Aji yang juga baru hadir langsung mendekati Samuel


acara BANCAKAN/SELAPANAN akhirnya dimulai,satu per satu tahapan acara sudah di langsungkan,setelah acara inti berakhir sekarang para tamu undangan dipersilahakn mencicipi hidangan yang sudah di sediakan oleh tuan rumah,saat orang-orang duduk asyik menikamat kelezatan masakan koki-koki handal Yusuf mencoba mendekati Bhinneka


" assallammualaikum,nyaman kan gamisnya kamu pakai" tanya Yusuf yang mengejutkan Bhinneka


" waalaikummus salam,alhamdulillah kak nyaman,tapi aku sedikit malu" jawab Bhinneka


" lho kenapa malu," Yusuf sedikit kebingungan

__ADS_1


" ya itu,ini kan baju khusus keluarga kamu,dan aku yang hanya orang luar memakainnya,kan aku sedikit malu kak" jelas Bhinneka


" lho kenapa malu kan bentar lagi kamu bakal jadi istri aku,ya nggak masalah dong" ucap Yusuf


" tapi kak,,," belum sempat Bhinneka melanjutkan kalimatnya tiba-tiba seseorang mendekat dan berucap


" oh jadi ini gadis yang bikin pangeran eyang kabur saat acara TINGKEBAN nya Syifa waktu itu" nada pelan dengan sedikit menggoda terlontar dari mulut eyang Sukarjo kakek Yusuf dari pihak ayah nya


" eh eyang ngagetin aja " ucap Yusuf sedikit malu karena sikap nya itu Bhinneka tambah menjadi malu


" kenapa kalian kok jadi malu begini,nyantai aja" ucap eyang Sukarjo perlahan duduk di dekat Bhinneka dan Bhinneka pun langsung mengulurkan tangan berniat bersalaman lalu eyang Sukarjo pun menyambutnya dengan iringan senyum


" nama mu siapa nduk" tanya eyang Sukarjo


" nama saya Bhinneka eyang" jawab Bhinneka pelan setelah perkenalan itu perbincangan antara Bhinneka dan eyang Sukarjo berlanjut,tak jauh dari mereka terlihat Aji terdiam melihat kebersamaan yang sudah terjalin itu,,


Lintang yang sedari tadi berada di samping Aji langsung mencoba memahami apa yang tengah sahabatnya rasakan,namun mau bagaimanapun cara Lintang membantu semua itu tidak bisa merubah takdir yang sudah digariskan oleh sang pencipta begitulah pikir Lintang


_________________________________


AULA HOTEL


suasana suka cita dapat terasa di aula utama hotel terbaik dikota,semua itu terjadi karena disana sedang diselenggarakan acara resepsi pernikahan Lintang dan Immanuel banyak tamu undangan yang hadir dari kelas pengusaha,pejabat,para artis terkenal,model dari dalam negri maupun luar negri dan tak terkecuali sahabat-sahabat Lintang yang sudah berdiri dan bersiap berjalan mengantar pengantin kepelaminan


dengan perlahan Dika dan Indi yang pertama melangkah kemudian di ikuti oleh Aji dan Samuel setelah itu Bhinneka mengikuti langkah ke empat sahabatnya,mereka berlima memakai baju berwarna biru muda dress cord yang sudah diberikan oleh Lintang


perlahan Lintang dan Immanuel pun memasuki aula berjalan diatas karpet merah menuju kursi pelaminan,,dengan menggunakan gaun berwarna putih dan jas berwarna senada Lintang dan Immanuel seakan menghipnotis para tamu undangan karena semua terpesona akan kecantikan dan ketampanan raja dan ratu sehari itu


________________________________


**SELAPANAN adalah selamatan bayi pada usia yang ke 35 (selapan) hari. Pada hari ke 35 bayi ulang weton yang pertama ( Perhitungan ini dilakukan berdasarkan kalendar Jawa, dimana masyarakat Jawa menghitung hari dalam hitungan minggu sebanyak 7 hari (Senin – Minggu) dan hitungan pasaran dimana satu pasaran berjumlah 5 hari (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi). Perhitungan selapan berasal dari perkalian antara 7 dan 5 yang menghasilkan 35 hari)


BANCAKAN juga sering dilambangkan sebagai ucapan rasa syukur terutama memperingati kelahiran atau weton anak. Keluarga yang ingin melakukan syukuran tentu akan mengadakan selamatan dengan memasak nasi, lauk dan sayuran dalam porsi besar. Setiap orang makan duduk bersama dan makan dalam satu nampan besar lalu hendaknya hidangan tersebut dimakan sebanyak minimal 7 orang, jika mungkin semakin banyak akan lebih baik lagi misalnya 11 orang atau 17 orang. Jumlah 7 artinya pitu, yakni agar mendapatkan pitulungan atau pertolongan dari Tuhan YME. Jumlah 11 artinya sewelas, yakni agar mendapatkan kawelasan atau belas kasih Tuhan YME. Jumlah 17 artinya pitulas, yakni agar mendapatkan pitulungan dan kawelasan dari Tuhan YME**.

__ADS_1


Tingkeban adalah salah satu tradisi selametan dalam masyarakat jawa disebut juga mitoni berasal dari kata pitu yang artinya tujuh. Seperti namanya, tingkeban/mitoni dilaksanakan pada usia kehamilan tujuh bulan. Tingkeban hanya dilakukan bila anak yang dikandung adalah anak pertama bagi si ibu (kehamilan pertama kali), si ayah, atau keduanya


__ADS_2