
"Indi loe kalau mau,,," belum sempat Lintang melanjutkan kalimatnya seketika Indi memotong ucapannya
" gue merasa bersalah ama Bhinneka" keluh Indi
"ya coba ntar minta maaf dan jelasin alasan loe nglakuin ini semua pasti dimaafin" Lintang memberi motifasi
"tapi kalau dia nggak mau maafin gimana" ucap Indi dengan wajah kebingungan
"belum ngomong dah negatif aja pikiran loe,yang positif dong biar hasilnya bagus" ucap Samuel sambil mengutak atik handphonenya
_____
saat hendak memasuki kafe Aji berhenti itu membuat Dika terheran
"eh ngapain loe diem aja,ayo masuk" ajak Dika
"gue mau balik aja,ada yang harus gue urus tadi lupa" Aji masih bertahan dengan wajah datarnya
"ah nggak asik loe,ya udah kalau emang mau pulang,ati ati" Dika pun berjalan masuk ke kafe meninggalkan Aji dan Aji pun segera berjalan keluar mall
"Dika kok loe sendirian aja" tanya Lintang terheran hanya melihat Dika seorang
"gue nyuruh Bhinneka buat nylesain masalah nya,trus si Aji nggak tau kenapa pamit pulang" jawab Dika sambil duduk di samping Samuel
Lintang sedikit berfikir "hati loe emang butuh ketenangan Ji" gumam nya dalam hati
__ADS_1
"ya udah yuk pesen makan dari tadi minum aja bosen gue" ucap Samuel,mereka ber emapat pun memesan makanan dan setelah makanan datang mereka meletakkan segala pertanyaan atas kejadian hari itu sejenak dan menikmati makanan yang ada dihadapan mereka
____
sedangakan setelah Bhinneka berpisah dengan Aji dan Dika ia diajak Yusuf untuk bersantai di taman kota yang letaknya tak jauh dari mall,keheningan bersama mereka berdua
" Bhin maukah kau memaafkan ku" Yusuf bicara
" aku masih bingung dengan semua ini,bisakah kakak untuk menjelaskan semuanya dari awal,agar aku bisa lebih mudah mencari jawaban nya" pinta Bhinneka
"baik jika itu inginmu,pertama aku merasakan gejolak hati ku sejak pertama melihatmu bermain dengan anak anak TPA ditaman beberapa tahun yang lalu,kedua aku berusaha menepis rasa itu namun seakan aku tak bisa menghindar sejak itu aku berusaha mencari tau semua tentangmu dan saat aku tahu kamu berteman dengan Indi jujur aku bahagia karna menemukan jalur untuk lebih mudah dekat denganmu," Yusuf sedikit mengucapkan semua kebenaran yang ada
"dan aku mohon kamu jangan membenci Indi yang semua dia lakukan hanyalah sekedar membantuku,dan aku mohon kamu mau membuka hatimu untuk ku"
Bhinneka hanya terdiam ia berfikir apakah ia pantas menerima perasaan kak Yusuf,apakah kak Yusuf tak menyesal atas pilihannya,tiba tiba ingatan tentang ia dan Aji memenuhi kepalanya,memang ia memiliki sedikit rasa kepada Aji namun ia selalu berusaha menepis rasa itu karna sadar atas jarak yang ia miliki dengan Aji,
"maaf kak beri aku waktu untuk menemukan jawaban ini,namun sebelumnya trimakasih sudah jujur di hadapanku,masalah Indi nanti akan aku bicarakan dengannya," Bhinneka mencoba mengulur waktu untuk menentukan jawaban yang terbaik
"baik kalau itu maumu aku akan menerima,akan ku nantikan jawaban mu" jawab Yusuf
"kalau gitu aku ingin pulang terlebih dulu" pamit Bhinneka
"eh kita makan dulu ya,aku dah pesen tempat juga," pinta Yusuf yang sangat antusias,Bhinneka terdiam berfikir sejenak,dan iya mengiyakan ajakan lelaki yang ada di sampingnya itu
_____
__ADS_1
sore pun datang,,Bhinneka sudah diantar pulang Yusuf,setelah kerpergian Yusuf ia pun masuk kedalam rumah lalu bergegas mandi dan menjalankan sholat ashar, setelah selesai sholat dan membereskan rumah ia duduj termenung di halaman belakang rumah,ia mencoba menetralkan pikirannya yang terusik dengan kejadian hari ini,tak berselang lama hanfphonenya berbunyi itu adalah panggilan dari Indi ia pun menjawab
"assallammualaikum Ndi" ucap Bhinneka
"walaikumus salam,Bhin gue mau kerumah loe ada yang ingin gue jelasin" pinta Indi dengan suara pelan
"iya datang aja kesini aku juga ada yang ingin aku tanya ke kamu"
setelah perbincangan itu tak berselang lama Indi sudah berada di samping Bhinneka dengan wajah haru ia langsung memeluk sahabatnya dalam tangisannya ia mencoba berbicara
"maafin gue ya Bhin gue nglakuin ini karna gue sayang ama loe dan kak Yusuf,gue pengen kalian bahagia" ucap Indi dengan sedikit jeda
"iya gue maafin loe kok,mungkin emang ini udah jalur hidup yang harus gue lewatin,dah jangan nangis' Bhinneka mencoba menenangkan hati Indi
" tapi aku merasa nggak pantes jadi pendamping saudaramu Ndi" ucap Bhinneka
Indi sedikit mengerti kenapa Bhinneka berucap seperti itu,namun dengan cepat ia mencoba menepiskan rasa takut yanga ada di dalam hati temannya
"kenapa nggak pantes,kan kita nggak ada yang tau jodoh kita siapa,loe sendiri yang ngomong ke gue waktu mau tunangan" ucap Indi perbincangan pun berlanjut Infi dengan semangat menceritakan bagaimana sifat baik dan buruk kak Yusuf kepada Bhinneka berharap agar Bhinneka segera membukakan pintu hatinya untuk kak Yusuf,setelah malam tiba Indi pun pamit pulang,
______
sementara di HALU KAFE duduk terdiam seorang lelaki yang menatap keluar jendela,dalam diamnya ia terpaku mengingat masa masa diman ia begitu bahagia menjalani kebersamaan dengan Bhinneka entah itu saat menvikuti lomba,sekolah ataupun kumpul bersama teman yang lain
tiba tiba pundaknya ditepuk seseorang dari belakang
__ADS_1
"Aji loe baik baik aja kan" ucap orang itu