Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 77


__ADS_3

Aji sontak langsung menolehkan kepalanya, mencari tau siapa yang menepuk pundaknya,


Terkejut itulah ekspresi pertama yang Aji tunjukkan di hadapan orang yang ia tatap,


" eh pak Yusuf " celetuk Aji


" assalammualaikum, untung nggak salah orang aku, jangan lah panggil pak, seperti biasa abang saja " ucap Yusuf suami Bhinneka


" eh,, Waalaikumsalam, abang juga turut diundang " tanggapan Aji


" iya alhamdulillah, dulu Berliana pernah bekerjasama dengan perusahaan ku " tanggapan Yusuf


" oh gitu, ngomong-ngomong abang sendirian saja, kok aku nggak lihat si kecil Dilara? " tanya Aji sambil tengok kiri kanan


" oh aku ajak kok, itu Dilara ama Umi nya baru ngambil eskrim " jelas Yusuf sambil menunjuk ke arah meja eskrim


Tak berselang lama orang yang di cari Aji sudah mendekat,


" lho Abi kok nggak duduk " ucap Bhinneka mencoba menegur sang suami dari belakang


" eh Umi pas banget, ini Abi ketemu ama Aji " Yusuf mencoba menjelaskan


" Aji apa kabar, kamu diundang juga? " tanya Bhinneka santai sambil menggendong Dilara


" alhamdulillah baik, eh kayaknya lebih baik kita duduk yuk, nggak enak kalau berdiri terus, ntar nggak bisa makan deh hehe " ucap Aji yang langsung di iyakan oleh Yusuf maupun Bhinneka


Mereka berempat pun duduk di meja yang tak begitu jauh dari tempat ayah dan ibu Aji dudu, sekilas perbincangan ke tiga orang dewasa ini begitu seru karena memang mereka hanya membicarakan masalah keseharian mereka masing-masing dan tentu juga bergantian menggoda si kecil Dilara


Namun sejujurnya tidak ada yang tau apa yang sebenarnya ada di dalam hati mereka masing-masing kecuali sang Pencipta.


Acara resepsi pun telah usai, para tamu juga sudah banyak yang pulang tak terkecuali Aji, seharusnya ia tadi datang bersama kedua orangtuanya namun Aji menolak ajakan sang orangtua , ia lebih memilih berangkat sendiri, di perjalanan rasa bingung sedikit ia rasakan

__ADS_1


Bingung memahami hatinya yang selalu salah menempatkan rasa cinta,


drrt,,drrt,,drrt


Getaran ponsel membuyarkan lamunan Aji.


Aji lantas menepikan mobilnya kemudian mengecek layar ponselnya untuk mengetahui siapa yang menghubunginya, setelah memastikan bahwa ia mengenal si penelepon tersebut, tanpa ragu Aji pun menjawab panggilan tersebut


" assallammualaikum, Aji masih di jalan Bu "


" ya bentar lagi sampai, memang ada apa? "


" dah entar Aji jelasinnya, wassallammualaikum "


Aji pun lantas menutup panggilan dari sang Ibu dan kemudian melanjutkan perjalanan nya


Tak butuh waktu lama sekarang mobil Aji telah terparkir di garasi rumah nya, bersanding dengan mobil sang Ayah, Aji oun lantas keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah menuju ruang keluarga, dimana sudah terlihat sang Ibu yang tengah duduk di kursi


" apa kamu mengusir Freya saat di ke kantor mu? " tanya sang Ibu


" kenapa kau harus mengusirnya, apa kau ingin membuat Ibu mu ini malu? "


" lalu kenapa Ibu sembarangan meresmikan dia sebagai calon istri ku, Aji sudah oernah bilang kan, biarkan Aji mencari jodoh Aji sendiri " ucap Aji dengan sedikit penekanan suara di akhir kata


" Aji nggak mau tau Ibu harus mencabut kesepakatan Ibu dengan temen Ibu "


Setelah mengucapkan kalimat itu, Aji.lantas masuk kedalam kamar tanpa menolehkan kepala ke arah Ibunya, sedangkan sang Ibu merasa sedikit terluka hatinya karena bentakan Aji meski suaranya tak terlalu tinggi.


Sang Ayah lantas mendekat ke arah Ibu mencoba menenangkan hati istrinya itu,


" sudah,mungkin Aji sedang banyak pikiran, jadi ia tak bisa mengontrol emosinya " ucap sang Ayah

__ADS_1


" emang ini salah ku, terlalu asal dalam bercanda " ucap sang Ibu dengan air mata yang perlahan mengalir


Akhirnya kedua orang tua Aji berjalan masuk ke dalam kamar mereka mengistirahatkan badan mereka dan mencoba menenangkan perasaan hati masing-masing


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi menyapa, terlihat Ibu Aji dan salah satu pekerjanya tengah menata menu sarapan di meja makan, Ayah pun kemudian duduk lalu meminum teh di cangkir yang sudah ada di atas meja, tak berselang lama terlihat Aji keluar dari kamar dan mendekati meja makan, namun sebelum ia duduk, Aji memeluk sang Ibu dari arah belakang


" maafin Aji bu "


" iya sayang, Ibu juga minta maaf sudah bersikap keterlaluan "


" Ibu sebenarnya hanya ingin kamu bahagia, " jawab sang Ibu


" udah-udah ayo makan keburu dingin nih makanan nya " ucap sang Ayah yang mencoba menetralkan suasana


" bilang aja Ayah dah laper akut " canda Ibu yang langsung menghasilkan tawa di rumah itu


Acara sarapan pun berlangsung dengan aura kebahagiaan, namun di tempat lain rencana jahat tengah di rancang untuk menjatuhkan Aji dan keluarganya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di salah satu kamar inap pasien rumah sakit, terlihat seorang pria tua tengah terbaring dengan infus tertancap ditangan serta alat bantu pernapasan yang ada di wajahnya tengah melirik kan mata ke arah dua wanita yang ada di samping kanannya, sedangkan seorang pria lagi tengah berdiri menatap keluar jendela kamar tersebut.


" kamu tenang saja suami ku, aku akan merebut semua yang harusnya menjadi milik keluarga kita " ucap wanita yang duduk di kursi


" aku akan buat mereka bersimpuh dihadapan kita " ucap wanita berambut pirang yang tengah berdiri


Sang pria tua yang berbaring itu hanya bisa terdiam, suara seakan ingin keluar dari mulutnya namun apa daya, stroke yang tengah bersemayam di tubuhnya menyulitkan ia untuk berbicara


Kemudian pria yang berdiri di dekat jendela tadi pun berjalan menghampiri si wanita berambut pirang yang tak lain adalah Freya,

__ADS_1


" ayo kita pergi " ucap pria itu


Akhirnya Freya pun mengikuti langkah pria itu keluar dari kamar inap pasien tersebut


__ADS_2