Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
ku terima


__ADS_3

Bhinneka sedikit terkejut dengan apa yang ada didalam koper tersebut


terlihat banyak kamera cctv serta atribut pendukungnya


" maaf nona sebelumnya saya akan memasang beberapa kamera cctv agar bisa memantau keadaan di dalam rumah dan di sekitar halaman rumah" Berta menjelaskan


" tapi kamar ku nggak ada cctv nya kan" tanya Bhinneka


" tenang saja tempat privasi seperti kamar anda dan kamar mandi tidak akan ada cctv yang saya pasang" jelas Berta langsung memulai memasangkan kamera di beberapa sudut dalam rumah setelah selesai ia pun keluar rumah melanjutkan tugas pertama yang di perintahkan oleh Yusuf


tak terasa malam pun datang Bhinneka duduk menatap meja makan


" mbak Berta ayo makan bersama" ajak Bhinneka


" maaf nona saya akan makan nanti saja sekarang nona silahkan menikmati hidangan tersebut dan meminum obat yang sudah saya siapkan ini" jawab Berta sambil menyerahkan beberapa obat dari rumah sakit,sedangkan Bhinneka merasa kurang nyaman setelah Berta datang semua pekerjaan rumah di ambil alih olehnya hingga memasak pun Bhinneka tidak di ijinkan,Bhinneka pun mencoba menikmati makanan nya dan meminum obatnya setelah itu ia kembali ke kamar untuk beristirahat


Bhinneka terbangun dari tidurnya saat ia melihat jam berbentuk doraemon di dinding menunjukkan pukul satu lebih tiga puluh menit (atau bisa disebut juga sepertiga malam) ia pun langsung terbangun dari tidurnya merapikan rambutnya dan berdiri,perlahan ia berjalan mengambil daster panjang dari lemarinya berniat mengganti pakaian dan ber wudhu,setelah memakai mukena Bhinneka pun menjalankan sholat tahajud


setelah selesai sholat dan berzikir Bhinneka pun berdoa kepada sang pencipta


" ya Allah hanya kepada MU lah hamba meminta dan hanya kepada MU lah hamba memohon,ya Allah berilah hamba petunjuk agar hamba bisa mengambil keputusan yang terbaik agar tetap berada di jalan yang ENGKAU ridhoi,,aamiin " sejenak Bhinneka terdiam setelah berdoa setetes airmata mengalir dipipinya berharap keputusan yang akan ia ambil adalah keputusan yang paling terbaik dalam hidupnya,setelah selesai merapiman mukena dan sajadah Bhinneka pun berbenah kamar


_____________________________


rumah keluarga ARINDAYU


pagi telah menyapa,nampak ayah Andi sedang duduk sambil membaca koran,perlahan bunda Rika mendekati suaminya sembari membawakan secangkir teh ia pun duduk di sebelah suaminya setelah menaruh secangkir teh itu dimeja kecil yang berada didepan mereka


" ayah memang benar ya bahwa Allah selalu melindungi hamba-hamba NYA" ucap bunda Rika dan ayah Andi pun menoleh kearah istrinya ia segera melipat koran dan menaruhnya di meja


" makanya kita harus selalu menjalankan perintah NYA dan menjahui larangan NYA ,," setelah berbicara ayah Andi meminum teh buatan istrinya namun baru sedikit air teh yang masuk ke mulut ayah Andi tiba-tiba ayah Andi memuntahkan nya sontak bunda rika terkejut


" ayah kok di keluarin" tanya bunda Rika


" aduh bunda kan ayah pesen teh manis bukan yang asin macam gini,atau jangan jangan bunda kebelet pengen punya anak lagi ya" ucap ayah Andi dengan nada canda menggoda


" ih apaan sih ayah mungkin tadi ibu lupa waktu ambil gula yang ke ambil malah garam" bantahan bunda Rika dengan sedikit malu,Yusuf yang melihatnya sedikit tertawa ia pun mendekati kedua orang tuanya

__ADS_1


" pagi pagi dah romantis aja,bikin Yusuf pengen aja" ucap Yusuf sedikit manja


" makanya cepet dihalalin tuh anak orang" ejek ayah Andi


" ini juga baru usaha yah,doain aja biar cepet diterima," jawab Yusuf yang tanpa permisi mengambil secangkir teh milik ayahnya


" eh itu,," belum sempat bunda Rika melarang Yusuf sudah meminum teh itu sedangkan ayah Andi hanya menahan tawa melihat tingkah putranya


" beh beh beh,,aduh ini air teh apa air laut,asin amat" Yusuf meludahkan teh itu diiringi dengan wajah masam nya


" makanya kalau bukan miliknya ya jangan diambil,tuh langsung dapet karmanya kan" ledek ayah Andi diiringi dengan tawa ringan tak beda dengan bunda Rika mengikuti tawa suaminya


" ya udah maaf,kalau gitu Yusuf pamit dulu mau kesekolah" ucap Yusuf lalu berjabat tangan dengan ayah dan ibunya


" pagi amat kamu berangkatnya,sarapan dulu" pinta bunda Rika


" entar aja bun soalnya ada kejutan yang menanti" jawab Yusuf dengan di akhiri senyuman lalu beranjak jalan ke parkiran


" Syifa udah berkluarga bentar lagi Yusuf juga lama-lama nih rumah bakal sepi deh" gerutu bunda Rika dan ayah Andi yang mendengar itu hanya cengengesan dengan niatan ingin menggoda istrinya itu ia pun berucap


" apaan sih yah dari tadi ngrayu aja,inget umur" bunda Rika lalu berdiri beranjak meninggalkan suaminya


" idih bunda malu-malu gitu sebenarnya mau kan,, seru lho kalau anak Yusuf seumuran ama adiknya" ayah Andi pun berjalan menyusul istrinya


" au ah yah" balas bunda Rika diiringi gelengan kepala mereka berduapun masuk kedalam rumah


______________________


rumah Bhinneka


Bhinneka duduk di kursi teras menanti Yusuf menjemputnya sedangkan Berta berdiri disampingnya sebagai pengawal,Bhinneka sempat berfikir kalau Berta lebih cocok disebut pengawal ketimbang ART dan yang paling salut bahwa dia bertalenta disegala bidang


tak berselang lama mobil Yusuf sudah terparkir di depan rumah,Bhinneka langsung berdiri dan berjalan mendekati mobil itu,ia pun langsung masuk setelah Berta membukakan pintu mobil bagian depan,dengan penuh ketenangan Bhinneka masuk kedalam mobil


" assalllammualaikum Bhinn,kamu yakin sudah bisa masuk sekolah" tanya Yusuf


" waalaikummus salam kak,yakin kak" jawab Bhinneka

__ADS_1


" kalau kamu masih sakit kamu dirumah aja biar nanti guru yang bakal kesini bawain soal ujiannya" jelas Yusuf


" alhamdulillah aku dah sembuh kok kak," ucap Bhinneka meyakinkan lelaki yang ada disampingnya


" kalau begitu kita berangkat sekarang ya" ajak Yusuf


" sebelumnya aku mau ngomong" ucap Bhinneka dengan nada pelan tapi pasti


" ngomong apa" Yusuf sedikit was was dengan apa yang akan diucapkan Bhinneka


" aku,e,aku,," Bhinneka sedikit menjeda kalimatnya sehingga membuat jantung Yusuf semakin berdetak dengan cepat


" aku menerima lamaran kakak,namun aku ingin pernikahannya diadakan setelah kelulusan dan diadakan secara sederhana" ucap Bhinneka sontak membuat Yusuf berbunga-bunga


" alhamdulillah" teriak Yusuf " masalah itu bisa diatur kalau gitu kita ke sekolah dulu mbahasnya bisa dilanjutkan nanti" Yusuf pun segera menjalankan mobilnya menuju sma arindayu mengantarkan Bhinneka


____________________________


sma ARINDAYU


ujian masih berlangsung meski ini adalah ujian terakhir namun tak satupun murid yang menganggapnya sepele,mereka dengan tenang dan serius menjawab setiap pertanyaan yang ada di dalam soal


bell pun terdengar menunjukkan waktu ujian berakhir semua murid mengucap syukur atas kerja mereka,


" hore" terdengar sorakan yang keluar dari mulut Lintang


" apaan sih loe berisik amat" ucap Samuel


" sirik aja sih,terserah gue dong" jawab Lintang dengan tatapan jengkel


" tinggal nunggu ijasah trus ijab sah deh" ucap Dika diiringi muka menggoda yang ditujukan untuk Indi


" ih jangan gitu dong bas kan jadi malu" ucap Indi dengan wajah sedikit memerah


" hei kalian tuh masih dibawah umur nggak bakal di ijinin ama KUA " teriak Samuel


" ih bikin bt aja" gerutu Indi sontak ucapan itu membuat teman yang ada dikelas tertawa

__ADS_1


__ADS_2