Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
mencoba melepaskan


__ADS_3

setelah makan siang ketujuh orang itu perlahan meninggalkan meja,Dika dan Indi ber selfi ria di dekat kolam renang,Samuel yang masuk kamar untuk beristirahat,Yusuf yang duduk di ruang tamu sambil fokus menatap laptop membaca email yang baru saja Aldi kirim sedangkan di taman samping terlihat Lintang berbaring santai di kursi pantai yang berdekatan dengan kursi yang Aji dan Bhinneka duduki,Lintang sekejap menutup matanya


" eh Bhinn loe inget,, waktu kita nggak kompak nadanya saat baca QS. Al Khafi ayat 71 sampai 78 " tanya Aji dan Bhinneka pun terdiam sejenak mengingat


" oh iya ayat-ayat yang menjelaskan agar menghormati guru itu ya,,aduh kalau diingat bikin malu aja,kan itu waktu kita pertama kali murottal Al Quran di sma,,," ucap Bhinneka yang masih berusaha mengingat tempat perlombaan


" sma karijo itu lho yang ada air mancurnya di dekat gerbang" Aji mencoba mengingatkan


" heeh yang loe kecebur kolam di bawah air mancur gara-gara kepleset itu kan" ucap Bhinneka


" idih yang itu nggak usah diingat,suer malu gue habis kecebur diketawain cewek-cewek yang lewat" ucap Aji dengan sedikit menutup wajahnya tawa sederhana pun terdengar dari perbincangan itu sedangkan Lintang yang sedari tadi hanya pura-pura tidur sedikit merasa iba membayangkan hati Aji yang sakit


" untung Aji mengagumi Bhinneka hanya dengan hati bukan dengan jiwa,jadi kalau rasa sayang Aji ke Bhinneka nggak terbalas Aji hanya sakit hati nggak sakit jiwa" gumam Lintang dalam hati,namun akting Lintang pun berakhir dengan kejailan Indi yang baru saja menghampiri ketiga sahabatnya itu


" haayyoo," sorak Indi menepuk kaki Lintang dan seketika membuat Lintang terkejut lalu terbangun


" Diikaaa" teriak Lintang dan yang diteriakin pun segera mendekat


" ada apa sih Lin" tanya Dika yang datang setelah berlari ringan


" ini nih calon istrimu ngagetin gue aja,kalau gue jantungan gimana,gue nggak mau Immanuel jadi duda sebelum menikah" Lintang melontarkan semua kekesalannya


" ya gampang lah biar Immanuel nggak jadi duda,tinggal dinikahin ama cewek lain yang masih beryawa" ucap Indi yang mendapat pelototan dari Lintang kejar-kejaran pun terjadi antara Lintang dan Indi sedangkan Dika hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya,Aji dan Bhinneka pun hanya tertawa melihat tingkah kedua sahabat mereka seperti kucing dan tikus


sedikit perlahan Aji melirik wajah Bhinneka yang sedang tertawa bahagia


" mungkinkah ini tawa terakhir loe yang bisa gue lihat tanpa harus ragu lalu harus dengan cara apa lagi gue ngasih tau ke loe rasa sayang yang selama ini gue rasain,jujur gue ingin nggak hanya jadi temen loe Bhin" gumam Aji dalam hati

__ADS_1


____________________________


malam pun datang menyapa,perdebatan ringan terdengar dari arah ruang tengah nampak Samuel dan Dika yang sedari tadi berteriak tak jelas memainkan MONSTER HUNTER : WORLD - ICEBORN diplaystation 4 yang sengaja Lintang bawa untuk hiburan


" yah kok dimatiin sih ganggu aja loe" bentak Samuel yang ditujukan untuk Lintang


" berisik lagian juga dah malem nih" Lintang menunjuk jam antik yang ada di ruangan itu


" terus masalah buat loe" Samuel bersuara sedikit sewot karena Lintang mengacaukan permainannya,Dika yang ada disamping Samuel hanya tersenyum dan langsung pergi kekamar


" kayaknya bakal ada perang nih" gumam Aji dalam hati saat perlahan meninggalkan ruang tengah ,dan iya benar Lintang dan Samuel pun akhirnya saling mengelitikkan badan lawan masing-masing setelah mereka berhenti karena kelelahan sontak mereka sedikit bingung merasakan suasana yang sepi


" sial,nih gara-gara loe kita ditinggalin kan" ucap Samuel


" eh apa hak loe nyalahin gue,inget harusnya loe nurut ama gue " balas Lintang dan mereka pun berjalan menuju kamar masing-masing dengan muka angkuh,


___________________________


" eh Sam yang semangat dong" ucap Indi


" gue masih ngantuk nih,gue nggak ikut ya,,mau nikmatin waktu tidur santai yang jarang gue punya" jawab Samuel yang sedikit tertinggal


" alasan aja loe,yang semangat dong dah mau nyampe nih" ujar Lintang


" bi sampai pantai kita foto - foto yuk siapa tau bisa jadi salah satu foto prewedding kita entar" ucap Dika


" oh iya ya bas bagus tuh" jawab Indi

__ADS_1


" Aji ntar fotoin kita ya" pinta Indi yang langsung mendapat anggukan dari Aji,ya memang Aji mempunyai hobi dalam bidang fotografi


akhirnya mereka bertujuh pun sampai di pantai nampak pemandangan nan indah di depan mata


" wah seger banget udaranya" ucap Bhinneka


" jam segini dah ramai aja nih pantai" ucap Lintang melihat orang-orang yang sudah bersantai di atas pasir


" namanya juga weekend" balas Dika sedangkan Aji sudah fokus mengambil beberapa gambar dengan kameranya,perlahan Aji mencoba mengambil foto Bhinneka yang duduk sambil tersenyum melihat keindahan salah satu ciptaan Allah


" hey modelnya tuh gue mending loe foto gue aja" ucap Samuel membuat Bhinneka tersadar jika ia baru saja difoto Aji


" idih Aji mah gitu,hapus dong fotonya jelek tau" pinta Bhinneka


" ih ge er siapa juga yang foto loe nih gue foto tuh kepiting yang ada di dekat kaki loe" bela Aji menunjuk kepiting kecil yang berjalan melewati kaki Bhinneka,sontak ucapan itu membuat Bhinneka sedikit malu sedangkan Yusuf yang melihatnya sedikit merasa cemburu


" Aji fotoin kita dong,mumpung cahaya langit bagus dijadiin background" pinta Indi dan Aji pun segera mengarahkan cara berdiri Dika dan Indi agar mendapat hasil foto yang bagus


" eh kak kamu mau ikutan foto nggak kan cantik kalau undangannya kakak besuk ada fotonya " tanya Indi pada Yusuf


" boleh juga tuh,ayo Bhinn kita ambil foto" ajak Yusuf dengan bimbang Bhinneka menatap wajah Yusuf,Lintang yang melihatnya sedikit membantu


" udah sana nggak usah malu-malu" ucap Lintang


" iya" ucap Bhinneka masih sedikit malu berdiri dan berjalan mendekati Yusuf,Aji yang melihat pasangan itu hatinya sedikit merasa sedih namun mau dikata apalagi jika memang ini adalah takdir maka ia pun tak bisa menyalahkan begitulah pemikiran Aji


dengan perlahan dan tenang Aji mengambil foto Yusuf dan Bhinneka,wanita yang sangat ia ingin jadikan pendamping hidup menunggu ajal menjemput namun keinginan itu perlahan Aji coba singkirkan dari hatinya karena Bhinneka sendiri sudah menetapkan pilihan hatinya

__ADS_1


terlihat Lintang mengajak Indi dan Bhinneka bermain air saat ombak besar datang dengan reflek Indi yang berdiri tidak seimbang mencoba pertahankan tubuhnya agar tidak terseret ombak dengan memegang hijab yang Bhinneka kenakan dan saat air kembali kelaut Indi yang dari tadi ketakutan langsung terjatuh dan hampir ikut terseret ombak karena tindakannya itu spontan hijab yang Bhinneka gunakan terlepas sehingga membuat rambut nya terlihat,dengan reflek Aji segera mendatangi Bhinneka dan menutupi kepala gadis itu dengan jaketnya sedangkan Dika yang begitu ketakutan lari dan langsung membantu Lintang yang memegangi Indi agar tidak hanyut


Yusuf sedikit merasa kesal dalam hatinya karena wanita yang harusnya ia jaga sudah diselamatkan oleh laki-laki lain


__ADS_2