Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 80


__ADS_3

Setelah pertemuan dengan ke dua sahabatnya selesai Aji pun lantas mengendarai mobil nya untuk pulang ke rumah,namun saat Aji berhenti di lampu merah suara deringan handphone nya terdengar, Aji sedikit kaget melihat nama yang tertulis di layar handphonenya,


" kok dia nelfon, ada apa ya " gumam Aji di dalam hati


Aji pun ingin menerima panggilan itu namun suara klakson dari arah belakang menghentikan niatnya tersebut


" tiiiitttt!!!!! tiiiitttt!!!! tiiiitttt!!! "


Aji tak ingin membuat keributan ia pun lantas menginjak gas mobilnya dan kembali konsentrasi menyetir


" biarin lah, entar sampai rumah aku hubungin lagi aja " gumam Aji dalam hati


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" iya,,aku juga akan bantu " ucap seorang wanita


" ya udah besuk kita ketemu di kafe milik Aji " ucap seorang pria di sebrang telepon


Percakapan keduanya pun berlanjut sampai sang wanita mengucapkan salam


" bismillahirrahmanirrahim,, niat ku bantu gimana juga kita dah jadi temen " ucap sang wanita itu dengan kedua tangannya menggenggam erat handphone miliknya


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Tak terasa Aji telah sampai rumah, ia lantas turun dari mobil lalu berjalan pelan karena takut membangun kan kedua orangtuanya karena waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Aji pun memasuki kamarnya, tak selang berapa lama ia lantas pergi mandi, setelah usai memakai kaos berlengan pendek dan celana pendek ia langsung mengambil air wudhu dan bergegas melaksanakan sholat isya.


Usai sholat Aji pun lantas duduk bersandar di atas ranjang, ia menatap ragu layar handphonenya,


" telfon nggak ya? udah malem nganggu nggak ya? " calethuk Aji


Dengan mengumpulkan keberanian, Aji pun lantas menekan tombol panggil dan sambungan telepon pun terhubung, suara deringan menemani telinga Aji


" assalamualaikum " ucap orang yang berada di sebrang


" waallaikumsalam, hai met malem " jawab Aji


Orang tersebut akhirnya menceritakan alasan mengapa dia menghubungi Aji tadi dan Aji pun mendengarkan dengan serius meski perasaan grogi sedikit Aji rasakan


Tak terasa percakapan yang semula membahas masalah kerja bisa belok ke tema yang sedikit lebih privat


Setelah kurang lebih dua jam mereka berbincang-bincang, akhirnya telepon itu di tutup, nampak senyum indah terukir di wajah Aji


" wah janganlah muncul ini perasaan " gumam Aji dalam hati


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


Pagi pun tiba terlihat Aji tengah menyantap roti bersama dengan kedua orangtuanya, sebenarnya Ibu pengusaha tampan itu dari tadi memperhatikan Aji karena merasa ada yang berbeda dengan sang putra, sang Ibu berfikir apakah ada yang berubah dari penampilan sang putra meski sebenarnya tidak ada yang berubah sedikitpun


Namun seakan Aji membawa aura baru di sekeliling dirinya, sang ayah yang dari tadi juga memperhatikan tingkah sang istri seakan terheran, apa yang menyebabkan kedua orang yang amat ia cintai semua terlihat aneh,namun tak ingin terlalu lama di zona kebingungan sang ayah pun berusaha memecahkan suasana aneh itu


" eehhmmm, gimana? apa kau sudah punya petunjuk " tanya sang ayah


" e,, apa yah? " jawaban Aji yang membuat sang ayah tambah bingung


" kau ini sedang mikirin apa sih, sampai tak konsen " sang ayah yang terlihat penasaran


" nggak mikirin apa-apa yah, ya udah Aji berangkat ke kantor dulu, assalamualaikum "


Ucap Aji setelah berdiri dan bergegas mencium tangan kedua orangtuanya secara bergantian, kedua orangtuanya pun hanya saling pandang dengan mimik wajah keheranan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" kita harus ngambil tindakan sekarang,sebelum Aji menemukan kita " ucap seorang wanita


" ingat ya aku mau bekerjasama dengan dirimu karena aku yakin kau bisa menjatuhkan dia " lanjut sang wanita


" diam!! " bentak seorang pria yang tengah berdiri dihadapan sang wanita


Wanita itu pun langsung terdiam seketika dengan sedikit merasa ketakutan

__ADS_1


" sial, kalau bukan karena kau bisa ku manfaatkan sudah pasti sekarang kau di balik jeruji " gumam sang wanita di dalam hati


__ADS_2