
selang 30 menit Yusuf pun sudah masuk kedalam arena game center,ia berhenti sejenak mengutak atik handphone nya mengirim pesan kepada Bhinneka,setelah mendapat balasan dan dengan cepat ia menuju dimana Bhinneka bermain
"assallammualaikum" Yusuf menyapa Bhinneka yang sedang bermain bersama Aji,mendengar namanya dipanggil Bhinneka pun menoleh diikuti Aji,seketika Aji terkejut "bukannya dia anak pemilik yayasan sekolah" gumam Aji sambil mengingat
"waalaikumus salam" Bhinneka menjawab
"oh ya Aji ini kak Yusuf dia,," belum selesai Bhinneka berbicara Aji pun menyela
"putra pemilik yayasan sekolah kita kan,,oh ya perkenalkan aku Aji teman dekat Bhinneka" Aji memperkenalkan diri dengan mejulurkan tangannya
Yusif pun menerima salam perkenalan itu dan melepaskan tangannya
"oh ya salam kenal,maaf ya kalau ganggu dan kalian cuma berdua'" tanya Yusuf,ia lalu sedikit berfikir apa Aji sedang mendekati Bhinneka
"oh enggak kita berenam yang lain sedang main" ucap Bhinneka menjelaskan
tak selang berapa lama Lintang,Indi,Samuel dan Dika berjalan mendekati Bhinneka dan Aji namun pandangan mereka sekarang tertuju kepada sosok pria yang sedikit asing bagi mereka,
"Bhinneka Aji cari tempat sholat yuk dah mau dzuhur nih" ajak Dika
__ADS_1
"kalian sholat aja dulu,gue ama Samuel cari tempat makan" Lintang berusaha menetralkan suasana
"oh iya,sebelumnya kenalin dulu ini kak Yusuf " Bhinneka mencoba mengenalkan orang yang akhir akhir ini sedikit menyita pikirannya kepada sahabat sahabatnya
mereka hanya tersenyum menatap kak Yusuf kecuali Indi ia hanya menampilkan wajah acuh dan sedikit tak suka
"kenapa loe Ndi murung amat" tanya Samuel yang menyadari tingkah aneh Indi
"jadi males gue,ngliat nih cowok" ucap Indi sambil menunjuk Yusuf,dan ucapan aingkat itu membuat ke lima temanya sedikit terkejut
"emang kenapa,jangan gitu,dia kan juga putra pemilik yayasan sekolah kita Ndi" Bhinneka berusaha meredam emosi
"kok bisa maksudnya apa ini Ndi" Bhinneka terheran heran
"soalnya Indi adalah sepupu ku dan dia yang bantuin aku buat tau semua tentang dirimu sejak 2 tahun yang lalu,maaf sudah melakukan hal seperti ini,namun jujur aku tidak ada niatan yang buruk ke kamu dan aku melakukannya karna aku serius dengan niatanku menjadikanmu pendamping hidupku" Yusuf pun mencoba mengungkapkan semua rahasia yang ia simpan selama ini
Bhinneka hanya terdiam sedangkan teman yang lain mencoba memahami meski masih banyak pertanyaan yang hendak mereka katakan,dan Aji yang sedari tadi berdiri di samping Bhinneka merasa hatinya seperti tertusuk panah yang sangat panas dengan ucapan Yusuf tadi
"eh gini aja sekarang kalian sholat dulu aja dan gue ama Lintang cari tempat makan ok" samuel mencoba menetralkan suasana
__ADS_1
"baiklah kalau gitu ayo kita ke mushola yang ada di lantai dua" ajak Yusuf
"gue baru halangan,gue ikut Lintang dan Sam aja" ucap Indi,,akhirnya mereka keluar dari game center dan terpisah
meski banyak pertanyaan di kepala Bhinneka namun ia berusaha meredam rasa ingin taunya itu sebentar,tak berselang lama mereka pun sudah selesai menjalankan sholat
" Bhinn lebih baik nylesain urusan tadi berdua aja deh ama kak Yusuf biar lebih jelas" ucap Dika
"tapi,," kata Bhinneka
"udah masalah anak anak ntar gue atasi,jadi lebih baik loe sekarang ajak kak Yusuf aja ok" Dika berusaha memberi Kak Yusif dan Bhinneka intuk memperjelas kebenaran di permasalahan mereka
sedangkan Aji hanya diam tak mempedulikan meski hatinya menahan sakit,akhirnya Aji fan Dika berjalan menuju kafe kecil yang ada di lantai tiga mememui Lintang Samuel dan Indi yang sudah duduk manis menanti,
"Sam itu boneka buat gue ya,ntar yang buat ayang beb loe bakal gue beliin yang besar deh" rayu Lintang berusaha merubah suasana hening itu
"ih ogah ni kan boneka dah aku niatin buat ayang beb gue" ucap Samuel,namun Lintang masih melihat Indi terdiam padahal biasanya kalau dia ribut dengan Samuel,,Indi akan menyerukan mantra mantranya,namun sekarang ia hanya menunduk dan terdiam,
"Indi loe kalau mau,,," belum sempat Lintang melanjutkan kalimatnya seketika Indi memotong ucapannya
__ADS_1
" gue merasa bersalah ama Bhinneka"