Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
tahap menuju lebih baik


__ADS_3

"tenang ma aku bakal tunjukan ke papa kalau apa yang aku lakukan itu benar" ucap Friska


"mama juga bingung,kenapa papa mu jadi berubah kayak gitu,padahal setahu mama papamu itu dulu pengen banget jatuhin Andi" keluh mama Suci


"ya dah ma aku mau pergi dulu,ada yang mau aku urus" Friska pun pergi menuju garasi lantas ia mengendarai mobil nya dan keluar rumah


_______________


perbincangan papa Barbaros dengan ayah Andi


"assallammualaikum,Andi apa kamu ada waktu,aku pengen ngobril sama kamu" tanya papa Barbaros


"wa'alaikummus salam,oh ya alhamdulillah aku baru nggak ada acara,ok trus ngobrolnya dimana nih " ayah Andi menyaguhi ajakan sahabatnya itu


" gimana kalau di HALU KAFE aja," ajak papa Barbaros


" ok ya udah aku minta izin ke nyonya besar dulu,hehe" gurau papa Andi


" baik kalau gitu,assallammuallaikum" pamit papa Barbaros


" wa'alaikummus salam" jawab ayah Andi


_______________


di HALU KAFE


nampak papa Barbaros sedang duduk santai sambil menikmati secangkir kopi,perlahan ada sesorang yang berjalan mendekatinya


" assallammualaikum,,maaf ya agak lama,tadi ada lakalantas" tegur lelaki itu yang tak lain adalah ayah Andi


"waalaikummus salam,,nggak lama juga,dimana trus dah di evakuasi belum" tanya papa Barbaros


" itu di perempatan deket sini,alhamdulillah dah ada oknum polisi dan ambulans juga,wah ngomong-ngomong tumben ngajakin ngopi ada apan nih,penasaran aku" ucap ayah Andi


"aku baru bingung dengan pemikiran istri dan putriku" ucap ayah Barbaros sedikit lesu

__ADS_1


"kenapa," ayah Andi bertanya


"mereka selalu mementingkan dunia dari pada akhirat,dan itu membuat aku sebagai kepala rumah tangga sedikit kepikiran" ujar papa Barbaros, ayah Andi coba memahami kalimat sahabatnya itu,


" kamu nggak ninggalin sholat kan,," tanya ayah Andi


" ya nggak lah Di,,aku malah baru mencoba ngerutinin sholat malam ku" ujar papa Barbaros


" alhamdulillah , ya cobalah bicara dengan istri dan anakmu secara santai tapi bermakna gitu" usul ayah Andi


" aku sudah mencobanya tapi selalu saja tidak berhasil" keluh papa Barbaros


"hey jangan banyak mengeluh dong,gini aja gimana kalau kamu ajak istri dan anakmu itu pergi umroh siapa tau dengan cara itu mereka bisa seperti yang kamu inginkan " ayah Andi mencoba mengingatkan agar sahabatnya itu selalu berfikir positif atas segala ujian ujian yang Allah berikan


" baiklah coba nanti aku renungkan usulanmu itu,mudah-mudahan dengan cara itu bisa membuka pintu kebaikan dan menutup jalan setan memdekati keluarga ku" ucap papa Barbaros


" nah gitu dong inget Innallaha Ma'ashobirin " ucap ayah Andi


perbincangan mereka pun berlalu dengan hangat,papa Barbaros adalah seorang mualaf dan dia menjadikan ayah Andi sebagai tempat ia memperdalam ilmu agama yang ia anut sekarang


__________________________


"assallammualaikum,mau gue dorong nggak" tawaran Aji membuat Bhinneka pun segera menolehkan kepala mencari sumber suara


" waallaikummus salam,,nggak usah dah deket juga,duluan aja sana" jawab Bhinneka


" ya dah gue nemenin loe aja " ujar Aji


" terserah loe aja kalau gitu" ucap Bhinneka mereka berduapun menuju sekolah sambil sedikit berbincang namun tanpa mereka sadari ada seorang lelaki yang juga mengendarai motor sport melaju di belakang mereka


ya lelaki itu adalah Yusuf ,,


"pada ngomongin apa ya,penasaran juga aku" gumam Yusuf dan Yusuf pun masih tetap dibelakang Aji dan Bhinneka hingga masuk ke area sekolah,Yusuf hanya menampakkan wajah tenangnya saat turun dari motor dan membuka helmnya,ia berusaha untuk menepati persyaratan yang Bhinneka minta meski terkadang dalam hati Yusuf sering frustasi


" pagi bos," ucap Aldi menyapa

__ADS_1


" hem " Yusuf menjawab dengan singkat tanpa menatap wajah Aldi, Aldi merasa heran ada apa dengan bos nya itu


" kenapa nih pagi pagi dah jutek aja,,inget entar 3 calon kepala sekolah yang dah kamu pilih bakal wawancara" Aldi mengingatkan


" hem" Yusuf masih termenung dan Aldi berusaha cuek atas apa yang bos nya itu rasakan


"palingan juga masalah cinta" gumam Aldi dalam hati, entah itu Yusuf maupun Aldi mereka segera membuka berkas berkas yang harus mereka lihat dan pahami agar kesalahan tidak terjadi


___________________


bell sekolah pun telah berbunyi menandakan waktu yang di gunakan kelas sembilan untuk latihan ujian sudah selesai,para siswa siswi pun berhamburan keluar ruangan tak terkecuali Bhinneka dan kawan kawan ya


"asyik dah selesai latihan ujian nya " sorak Lintang


" tapi inget 3 minggu lagi kita ujian nasional" Dika mengingatkan


" kalau begitu bentar lagi kita nggak bisa barengan kayak gini dong" ucap Indi dengan nada pelan


" siapa bilang kan kita masih bisa maen bareng atau nongkrong bareng santai lah" ujar Aji mereka berenam pun berjalan keluar kelas setelah sampai di luar kelas mereka pun berpisah


___________________________


di rumah Bhinneka


bineka perlaham mengayuh sepedanya namun saat ia hendak mendekati rumahnya ia melihat ada mobil hitam teeparkir di depan rumahnya,ia tetak berjalan sambil mengingat ingat mobil siapa itu,saat ia hendak masuk rumah ia melihat seaeorang yang duduk di kursi terasnya


perlahan ia mendekati dan mengucap salam


" assallammualaikum,maaf anda siapa ya" tanya Bhinneka dengan santun, orang itu pun mengangkat kepalanya dan tersenyum, Bhinneka terkejut melihat siapa yang duduk di hadapannya


"waalaikummus salam,boleh saya berbincang sama kamu" tanya orang itu yang ternyata bunda Rika, Bhinneka pun segera membalas senyum itu dan duduk di samping bunda Rika


"silahkan tapi kalau boleh tau masalah apa ya yang ingin anda bicarakan " tanya Bhinneka


"saya ingin kamu,,,,,,

__ADS_1


__ADS_2