Mencari Tulang Rusukku

Mencari Tulang Rusukku
episode 79


__ADS_3

Dua hari sudah masalah di perusahaan Aji belum juga terselesaikan, lebih parahnya lagi para pemegang saham sudah mulai mengeluarkan suara.


Meski pikiran Aji sedang kalang kabut namun semua itu tak bisa menghentikan kewajibannya sebagai umat muslim, hari ini adalah hari Jumat dimana para pria beragama Islam melaksanakan kewajiban nya sholat Jum'at dan Aji pun tak lupa melaksanakannya.


Ia pun menunaikan sholat Jum'at di masjid yang tak jauh dari kantornya berada, kurang lebih 25 menit Aji menjalankan serangkaian ibadah sholat Jum'at.


Di sesi akhir para jama'ah disuguhi nasi kotak yang dibagikan oleh para remaja masjid, Aji pun tak sungkan menerima dan menyantap rejeki tersebut bersama para jama'ah lainnya, setelah selesai ia lantas keluar, namun langkahnya terhenti ketika kedua matanya melihat seorangng yang ia kenal berdiri tak jauh dari pintu masjid, dalam hati Aji ia sedikit bingung kenapa orang itu berada disini padahal seingat Aji tempat orang yang ia lihat itu bekerja jaraknya jauh sekali.


Ia ingin sekali menyapa namun seketika keberanian nya pun menciut, hampir cukup lama Aji berdiri sampai,,


" pak,,pak,,pak "


Suara seorang jamaah yang mencoba membangunkan Aji dari diamnya,seketika Aji terkejut namun dengan cepat ia menguasai dirinya,


" eh,!! iya,,aduh maaf maaf sudah menghalangi jalan " ucap Aji kepada jamaah tersebut yang ditanggapi senyuman oleh jamaah itu


Sedikit perbincangan mengiri langkah mereka berdua dan tanpa disadari oleh Aji bahwa orang yang ia lihat tadi sekarang berbalik memperhatikan dirinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


" please Ji, ayolah minta bantuan Sanja saja, aku jamin langsung booming produk kau ini " Sammuel berusaha merayu


" kepala mu sudah nggak ada isinya ya, dia itu dokter mana mungkin tertarik,lagian tugasnya juga sudah begitu banyak " jawab Aji


Sammuel terdiam namun sebuah senyum kecil terukir di wajahnya,lantas ia pun segera keluar ruangan tanpa pamit yang sedikit membuat Aji curiga


" itu anak mau bikin ulah apalagi? " ucap Aji didalam hati


Aji pun kembali sibuk memikirkan siapa dan punya tujuan apa orang yang membuat rusuh di perusahaan nya tersebut, Aji pun fokus membaca berkas-berkas yang ada di atas mejanya sampai deringan handphone menghentikan kegiatannya, tanpa membaca nama si penelepon Aji langsung mengangkat panggilan tersebut


" assalamualaikum ada apa ya? " ucap Aji singkat


" ini aku Lintang, aku sudah di Indonesia,sebentar lagi aku akan ke kantor mu " jawab si penelepon yang ternyata Lintang


" kenapa juga dia pulang " ucap Aji


\=\=\=\=\=\=\=\=


Senja menyapa terlihat keramaian di salah satu kafe yang cukup lama berdiri, disalah satu meja terlihat seorng pria yang tengah berbincang dengan seorang wanita yang duduk dihadapan nya,

__ADS_1


" aku sangat berharap kamu bisa membantu kami " ucap sang pria


" aku sepertinya tidak cocok " jawab sang wanita


Perbincangan pun berlanjut hingga adzan Maghrib terdengar berkumandang, sang wanita lantas meminta ijin kepada pria itu untuk menjalankan sholat dulu,sang pria pun mempersilahkan


Tak lama kemudian wanita itu kembali lalu duduk dan mengucapkan kalimat yang sedikit mengejutkan sang pria, kesunyian pun terasa kental diantara kedua orang itu sampai seorang pelayan membuyarkan suasana itu dengan mendatangkan makanan yang sudah mereka pesan, tanpa basa basi sang pria pun mengajak wanita yang bersamanya itu untuk menikmati hidangan tersebut


Sebelum mereka makan tak lupa mereka berdoa, beberapa orang sedikit melirik pria dan wanita itu karena perbedaan kedua orang itu dalam berdoa namun semua itu tak menghentikan doa mereka, meski sejujurnya sang wanita agak merasa risi namun perasaan itu langsung ia hilangkan.


Acara makan pun berlangsung dengan iringan pembicaraan di sela sela mereka makan


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


" ok jadi kami disini ingin bantu kau menyelesaikan masalah ini " ucap Lintang


" sudahlah aku pasti bisa,aku tak mau merepotkan kalian " jawab Aji


" tapi aku setuju dengan Lintang,kalau kita menyelesaikan bersama pasti masalah ini akan cepat selesai " Bhinneka bersuara

__ADS_1


" iya bener itu,kau kan saudara kami, ayolah jangan menolak " Dika menimpali


Aji terdiam mendengar penuturan sahabat-sahabatnya itu,ia pun menatap bergantian wajah sahabatnya itu, lalu ia menarik nafas dan kemudian mengucapkan kalimat yang membuat lega sahabatnya.


__ADS_2