
"kok diem sih Ndi,,emang mau di majuin Dika acaranya " sontak lanjutan ucapan Yusuf membuat Samuel,Aji dan Bhinneka terkejut,beda dengan Lintang ia hanya tersenyum menahan tawa melihat Indi dan Dika kebingungan seperti pencuri yang tertangkap basah
"emm sebenernya tunangan Indi itu gue" Dika berusaha menjelaskan meski masih ada rasa ragu
"kok loe berdua nggak jujur sih,dan loe Lin dari tadi senyum senyum aja,jangan jangan loe dah tau dan ikut main peran nih" Samuel berucap
"hehehe ✌ maaf bukannya gue nggak mau ngasih tau tapi gue dah janji ma nih anak berdua buat jaga rahasia ya gue ngikutlah" bela Lintang sambil menatap semua yang ada di meja itu bergantian
"kak Yusuf bikin malu aja kan dah sepakat nggak kan bahas ini sebelum lulus" ucap Indi dengan wajah muramnya
"y maaf keceplosan" jawab kak Yusuf mencoba menenangkan hati Indi
suasana yang tadi hanya biasa biasa saja kini terasa hangat dan bahagia tawa canda seakan menghapus duka lara yang mereka rasakan,kebahagian itu ditambah dengan traktiran dari kak Yusuf,,tak berselang lama suara bell menandakan waktu istirahat tlah usai,Bhinneka dan teman temanya bersiap kembali ke kelas,saat Bhinneka hendak mengmbil box makanan
"Bhin makanan yang belum kejual biar aku yang beli,ni uangnya" Yusuf meraih box makanan yang dibawa Bhinneka dan menggantinya dengan dua lembar uang seratus ribu,Bhinneka terkejut atas tindakan Yusuf apalagi saat melihat nominal uang yang ia terima
__ADS_1
"kak ini kebanyakan,aku juga nggak ada kembaliannya" ucap Bhinneka
"gini aja besuk kembaliannya kamu bikinin aku sarapan dan makanan seperti ini gimana" dengan begitu Yusuf bisa lebih dekat dengan gadis pujaan hatinya
"emm baiklah kalau itu mau kakak,kalau gitu aku mau masuk kelas dulu" ucap Bhinneka yang berjalan meninggalkan Yusuf
______
di dalam sebuah mobil Ferrari Spider
"iya Friska,,mama juga bingung padahal kemaren waktu kita bertemu di acara tujuh bulanan Syifa mereka begitu antusias menjodohkan kalian lho,,padahal kalau kalian jadi menikah kita bakal mudah buat jatuhin ARINDAYU GROUP" ucap mama Suci
"mama tenang aja aku nggak bakal cuma diem aja,,kayaknya permainan yang aku susun kemaren harus aku jalankan sekarang,,,ya udah Friska mau lanjutin perjalanan" ucap Friska yang tanpa mengucap salam langsung menutup telefon itu
"mau ngebuang gue oh jangan harap bisa,,apapun yang gue inginin pasti gue dapetin" gumam Friska dalam hati dan dia pin segera melajukan mobilnya menuju SMA ARINDAYU
__ADS_1
ya Friska Melia Barbaros wanita blasteran jawa perancis itu adalah wanita yang hendak dijadikan tunangan Yusuf karna ayah Friska tuan Barbaros adalah sahabat ayah Andi saat menempuh pendidikan S2 nya,
______
didalam kantor kepala sekolah nampak Yusuf yang masih serius membaca beberapa lembar kertas yang ada dihadapannya
"Bos kok gue mrinding mrinding gimana gitu ya,,kayak bakal ada memedi yang mau dateng gitu" ucap Andi dengan wajah sedikit ketakutan
"ngaco aja kamu tuh,dah daripada mikirin yang aneh aneh mending sekarang beresin tuh berkas" Yusuf menunjuk berkas yang berserakan di meja Aldi,namun belum sempat Aldi membereskan tiba tiba suara ketukan pintu pun terdengar
"Aldi tolong bukain pintunya,siapa tau tamu penting" ucap Yusuf meminta tolong
"ya" Aldipun bergegas mendekati pintu dan membukanya,betapa terkejutnya dia saat tau siapa yang sedang berdiri dihadapannya
"ngapain kamu diem aja minggir gue mau masuk" ucap orang yang dihadapan Aldi
__ADS_1
"eh tapi,," belum sempat Aldi mengucap kata orang itu dengan entengnya masuk berjalan mendekati Yusuf