Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
takdir 01


__ADS_3

Bhinneka telah selesai,,lantunan sholawat itu membuat semua yang hadir bergembira setelah Bhinneka selesai sekarang giliran Airul yang mengisi


" assallammualaikum adik adik semua" Airul mencoba menyapa


" waalaikummus salam kak" jawab mereka serentak sambil menikmati camilan dan minuman yang sudah dihidangkan


" tadi pada pintar sholawatnya nah sekarang yuk kita bernyanyi ya" ajak Airul,,ia pun melantunkan lagu anak-anak dari mulai bahasa indonesia arab maupun inggris suasana pun menjadi penuh suka cita


hidangan utama pun keluar semua yang hadir begitu menikmati hidangan yang ada setelah acara demi acara telah berlalu sekarang waktunya pemberian kado dan santunan bagi anak-anak yang sudah hadir


tak terasa acara hari itu sudah selesai,sekarang nampak beberapa karyawan dan petugas EO membereskan berbagai peralatan yang digunakan tadi, Bhinneka Dika Lintang Indi dan juga Samuel tak luput membantu,Aji merasa bersyukur melihat sahabat-sahabatnya itu tak malu membangunya


" akhirnya selesai juga," ucap Samuel


" iya alhamdulillah lancar acaranya" imbuh Bhinneka


" nih pada minum dulu" ucap Dika sambil membagikan air mineral kepada sahabatnya satu persatu


" segernya" ucap Indi " Lin tumben loe diem aja kesambet apaan nih" Indi terheran dengan sahabatnya yang satu ini karena Lintang adalah tipe cewek yang berani dan ceria


" gue ditinggal sendiri lagi " jawab Lintang dengan nada lemas


" bokap nyokap loe pergi,bukannya dah biasa" tanya Dika


" nggak cuma mereka tapi Immanuel ma ortunya juga," jawab Lintang masih lesu


" mau survei rumah yang di jerman ya" ujar Samuel dan itu mebuat Lintang menganggukkan kepala

__ADS_1


" kok jauh sih Lin kan aku jadi nggak bisa maen tiap hari" ucap Indi


" ya gimana lagi kan Immanuel ngurusin perusahaan yang disana,tenang aja aku bakal usahain bakal sering pulang kok" jawab Lintang


" tapi kan nggak tiap hari Lin" ucap Indi


" udah lah Ndi,ribet amat sih,gini aja biar adil gimana kalau kamu sama Dika menetap di kutub selatan kan seru tuh" ujar Samuel dan Indi pun langsung mencubit pipi Samuel


" ihh sakit tau,berharga nih,Dika urus nih nyonya besar mu" pinta Samuel kepada Dika namun hanya di balas senyum gigi oleh Dika


" emang bahagia itu bisa datang dari hal yang sederhana" gumam Bhinneka dalam hati


setelah itu Bhinneka dan yang lainnya pun pulang meninggalkan Aji yang masih menata kafenya


___________________________


___________________________________


kamar Yusuf


hari telah sore nampak Yusuf keluar dari kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya ia segera memajai kaos dan celana selutut kegemarannya,saat ia hendak menyisir rambut terdengar alunan musik dari handphone nya Yusuf pun bergegas meraih handphonenya dan menatapnya,ia sedikit kebingungan saat mengetahui siapa yang menelephone nya,tanpa pikir panjang yusuf langsung mengangkatnya


" assallammualaikum Bhin,ada apa tumben kamu telephone duluan" tanya Yusuf dengan nada perlahan


" pemilik handphone ini sekarang ama gue kalau loe mau dia selamat segera ke gedung gula sekarang sendirian dan ingat jangan pernah panggil polisi" ucap seorang lelaki di sebrang telephone,setalah selesai mengancam panggilan pun di matikan dan Yusuf berusaha menelphone balik namun sayang sudah tidak bisa dihubungi


dengan rasa cemas Yusuf pun keluar kamar,langkah cepat ia menuju garasi saat Yusuf melewati ruang tengah nampak ayah Andi sedang duduk santai, ayah Andi melihat tingkah putranya itu sedikit penasaran

__ADS_1


" Yusuf mau kemana kamu kenapa terburu-buru " tanya ayah Andi dan Yusuf punsedikit memperlambat langkahnya untuk menjawab pertanyaan iti


" Bhinneka diculik yah dan sekarang aku harus nylametin dia" tanpa memperjelas ucapannya Yusuf pun berlari zesampainya fi harasi Yusuf langsung masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil iti dengan cepat menuju gedung gula yang berada di pinggir kota


sedangkan ayah Andi terkejut mendengar ucapan sekilas putranya tadi dengan penuh rasa khawatit ayah Andi menghubungi seseorang


" Galang aku butuh bantuan mu," ucap ayah Andi


" hei ada apa ini suaramu terdengar ketakutan begitu" tanya Galang


" calon menantu ku diculik dan sekarang Yusuf mencoba menyelamatkannya" jawab ayah Andi " pokoknya sekarang aku butuh bantuan mu untuk membantu Yusuf menyelamatkan calon istrinya itu ok " lanjut ayah Andi


" baik tenang aja ku pastikan anak dan menantumu selamat serta akan ku tangkap.orang yang sudah mengganggu keluarga sahabat ku" ucap Galang dan setelah kalimat itu di ucapkan panggilan pun di tutup, dengan cepat Galang memberi tugas anak buah nya untuk mencari tau keberadaan Yusuf dan langsung menyusul Yusuf agar bisa membantu serta melindungi putra sahabtnya itu


Galang adalah seorang ketua mafia terbesar di asia tenggara,ia begitu di takuti entah itu di dalam negri maupun di luar, keluar masuk penjara adalah kebiadaannya bahkan ia sering menjadi seorang D.P.O namun semua keganasannya itu berakhir saat wanita yang begitu ia cintai meninggal dibunuh oleh musuhnya,ia pun menjadi semakin brutal semua orang yang berhubungan dengan kematian wanitanya itu ia bunuh,namun.semakin lama Galang merasa frustasi karena apapun yang ia lakukan semua itu tak akan mengembalikan nyawa wanitanya,saat ia duduk termenung meratapi nasibnya disitulah ayah Andi bertemu dengannya,dan mualai hari itu ayah Andi mengajak Galang untuk bertaubat memohon ampun kepada sang pencipta serta memperbaiki jalur hidupnya


setelah hari itu Galang menjadi lebih dekat dengan sang pencipta ia merubah pola bidupnya dengan arahan ayah Andi ia mendirikan usaha jasa pengawal maupun satpam semua anak buahnya ia ajak bertaubat,dan karena kesungguhannya Galang masih tetep disegani dan dijadikan sebagai ketua mafia se asia tenggara


____________________________


gedung gula


Bhinneka masih dalam keadaan pingsan didudukan dikursi dengan tangan dan kaki diikat,,dan tak jauh dari Bhinneka terlihat beberapa lelaki bertubuh besar menjaga dan mengawasi Bhinneka,,


tak berselang lama Bhinneka membuka matanya ia kebingungan dan mencoba menatap sekitar,saat kesadarannya penuh Bhinneka pun berteriak meminta bantuan


"toooolllooooong " teriak Bhinneka namun para preman yang menjaganya itu hanya tersenyum mendengar teriakan Bhinneka dan perlahan melangkah mendekati Bhinneka

__ADS_1


" hai mau teriak sampai pita suara loe putus," ucap salah satu preman itu sambil mengangkat dagu Bhinneka,,Bhinneka terkejut dengan sekuat tenaga ia berusaha menjauhkan badannya dari tangan preman teraebut


__ADS_2