
" baik,mari sebelum acara kita mulai pertama kita berdoa sesuai dengan keyakinan kita masing-masing semoga acara ijab qobul ini akan berjalan dengan lancar,berdoa dipersilahkan" ucap bapak penghulu mengawali acara,setelah para hadirin mengucap doa bapak penghulu pun membacakan sedikit data kedua mempelai serta saksi dan memperjelas bahwa wali nikah akan diwakilkan oleh bapak penghulu
" baik ananda Yusuf apakah sudah siap" tanya bapak penghulu
" bismillah saya sudah siap" jawab Yusuf penuh semangat
" nah begini dong yang semangat " gurau pak penghulu mencoba menetralkan suasana hati Yusuf yang nampak gugup
" baik mari ananda Yusuf jabat tangan saya" ucap bapak penghulu Yusuf pun lalu menjabat tangan bapak penghulu dengan penuh semangat
" saudara Okta Yusuf Wijayanto bin Andi Wijayanto" tanya bapak penghulu
" saya" jawab Yusuf
" Saya nikah dan kawinkan anda dengan Bhinneka Putri binti Danu Tjahjadi yang hak walinya mewakilkan kepada saya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan berupa cincin mas 24 karat seberat 5 gram sudah terbayar tunai karna Allah ta'ala" ucap bapak penghulu
" saya terima nikah dan kawinnya Bhinneka Putri binti Danu Tjahjadi yang walinya mewakilkan kepada bapak untuk saya sendiri dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan berupa cincin mas 24 karat seberat 5 gram terbayar tunai katna Allah ta'ala" jawab Yusuf lancar serta benar,setelah mendengar ucapan Yusuf penghulu pun langsung menatap para saksi dan kedua saksi tersebut pun menyebutkan kata sah,sontak semua yang ada di aula tersebut langsung mengucap syukur,
__ADS_1
setelah ijab qobul selesai dan ditutup dengan doa,,kemudian beberapa petugas WO pun langsung mengarahkan Bhinneka agar berjalan masuk ke dalam aula,,seketika semua yang hadir mengarahkan pandangan mereka ke pintu masuk,terlihat Dika dan Indi yang pertama masuk dikuti oleh Immanuel dan Lintang kemudian Aji dan samuel mereka ber enam pun menyampingkan badan mereka ke arah yang saling berlawanan,setelah mereka membukakan jalan Bhinneka pun memasuki aula dengan langkah perlahan,
Yusuf hanya terdiam menatap Bhinneka yang sudah sah menjadi istrinya,senyuman tak lupa terukir diwajahnya,dengan perlahan Yusuf pun berjalan mendekati Bhinneka kemudian mereka berdua bertemu lalu berhenti tangan kanan Bhinneka Ia julurkan memberi kode untuk Yusuf menerimanya setelah mereka bersalaman dengan penuh rasa bahagia Bhinneka mencium punggung tangan Yusuf yang sudah menjadi imam dunia akhiratnya,Yusuf pun kemudian dengan rasa cinta kadih dan sayang langsung membalas sikap Bhinneka itu dengan mencium dahi Bhinneka
semua yang hadir pun bertepuk tangan dengan wajah turut berbahagia sedangkan Aji yang melihat kejadian itu tetap berusaha ikut berbahagia meski disudut hatinya masih merasa bersedih karena bukan dia sekarang yang ada dihadapan Bhinneka gadis yang selama ini hanya bisa ia cintai dalam hati,Lintang yang sedikit melirik Aji merasa iba dengan salah satu sahabatnya tersebut,
setelah menandatangani buku nikah Bhinneka dan Yusuf pun sibuk berfoto entah itu dengan saudara,sahabat maupun beberapa tamu yang ingin ikut mengabadikan momen sakral tersebut,setelah acara ijab qobul berakhir semua yang hadir pun mengundurkan diri untuk bersiap hadir di acara resepsi yang akan di adakan nanti malam,,setelah Samuel berbincang dengan fotografer dan kameramen ia baru tersadar bahwa salah satu sahabatnya sudah tak terlihat
" eh Dika loe lihat Aji nggak" tanya Samuel
" lho,,,bukannya ama lie dari tadi" jawab Dika
" dia sudah balik tadi ada telephone dari kafe katanya ada yang darurat,karena keburu-buru jadi nggak sempet pamitan" jawab Lintang mencoba menenangkan,akhirnya semua orang yang masih tertinggal di aula tersebut mencoba memahami kecuali Bhinneka ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya yang bersuara
" ya Allah ,maaf kan lah hamba MU ini yang sudah meninggalkan rasa sakit dihati salah satu umat MU " gumam Bhinneka dalam hati,melihat istrinya yang terdiam Yusuf pun mengartikan sendiri ekspresi tersebut,tak berselang lama ia pun mencoba menyadarkan istrinya
" dek,kamu kenapa kecapekan ya" tanya Yusuf
__ADS_1
" eh,enggak kok kak ini cuma sedikit gerah saja," dengan sedikit terkejut Bhinneka menjawab pertanyaan suaminya,akhirnya Yusuf dan Bhinneka pun bergegas pergi ke RINDA hotel salah satu hotel milik keluarga Yusuf ubtuk melangsungkan acara resepsi yang akan berlangsung nanti malam,
ada sedikit rasa canggung saat Yusuf dan Bhinneka memasuki salah satu kamar yang dikhususkan untuk berias,dengan memiliki pemikiran sendiri-sendiri mereka berusaha menetralkan suasan canggung itu
" kakak dulu saja yang membersihkan diri,aku masih gerah" ungkap Bhinneka yang langsung mendapat tanggapan anggukan dari Yusuf,tanpa ragu Yusuf pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri,setelah selesai ia pun keluar dengan wangi yang begitu harum perlahan Yusuf berjalan mendekati Bhinneka,tanpa ragu Yusuf memeluk istrinya itu seketika Bhinnek tetkejut namun ia berusaha menutupi rasa kagetnya itu,
" aku sudah selesai,sekarang giliran kamu,habis ini ayo kita sholat dzuhur berjamaah" ucap Yusuf yang melepaskan pelukanya,Bhinneka pun membalikkan badan
" iya kak" tanggapan singkat Bhinneka lalu ia pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri,,tak berlangsung lama Bhinneka pun keluar hanya dengan menggunakan gamis sederhana tanpa menggunakan kerudung,rambut hitam panjang terurai menghiasi kepala Bhinneka yang nampak masih malu,sedangkan Yusif yang melihat kecantikan istdinya hanya bisa memberi senyuman kepada Bhinneka
" subhannallah," gumam Yusuf dalam hati kemufian tanpa memperpanjang lamunannya ia segera berwudhu dan mengajak Bhinneka sholat berjamaah dengan pelan Yusuf menjadi imam,setelah menunaikan sholat,Yusuf mengajak Bhinneka ke salah satu resto terbaik yang ada didalam hotel tersebut untuk menikmati hidangan makan siang yang sudah disediakan para pegawai hotel,Bhinneka pun lekas memakai hijabnya dan menerima ajakan suaminya itu,mereka berdua pun melewati waktu bahagia tersebut,
___________________________________
HALU KAFE
" iya yah aku jadi ambil tawaran paman untuk melanjutkan sekolah di perancis" ucap Aji yang sedang menhubungi ayahnya
__ADS_1
" oke ayah dan ibu hanya ikut keputusan mu saja kalau begitu persiapkan barang-barangmu dan beberapa dokumen yang diperlukan nanti malam kita akan mengantarmu ke bandara" ucap ayah Aji akhirnya pembicaraan itu pun berhenti,perlahan Aji duduk di kursi panjang yang ada di ruangan kerjanya,dalam diamnya ia mencoba meyakinkan hati dan pikirannya bahwa keputusan yang ia ambil ini adalah yang terbaik,,tiba-tiba seorang wanita membuka pintu ruang kerja Aji dengan wajah datar ia berjalan mendekati Aji sedangkan Aji hanya menatap wajah wanita itu tanpa ekspresi karena dalam pikirannya ia sudah bisa menebak alasan apa yang membuat wanita tersebut bertindak seperti itu